
Tampak di kamarnya Adel baru saja selesai bersiap-siap. Hari ini adalah hari dia akan menyerahkan sekripsinya. Perasaan antara senang dan bersemangat di rasakan Adel.
Setelah selesai berkemas Adel segera keluar kamarnya dan menghampiri mbak Sumi, asisten rumah tangganya.
"Pagi mbak,"
"Pagi non, sudah siap ya no? tanya wanita bertubuh gemuk bernama mbak Sumi itu.
"Siap mbak, mudah-mudahan Adel lulus ya mbak," sahut Adel.
"Non Adel pasti bisa, sarapan dulu non, mbak udah masakin nasi goreng kesukaan non Adel nih," tawar mbak Sumi.
Adel segera duduk. Mbak sumi mengambilkan nasi goreng ke dalam piring untuk Adel. Lalu menyodorkannya di meja. Kemudian meletakkan segelas susu di hadapan Adel.
"Mbak, duduk sini," panggi Adel.
"Ada apa non?" tanya mbak Sumi berjalan mendekat ke arah Adel.
"Sini mbak, sarapan dulu baru lanjutin kerjanya," tersenyum ke arah mbak Sumi.
"Nanti aja non, non Adel makan dulu aja," mbak Sumi tampak segan untuk menerima tawaran Adel.
"Nggak apa-apa mbak, temenin Adel makan," Adel menarik tangan mbak Sumi.
Akhirnya mbak Sumi menuruti permintaan majikannya, dan mereka pun menikmati sarapan bersama.
Gadis manis bertubuh tinggi semampai itu melirik ke arah jam dinding. Sudah hampir jam delapan pagi, tapi Nathan belum menghubunginya. Semalam Nathan sudah berjanji akan mengantarnya berangkat ke kampus.
"Kenapa mas Nathan belum sampai ya?" gumam Adel yang terdengar oleh mbak Sumi.
"Telepon aja non, mungkin mas Nathan nya lupa," seru mbak Sumi seraya berdiri membereskan meja makan.
"Emm, coba deh Adel telepon mbak,"
Mengeluarkan ponsel dari dalam tas, menekan nomer kontak bernama my honey, menekan pangilan, panggilan terhubung, tidak di angkat. Mencoba lagi, terhubung, di angkat lalu di matikan. Menghubungi lagi tidak tersambung nomer sudah tidak aktif.
"Aduh, apa yang terjadi? kenapa susah banget di hubungi?" wajah Adel tampak panik.
__ADS_1
Adel sudah tidak punya waktu lagi, ia harus tiba di kampus sebelum jam sembilan. Akhirnya ia pun memutuskan untuk membawa mobil sendiri.
"Mbak, Adel berangkat," serunya.
"Iya non, hati-hati ya," jawab mbak Sumi.
Turun dari lantai atas apartementnya Adel masuk dalam lift dan menekan tombol G lantai dasar apartementnya, tempat dimana para penghuni apartement menyimpan mobilnya.
Tiba di bawah Adel langsung mengeluarkan mobilnya. Memanaskan mesin sebentar lalu menancap gas, membelah jalanan kota yang begitu sibuk.
Di tengah-tengah perjalanan, Adel seperti melihat mobil Nathan. Tapi ia tak pasti, karena ia ngebut jadi tak begitu memperhatikan sekelilingnya ia fokus menyetir mobilnya menuju kampus.
Tiba di kampus. Adel memarkirkan mobilnya di halaman kampus. Lalu ia masuk menuju ruang akademiknya.
🔻🔻🔻🔻
Nathan di dalam mobilnya yang terparkir di pinggir jalan sedang berdebat dengan seorang wanita bertubuh sintal nan seksi dan menggoda, tak lain dan tak bukan ia adalah Zaskia sang penggoda.
Rupanya saat dalam perjalanan ke apartement Adel, Zaskia membuntutin Nathan dan minta sopirnya untuk menyerempet mobil Nathan sampai kaca spionnya terlepas. Merasa tak terima karena mobilnya di serempet dengan sengaja, Nathan pun berhenti dan turun dari mobilnya. Melihat kesempatan itu Zaskia langsung turun dan menghampiri Nathan.
Awalnya mereka berdebat di pinggir jalan. Karena malu dan takut di lihat orang yang di kenal atau wartawan, Nathan pun menarik tangan Zaskia membawanya masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil mereka terus berdebat. Dan saat Adel meneleponnya Nathan merasa takut dan panik hingga akhirnya ia pun mematikan ponselnya.
"Katakan mas, apa benar kamu mau tunangan dengan Adel?" Zaskia tampak begitu marah, ia memukul-mukul dada Nathan.
"Hububungan kita udah selesai Zas, tolong jangan ganggu aku lagi." jawab Nathan mengalihkan pembicaraan.
"Jawab yang aku tanya mas, jangan bicara yang lain!" bentak Zaskia.
"Sudahlah Zaskia, turun dari mobilku dan jangan ganggu aku lagi. Hubungan kita selesai," Nathan membuka pintu mobilnya sebelah Zaskia, tapi ia tetap duduk di tempatnya.
"Turunlah," ucap Nathan datar.
"Tidak, aku tidak akan turun mas. Aku nggak mau kita putus."
"Dari awal kamu tahu aku sangat mencintai Adel, jadi mengertilah, aku tak ingin menghianati Adel lagi."
__ADS_1
"Jadi benar kamu mau tunangan dengan Adel? lalu, bagaimana dengan aku mas? aku sangat mencintaimu mas." Zaskia kembali menitup pintu mobil.
Nathan menyetel bangkunya mundur ke belakang. Lalu menyenderkan kepalanya. Mendongak ke atas, ia tampak berpikir keras bagaimana caranya agar Zaskia tak lagi mengganggu hidupnya.
"Hhhhhheeeeemmmmm," ia menarik nafas dalam lalu membuangnya. Ia mengeluarkan kopernya, lalu mengambil selembar kertas cek dan menyerahkan pada Zaskia, "ini, tuliskan saja angkanya sesukamu, setelah itu menjauhlah dari hidupku."
Zaskia terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Nathan. Mulutnya ternganga, ia tak percaya orang yang di cintainya tega berkata begitu, tega menilai tubuhnya hanya dengan angka.
Zaskia yang dulu memang matre. Dan mau saja sama lelaki manapun. Bahkan dengan lelaki yang lebih tua sekalipun yang penting ia bisa mendapatkan uang banyak dan gaya hidupnya terpenuhi. Jika lelaki di hadapannya ini bukan Nathan, mungkin ia akan dengan cepat menerima uang itu dan menjauh dari kehidupan lelaki itu. Seperti yang dulu selalu ia lakukan pada lelaki-lelaki beristri yang pernah singgah padanya.
Tapi ini adalah Nathan. Zaskia mau dengan Nathan bukan lantaran status sosialnya, hartanya atau ketampanannya, tetapi Zaskia sudah begitu mencintai Nathan dan ingin milikinya. Di tambah lagi Nathan adalah pria kaya raya dari keluarga terpandang dan seorang pengusaha muda.
Di jamin kalau ia menikah dengan Nathan hidupnya tidak akan susah tujuh turunan. Dan lagi kalau ia bisa menikah dengan Nathan namanya pasti akan tersohor di kalangan artis.
Zaskia terdiam, lalu ia menangis tersedu. Di hadapan Nathan ia menyobek-nyobek kertas cek itu.
"Aku tidak butuh ini mas, aku butuh kamu, tega kamu mas,"
"Kamu kan tahu Zas, dari awal aku adalah pacarnya Adel yang kamu bilang sahabatmu,"
"Jadi kamu anggap aku ini apa mas, pelampiasanmu? iya? kalau begitu, kenapa kamu tidak tidur dengan Adel saja! kenapa tidur denganku?" Zaskia beteriak-teriak dengan bercucuran air mata.
"Kamu jangan menuntut apa-apa dariku, kamu bukan perawan suci ketika kita bertemu."
Degggg!!! jantung Zaskia berdetak kencang, nafasnya seakan berhenti, hatinya begitu sakit, perih yang luar biasa ia rasakan bagai tertusuk sembilu.
"Kamu jahat mas! kejam kamu."
"Salahmu sendiri, kenapa kamu menggodaku, aku laki-laki normal Zaskia. Sekarang terserah kamu, kamu mau terima uangku atau tidak aku akan tetap meninggalkanmu! Sekarang turunlah dari mobilku, aku akan menjeput Adel." ucap Nathan menegaskan, matanya menatap tajam pada Zaskia.
Karena hatinya sudah tercabik-cabik, Zaskia dengan emosi ia membuka pintu mobil Nathan, Lalu dengan cepat ia turun dari dalam mobil itu dan membanting pintunya dengan sekuat tenaga.
Zaskia berjalan menuju mobilnya, ia masuk dan menyuruh sopirnya untuk memutar arah dan segera meninggalkan tempat itu.
Sementara Nathan, ia pun tancap gas menuju apartement kekasihnya.
Bersambung......
__ADS_1