
Setelah menghubungi Boy sang mucikari andalannya, Nathan pun bergegas bangkit dari duduknya dan mempersiapkan dirinya untuk pergi dari rumah.
Zaskia yang baru kembali dari acara sosialitanya, Ia melihat mobil suaminya terparkir di garansi mobil. Hatinya sangat senang. Karena sudah tiga hari Nathan tak pulang ke rumah mereka.
"Ah mas Nathan sudah pulang," gumam Zaskia sambil tersenyum.
Lalu Zaskia masuk dan ketika ia baru masuk ke ruang tengah, di liatnya Nathan yang telah rapi dan mengambil kunci mobil.
"Mas, mas Nathan mau kemana?" tanya Zaskia menghampiri suaminya. Ia ingin bergelayut manja dilengan suaminya, tapi baru saja Zaskia menempelkan kepalanya di lengan Nathan, dengan sekejab Nathan langsung menyingkirkannya.
"Harus berapa kali ku katakan, aku bosan, muak harus melihatmu terus menerus!" kata Nathan skeptis.
Zaskia sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu dari Nathan, yang ia yakini jika Nathan sengaja melakukan itu untuk membuatnya menjauh.
"Mas, jangan pergi, aku merindukanmu, setidaknya demi bayi kita."
"Jangan jadikan alasan apapun atas nama bayi kita, aku ada urusan bisnis! aku harus pergi sekarang," ketus Nathan.
"Mas, sudah tiga hari mas nggak pulang, WA ku mas abaikan, bahkan panggilan teleponku pun mas tolak," ucap Zaskia.
Tanpa peduli dengan wanita yang berstatus istrinya itu, Nathan segera pergi meninggalkan Zaskia yang terus menatapnya dengan nyalang.
Tangan Zaskia mengepal kuat saat tubuh suaminya sudah tak terlihat lagi dari pandangannya.
"Dulu saja, dia memperlakukanku bak seorang ratu tapi sekarang dia menganggapku bagaikan seonggok sampah, sial! tak akan ku biarkan keadaan ini berlangsung lama, bahkan sejak menikah sampai sekarang dia belum menyentuhku, awas saja kamu mas, bukan Zaskia nama ku kalau tidak bisa membuatmu bertekuk lutut padaku," Zaskia berbicara sendiri dengan kesal, seolah-olah Nathan ada di hadapannya.
Semenjak mereka menikah Nathan memang ogah menyentuh istrinya itu. Hatinya masih merasa kesal dan tidak terima dengan perlakuan Zaskia yang terkesan menjebak untuk mendapatkannya.
Nathan yang telah tiba di hotel yang di pesan oleh Boy pun, segera ke bagian recepsionis untuk mengambil kunci kamarnya. Sesampainya di dalam kamar ia masuk lalu melemparkan jaket yang di pakainya ke atas sofa.
Nathan membaringkan tubuhnya. Ia menanti wanita pesanannya. Tak berapa lama bel di kamar itu berbunyi Nathan bangkit dan membuka pintu.
"Masuk," ucapnya.
Seorang pria dengan dandanan yang necis tapi klimis dan di belakang seorang wanita cantik, dengan rambut tergerai dan bola mata berwarna biru. Sepertinya dia belasteran, karena dia memiliki wajah ke bule-bule an.
"Sesui yang tuan inginkan," ucap pria itu yang ternyata adalah Boy sang mucikari, Boy berkata sambil memutar tubuh wanitanya.
Nathan mengangguk. Lalu menyerahkan sejumlah uang pada Boy. Boy pun pergi meninggakan Nathan bersama wanita itu setelah ia mendapatkan bayarannya.
__ADS_1
"Siapa namamu?" ucap Nathan seraya membawa wanita itu dalam pangkuannya.
"Biaca," jawab wanita itu.
"Bianca, puaskan aku malam ini, hhhhmmm," kata Nathan dengan suara mendesa* karena Bianca yang menggosok-gosokkan panta* nya ke senjata Nathan.
Permainan panas antar lelaki dan wanita dewasa pun di mulai.
Seperti biasa dengan beringas Nathan mencumbui wanita bayarannya.
"Hhhhh_aahhhh," desa*an terus keluar dari mulut Bianca, saat kejan*anan besar milik Nathan bergerak liar menusuk miliknya.
"Ih, iya tuan, lebih cepat lagi ahhhh hhhmm," jerit Bianca dengan tubuh yang bergetar hebat.
Permintaan Bianca di balas Nathan dengan tusukan yang lebih brutal dan mengganas. Hingga tak lama kemudian tubuhnya bergetar hebat tanda ia akan mencapai pelepasanya.
Seperti biasa setelah selesai Nathan akan meninggalkan wanita bayarannya itu dengan melemparkan sejumlah uang sebelum ia pergi.
Jika kehidupan Nathan dan zaskia sekarang penuh dengan problematika dan bahkan kehidupan rumah tangganya juga jauh dari kata bahagia. Berbeda dengan kehidupan Adel sekarang. Adel begitu bahagia di kelilingi oleh keluarga yang sangat menyayanginya. Di tambah kehadiran Roxana dan Andrew yang telah memberi warna tersendiri dalam hidupnya.
🔻🔻🔻
Sudah lima hari Roxana dan putranyw berada di Jogja. Selama lima hari itu, Adel menemani mereka pergi ke berbagai tempat wisata. Mereka pergi ke candi borobudur, candi perambanan dan beberapa tempat menarik lainnya juga tak luput dari kunjungan mereka.
Setelah puas berwisata ke berbagai tempat di Jogja, Roxana pun berencana untuk pulang ke Jakarta. Apalagi Gunawan, Suaminya sudah sibuk menelepon menyuruh mereka pulang.
Wajar saja jika Gunawan merasa bingung dengan yang di lakukan anak dan istrinya yang tiba-tiba ke Jogja setelah kembali dari Paris.
Malam itu Andrew duduk di teras di temani oleh Adel.
"Hemmmm, Adel, apakah jalan Malioboro itu menarik?" tanya Andrew.
"Cukup menarik, apalagi kalau jalan-jalan malam, seru banyak orang," jawab Adel.
"Apakah kita bisa kesana malam ini, besok sore kami sudah kembali ke Jakarta," Andrew mengatupkan kedua tangannya, memohon pada Adel untuk membawanya ke sana.
"Hemmm, baiklah tuan Andrew," Adel menggoda Andrew.
"Kalau begitu ayo kita kesana sekarang," senyum bahagia langsung terpancar dari wajah tampan pemuda itu.
__ADS_1
"Eh, tapi ada syaratnya,"
"Apa syaratnya?"
"Kamu harus traktir aku makan pecel lele," jawab Adel seraya tersenyum manis di hadapan Andrew.
"Kamu beneran suka lele?" Andrew menautkan alisnya tak percaya.
"Udah, cepat panggil tante sana, mau pergi apa enggak?"
"Kita berdua saja," Andre mengangkat tangannya dan memberi isyarat dua jari pada Adel.
Setelah itu mereka pun pergi ke jalan Malioboro dengan menaiki taxi. Adel sengaja tidak membawa mobil karena jarak jalan Malioboro dari rumahnya tidak begitu jauh. Jadi dia tidak mau repot-repot membawa mobil. Apalagi nanti sesampai di sana mereka akan berkeliling dengan jalan kaki.
Dalam hitungan menit akhirnya mereka sampai di jalan Malioboro.
Andrew bersorak gembira begitu mereka turun dari taxi. Ia begitu senang menikmati udara malam di ikon kota Yogyakarta itu.
Tapi lebih tepatnya ia senang lantaran bisa jalan berduaan dengan gadis pujaannya. Bukan tanpa tujuan Andrew mengajak Adel kesitu, tapi ia berniat ingin menanyakan jawaban Adel atas pernyataan cintanya waktu itu. Ia ingin dapat jawaban dari Adel malam ini juga, karena besok sore dia harus kembali ke Jakarta.
Untuk jalan Malioboro itu seperti apa, sebenarnya Andrew sudah tahu. Dia sudah melihatnya di internet sebelum bertanya pada Adel. Dia hanya pura-pura tidak tahu, untuk memancing Adel agar mau keluar berdua dengannya.
Begitu turun dari taxi, Adel langsung mengarahkan Andrew ke warung pecel lele. Andrew sendiri dia geli melihat ikan lele, apalagi memakannya. Tapi demi menghargai Adel dan menyenangkan pujaan hatinya dia pun menuruti kemauan Adel.
Setelah selesai makan, mereka pun duduk-duduk di taman sekitaran jalan Malioboro, menikmati udara malam yang segar.
Disaat sedang duduk di bangku taman, bangku yang terbuat dari besi memanjang itu mereka berdua duduk dalam satu bangku.
Adrew meraih tqngan Adel dalam genggamannya dan menatap Adel dalam.
"Del, apa jawabannya?" tanya Andrew serius.
Adel terkejut mendapat perlakuan manis sekaligus mendengar pertanyaan Andrew.
"Hem, maksudnya?"
"Aku menagih jawaban dari mu Del, mau kah kamu menjadi istriku?" Andrew menatap lekat ke dalam menim mata gadis pujaannya. Dada nya berdebar kencang menanti jawaban gadis yang yang di cintainya.
__ADS_1
Bersambung.....