TEMAN MAKAN TEMAN

TEMAN MAKAN TEMAN
Awal petualangan sang casanova


__ADS_3

Adel menatap Andrew. Ia masih tak percaya Andrew blak-blakan melamarnya. Ia menatap lekat manik mata berwarna biru itu mencoba mencari jawaban disana. Mencoba menyelami apa yang terpancar dari sorot mata biru pemuda itu. Adakah kebohongan disana, dan dia tidak menemukan itu, justru yang ia lihat adalah sebuah ketulusan disana.


"Beri aku waktu untuk berpikir," kata Adel.


"Jangan lama-lama berpikirnya, cepat berikan jawabannya selagi kami masih disini biar sekalian aku meminta izin pada om dan tante," ucap Andre serius.


"Kamu tidak sedang menggobalkan?" tanya Adel seraya menautkan kedua alisnya.


Disaat Adel dan Andrew sedang saling menyelami perasaan masing-masing, keduanya lebih Saling mengenal dan semakin dekat.


πŸ”»πŸ”»πŸ”»


Flasback


🌼🌼🌼


Disisi lain Nathan sang mantan tunangan yang tidak jadi.


Nathan yang sedang duduk di teras rumahnya, seakan ingin melepas semua rasa gundah yang memenuhi rongga dadanya.


Entah sudah berapa botol minuman yang ia habiskan. Dan berapa batang rokok yang sudah di hisapnya. Tetap saja tak bisa menghilangkan kekacauan pikirannya. Ia merasa hidupnya saat ini sudah hancur.


Kumpulan asap rokok berputar-putar tertiup angin malam hingga akhirnya menghilang tanpa jejak. Des*han nafas keluar dari mulut Nathan.


Ia teringat peristiwa pertunangannya dengan Adel. Sungguh membuatnya sangat malu. Belum lagi setelah kejadian itu ia selalu di kejar-kejar wartawan. Setiap ia bertemu wartawan pasti selalu di kejar dan di berondong berbagai macam pertanyaan.


"Kenapa batal tunangan?"


"Kenapa menikahi Zaskia bukan Adel?"


Seperti itulah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut wartawan-wartawan itu.


Bahkan pernah ada wartawan yang terang-terangan mendatangi kantor dan rumahnya. Dia merasa kuwalahan mengadapi wartawan-wartawan itu.


Sementara Adel adalah tokoh utama dari kisah asmara mereka, tapi justru adel selamat dari kejaran wartawan. Karena ia memilih berlibur ke luar negri dan menunda untuk kembali ke Jakarta. Adel sengaja melakukan itu. Ia ingin berita tentang asmaranya redup baru ia akan kembali ke Jakarta.


Nathan tampak sangat frustasi. Ia menyesali pernikahanya dengan Zaskia. Ia teringat malam itu malam pertama pernikahannya, ia pergi meninggalkan Zaskia sendiri. Ia pergi membawa mobilnya ke mana saja tanpa tujuan.


Hingga malam itu ketika malam semakin larut, ia berhenti di depan sebuah club malam. Nathan memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam club malam. Nathan duduk di kursi, tepat di hadapan bartender.


Disana ia memesan minuman pada seorang waiters. Waiters pun datang membawakan minumannya. Ia lalu menyesap minumannya perlahan. Ia duduk sendiri menikmati minumannya sambil mendengarkan dentuman musik dj yang begitu keras seakan memekakkan gendang telinga.


Seorang lelaki yang gayanya seperti gay menghampiri Nathan.


"Tuan, anda sendirian?" tanya lelaki itu.

__ADS_1


Nathan menaikkan sebelah alisnya. Ia menatap lelaki di sampingnya dengan rasa tak percaya.


"Aku memang sendirian, tapi aku juga tidak butuh kamu temani. Maaf aku tidak selera pada laki-laki," ucap Nathan yang awalnya keras, lalu di kalimat terakhir ia setengah berbisik.


Lelaki itu menegakkan punggungnya, lalu memundurkan kepalanya sedikit kebelakang.


"Maaf tuan, saya juga tidak selera dengan anda," ucapnya.


"Lalu?" tanya Nathan dengan rasa geli menatap lelaki itu.


"Tuan, apakah anda melihat sekelompok para gadis di ujung sana? mereka cantik-cantik dan bisa di suruh apa saja, pelayanan mereka tidak di ragukan lagi, apakah anda menginginkan salah satu di antara mereka?"


Nathan menaikkan alisnya. Ia menatap ke arah sekelompok wanita cantik dengan pakaian yang sangat seksi.


"Kenal kan tuan namaku Boy, jika anda mencari teman kencan saya bisa membantu." ucap lelaki itu seraya mengulurkan tangannya ke arah Nathan


Nathan menyambut uluran tangan dari Boy, "Nathan," ucapnya.


"Bisa kamu panggil wanita-wanitamu itu kemari?"


"Tentu saja tuan jika anda menginginkan."


Boy mendatangi para wanita itu, lalu menggiringnya ke hadapan Nathan.


"Kamu bisa menemaniku, siapa namamu?" Nathan menunjuk salah satu wanita seksi itu. Ia memilih wanita yang paling cantik dari yang lain. Yang bertubuh tinggi semampai dan rambutnya bergelombang. Jika di lihat dari belakang maka gadis itu memiliki bodi yang hampir mirip dengan Adel.


Kini wanita yang lainnya bubar. Tinggal Nathan dengan satu orang wanita. Wanita itu mengulurkan tangannya pada Nathan.


"Sandra," ucapnya.


Malam itu Nathan kembali bergairah, tapi kali ini bukan bersama Zaskia melainkan Sandra.


"Vodca, please," ucap Nathan pada sang bartender saat ia meneguk minuman terakhirnya.


"Alright Sir," sang bartenter pun memberikan vodca pada Nathan dan juga Sandra.


Nathan kembali menegak Vodcanya. Kali ini di temani Sandra. Entah sudah berapa gelas ia menghabiskan minuman, ia tidak perduli. Ia beranggapan, dengan minum semua beban yang ada di pikirannya akan bisa hilang.


"Sepertinya, anda terlihat begitu kesepian tuan?"


"Iya, aku sangat kesepian itulah alasan aku ada disini, dan tugasmu untuk menjadikan aku agar tidak kesepian lagi."


Setelah bicara seperti itu. Mereka berpelukan dan bibir mereka saling bertautan. Nathan mulai melu*at bibir mungil Sandra dengan lembut ia membayangkan melakukannya dengan Adel. Tangannya pun tidak diam, tangannya mereba ke semua daerah sensitif Sandra.


Sandra tidak mengira, lelaki yang di temaninya yang awalnya dingin dan cuek. Ternyata bisa se agresif itu. Sampai Sandra pun kuwalahan mengatasinya.

__ADS_1


"Jangan disini tuan, Ayo kita ke hotel."


"Baiklah, ayo." Nathan melepaskan pelukannya dan menjawab ajakan Sandra dengan suara ngos-ngosan. Nafasnya memburu seakan ingin mengajak Sandra berlari secepat mungkin.


Nathan membayar semua bil nya. Setelahnya mengajak Sandra keluar dari club. Lalu menaiki mobilnya menuju hotel yang terdekat.


Di dalam hotel Nathan langsung menyerang Sandra dengan buas. Seperti singa yang kelaparan ia menelanjangi wanita bayarannya itu dengan kasar lalu membuka seluruh pakaiannya sendiri.


"Lakukanlah tuan Nathan, aku milikmu malam ini," ucap Sandra seraya tersenyum nakal pada Nathan.


"Ahh, Sandra. Kamu nakal sekali! Aghhh," Sandra memainkan lidahnya di leher bahkan sampai ke telinga Nathan.


Nathan mendorong tubuh Sandra ke atas ranjang. Lalu ia menindihnya dan meluma* put*ng pay*dar*nya. Bahkan Nathan menyusu padanya layaknya bayi yang sedang kehausan.


Kedua pay* dar* Sandra sangat besar padat dan kenyal, Nathan sangat menyukainya. Dia pun terus memain-mainkan kedua bola besar itu dengan bengis. Sementara Sandra, ia hanya bisa pasrah atas kehendak lelaki yang telah membayarnya itu.


"Lakukanlah sekarang tuan, aku sudah tidak tahan," Sandra melebarkan kedua kakinya, dan jemarinya mulai liar menyentuh tubuh pria di hadapannya itu.


"Baiklah," Nathan menyeringai.


Jemari Nathan menyusup ke dalam milik Sandra, "udah basah sayang."


Tanpa menunggu aba-aba Nathan langsung mengarahkan miliknya ke milik Sandra.


"Hhhmmmhh, Kamu nikmat sekali Adel," lirih Nathan. Saat ia menikmati tubuh sandra ia membayang Adel lah yang di tidurinya.


Sandra tidak peduli apa yang di ucapkan Nathan. Yang penting baginya hanya uang.


"Ah, ini luar biasa, ini sungguh nikmat sayang, Adel aku mencintaimu ohhh ahh," Sepanjang pergulatan panasnya dengan Sandra Nathan terus meracau menyebut nama Adel.


"Ahhhh Adel," tubuh Nathan tersentak dan ia segera mencabut milihnya dan mrnumpahkanya di mana saja saat ia mencapai puncaknya.


Setelah membersihkan dirinya dan memakai kembali pakaiannya, Nathan melemparkan lembaran uang seratus ribuah yang jumlahnya lumayan banyak. Ia melemparnya ke tubuh Sandra, lalu pergi begitu saja meninggalkan hotel itu.


🌼🌼🌼🌼


Nathan masih duduk dengan gundah di teras rumahnya, Saat ia membayangkan percintaannya dengan Sandra wanita yang di bayarnya untuk melayani hasratnya saat malam pertama pernikahannya dengan Zaskia.


Kebenciannya terhadap Zaskia begitu besar, hingga mampu merubah dirinya. Dan obsesinya terhadap Adel pun menjadi begitu gila hingga ia selalu mencari wanita-wanita malam yang mempunyai ciri-ciri seperti Adel untuk di tidurinya.


Malam ini Nathan kembali menghubungi Boy, sang mucikari andalannya.


"Siapkan wanita seperti biasa untuk malam ini,"


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2