
Adel tampak kesal. Ia menjatuhkan bokongnya di tepi ranjang.
"Terserah!! tapi jaga sikap kalian, aku tak mau ada keributan."
Lalu Adel keluar kamar, berniat menemui Nathan.
Tok....tok....tok...
Adel mengetuk pintu kamar Nathan tapi tak ada jawaban. Kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Nathan.
🔹🔹🔹🔹
"Hallo mas....kamu dimana? aku di depan kamarmu."
"Hallo sayang, aku sedang di restorant temenin mama, papa dan Nadia, tadi aku mau mengajakmu tapi saat aku di depan kamarmu sepertinya suasananya lagi nggak bangus, jadi aku nggak ajak kamu."
"Nggak apa-apa kok mas, aku juga udah makan."
"Kalau gitu, kamu tunggu di lobby aja....bentar lagi aku datang ya, ini juga udah mau balik kok."
"Oke sayang bye...."
🔹🔹🔹🔹
Adel berjalan menuju lobby, sesampainya di lobby ia duduk disitu sambil memainkan gawainya.
Tak lama berselang Nathan pun datang bersama keluarganya.
"Eh, om, tante, Nadia selamat sore...." Adel menundukkan kepalanya memberi salam pada mereka.
"Del, kamu baik-baik aja kan sayang?" mama Nathan bertanya pada Adel sambil membelai rambut Adel.
"Baik tante." jawab Adel.
"Ya sudah, om sama tante masuk dulu ya, kalian lanjut ngobrolnya." sahut pak Johan.
"Hemmm, kak Adel, Nadia ke kamar dulu ya, males jadi obat nyamuk." ucap Nadia menggoda Adel, Adel mengangguk dan tersenyum melihat tingkah Nadia.
Nathan menghampiri Adel lalu mencium keningnya.
"Ada apa sayang? mau bicara apa?"
"Nggak ada apa-apa kok mas, Adel cuma lagi suntuk aja."
"Kenapa? kamu masih ribut dengan mereka?"
"Iya mas, Adel nggak tahu kenapa mereka segitu cemburunya dengan mas Nathan, dan segitu bencinya dengan Zaskia."
Degggghhh...., jantung Nathan berdetak kencang, lalu ia menarik nafas dalam-dalam dan meghembuskanya perlahan.
__ADS_1
"Ya Tuhan....apa yang akan terjadi, seandainya Adel mengetahui semuanya." ucapnya dalam hati.
"Hei....kenapa mas" Adel menepuk bahu Nathan yang tiba-tiba melamun.
"Em....em....nggak apa-apa sayang, mas terpikir ucapan kamu barusan, kenapa ya Hanna dan Ollan jadi berubah begitu?"
"Biarin aja deh mas, nggak usah dipikirin. kita yang jalani hubungan ini, jadi kita yang tahu kuwalitas hubungan kita seperti apa, mereka tidak tahu apa-apa mas."
"Iya sayang, untungnya kamu mengerti. Mas bangga punya cewek kayak kamu."
"Ah....gombal" Wajah Adel tersipu malu, mendengar gombalan dari Nathan wajahnya menjadi merah bersemu.
Beberapa menit kemudian saat mereka sedang asying mengobrol, tiba-tiba Zaskia datang mengejutkan mereka.
Nathan yang menyadari kehadiran Zaskia terlihat menjadi canggung pada mereka berdua, Adel dan Zaskia.
"Kita mau bikin acara asyik nih mas, kamu ikut ya...." ucap Zaskia ia menatap wajah Nathan dan tersenyum miring di sudut bibirnya.
"Lain kali aja deh," Nathan menolak halus, dan posisi Adel masih memegangi tangannya.
"Ikut aja ya mas biar seru...." ucap Adel bersemangat.
"Iya mas, ikut yuk," Zaskia melirik Nathan ingin melihat exspresi kekasih gelapnya itu.
"Mati kamu mas, rasain." ketus Zaskia dalam hatinya.
"Mas nggak bisa sayang lain kali aja." Nathan tetap menolak.
"Oh ya, mas ke kamar dulu ya sayang, ada kerjaan yang harus mas selesaikan.
"Disini aja dulu mas, kami masih mau ngobrol sama kamu," Zaskia sengaja ikut menahan Nathan. Dia sengaja ingin mengerjai Nathan.
"Sialan! kenapa Zaskia juga bersikap seperti ini, huh sial." Nathan merutuk dalam hatinya dan menyesalkan sikap Zaskia yang seakan di sengaja untuk membuatnya salah tingkah.
"Pokoknya mas Nathan harus ikut nanti biar seru." kata Zaskia lagi seraya tersenyum sinis.
"Lain kali, deh," Nathan tetap menolak halus ajakan mereka. Tapi Adel masih saja memegangi tangannya.
"Payah!" Adel melepaskan pegangan tangannya. "Tapi benar ya, kapan-kapan mas ikut sama kita."
"Iya sayang....," Nathan mengusap rambut Adel dan di lirik sinis oleh Zaskia.
Mereka kembali duduk dan ngobrol, Adel dan Zaskia berhasil menahan Nathan yang berusaha terus menghindar dari mereka. Adel menahan Nathan karena ia masih ingin ngobrol dengan kekasihnya, karena ia lagi suntuk dan malas untuk kembali kekamar bertemu kedua sahabatnya itu.
Sementara Zaskia, ia sengaja menahan Nathan karena, ingin mengerjai Nathan dan sengaja membuat Nathan grogi.
Ollan dan Hanna keluar dari kamarnya, mereka berjalan menuju lobby dan tiba-tiba pandangan mata Ollan tertuju pada tiga orang yang di kenalnya, yaitu Adel, Zaskia, dan Nathan. Dalam pandangan Ollan mereka bertiga tampak akrab berbincang. Tentu saja Ollan merasa jijik melihatnya.
"Han....liat deh." Ollan menunjukkan mereka pada Hanna.
__ADS_1
"Iya Oll, sakit hati gue lihatnya," kata Hanna. Ia menatap tajam pada mereka.
"Bukan sakit lagi Han, ini udah bener-bener kelewatan, bisa-bisanya mereka membodohi Adel seperti itu."
"Gak rela banget gue, tapi gue bisa apa? Adel nggak mau mendengarkan nasehat gue."
"Sabar ya beb, pasti ada jalan keluarnya." Ollan mengusap punggung sahabatnya.
"Semakin gue nasehatin dia, dan dia nggak terima, malah menuduh gue yang nggak-nggak dan membela mereka, itu semakin membuat hati gue teriris, sakit....pedih rasanya." mata Hanna berkaca-kaca, ia sangat sedih dengan sikap Adel.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?"
"Entahlah, gue sudah menganggap Adel adalah adik gue sendiri. Apapun yang terjadi, terlepas dari sakit hati gue atas apa yang dia ucapkan, gue akan tetap menjaganya dan melakukan yang terbaik untuknya."
"Elo hebat Han, semangat!!!"
"Yuk kita samperin mereka." ajak Hanna.
"Hah, samperin mereka? oh....tidak-tidak. Gue malu kalau harus ribut-ribut dengan nenek sihir itu. Tuh lihat banyak orang."
"Ollan sayang, kamu dengerin baik-baik, kebohongan harus di balas dengan kebohongan juga. Kelicikan juga harus di balas dengan kelicikan, bukankah begitu tuan? ha....ha....ha...." Hanna tergelak dengan ucapannya sediri.
"Maksud elo?"
"Maksud gue, kita samperin mereka baik-baik, gabung dan ngobrol baik-baik dengan mereka, ya seolah nggak ada apa-apa hemmm, cocok elo rasa?"
"Cucok banget." Ollan pun berjalan melenggak-lenggok beriringan dengan Hanna menuju ke tempat di mana mereka Adel, Zaskia, dan Nathan duduk.
"Hai, mas Nathan, Adel, Zaskia, boleh kami gabung?"
"Tentu." jawab Nathan singkat, kedatanga mereka berdua membuat Nathan salah tingkah.
"Ngapain, elo mau ribut sama gue?" ucap Zaskia ketus.
"Dih, ngapain? kita orang berkelas nggak hobi tuh, ribut-ribut."
"Iya, ngapain ribut-ribut, kayak ngelabrak pelakor aja." sambung Ollan yang sengaja menyindir Zaskia.
"Apa elo bilang pelakor? elo bilang gue pelakor? gitu maksud elo?" Zaskia tampak kesal.
"Woi, siapa yang bilang elo pelakor? gue nggak sebutin nama elo, hah! kok elo yang sewot atau jangan-jangan...." Ollan sengaja mrnggantung ucapanya.
"Mas, Del....Zaskia ke kamar dulu ya, males gue lihat dua kecoak ini, sampai ketemu nanti malam." Zaskia pergi meninggalkan mereka dengan senyum palsu.
Hanna tidak tahan lagi melihatnya, " Zaskia!! berhenti disana. Gue belum selesai berbicara. Biar gue beri tahu, gue nggak akan membiarkan elo menyakit Adel."
Tepat setelah Hanna mengatakan itu, Adel menggandeng tangan Nathan dan membawanya pergi dari sana.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1