TEMAN MAKAN TEMAN

TEMAN MAKAN TEMAN
Rencana tunangan


__ADS_3

Setelah Ollan dan Hanna pulang duluan, Adel merasa sahabatnya telah berubah. Biasanya mereka akan pulang bersama-sama atau bahkan mereka berdua biasanya menginap di apartement Adel.


Adel menarik nafas panjang lalu menghembuskanya perlahan. Ia berjalan menuju bu Dewi dan pak Johan untuk berpamitan.


"Om, tante...., Adel pulang duluan ya." ucap Adel.


"Tunggu sayang, sebentar lagi sopir dan Jodi akan datang kami bertiga akan pulang dengan sopir. Dan Nathan akan mengantarmu pulang dengan Jodi nanti." kata bu Dewi.


"Begitu ya tante,"


"Iya dong, masa tante biarin calon menantu tante pulang sendiri malam-malam begini." senyum bu Dewi mengembang, sangat manis di bibirnya yang mungil itu.


Tanpa disadari percakapan mereka di dengar dan di lihat oleh Zaskia dan Seira. Ada rasa Jealous di hati Zaskia melihat Adel di perlakukan dengan manis oleh keluarga Nathan.


Zaskia menghampiri mereka dan berpamitan.


"Tanteee, Zaskia dan Seira pulang dulu ya tante, om, mas Nathan....., Nadia, semuanya kami pulang yaaaa." Zaskia berbicara dengan gaya manjanya, tak lupa ia pun cipika-cipiki dengan semua orang yang ada disana.


"Iya, Zaskia hati-hati ya, terimakasih untuk waktunya." ucap bu Dewi.


Dengan kesal Zaskia melangkah meninggalkan mereka dengan memberikan senyum palsunya sebelum ia benar-benar pergi.


Hatinya sangat dongkol, " bisa-bisanya mereka tak perduli padaku, huh awas saja." gerutunya.


Zaskia pun menyetop taxi yang lewat lalu pulang ke rumahnya dengan adiknya. Ia tak mau berlama-lama disana. Apalagi sampai menyaksikan Nathan mengantar Adel pulang. Ia benar-benar tak ingin melihatnya.


sopir keluarga Nathan dan juga Jodi sudah tiba di airport. Bu Dewi, pak Johan, dan Nadia menaiki mobil yang di bawa sopir pribadi mereka. Sedangkan Nathan dan Adel menaiki mobil yang di bawa Jodi, orang kepercayaan Nathan.


Mobil yang di tumpangi Adel dan Natha melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan kota Jakarta menuju apartement Adel.


Adel duduk bersandar di lengan Nathan. Mereka tampak bahagia. Sesekali Jodi memperhatikan dari kaca di depannya. Mereka terlihat begitu serasi.


Sampai di depan apartement Adel, Nathan membukakan pintu mobil untuk kekasihnya. Perlakuan Nathan memang sangat manis dan romantis terhadap Adel. Hal itu pula yang membuat Adel yakin bahwa Nathan tidak mungkin selingkuh darinya.

__ADS_1


Nathan mengecup mesra kening Adel.


"Selamat malam sayang, sampai di dalam langsung istirahat ya, sampai jumapa" ucap Nathan.


"Sampai jumpa mas."


Nathan masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Jodi. Saat di kantor jodi adalah pegawainya. Tapi saat di luar mereka adalah teman baik.


"Adel polos banget ya," seru Jodi.


"Iya dia sangat polos dia juga tidak seperti kebanyakan artis-artis lain, dia itu masih suci Jod." kata Nathan.


"Jadi elo, belum pernah sentuh dia?"


"Belum, dan aku juga tidak ingin merusaknya, aku ingin menikahinya, dia gadis baik-baik dan dari keluarga yang terpandang."


Sebelumnya Nathan sudah pernah cerita hubungannya dengan Zaskia pada Jodi. Sebagai teman dan sesama lelaki hal yang wajar jika Nathan sering menceritakan masalah pribadinya pada Jodi. Berawal saat dia ke puncak dengan Zaskia waktu itu. Jodilah yang di serahin tanggung jawab perusahaan oleh Nathan. Dan karena itu Jodi banyak bertanya pada Nathan waktu itu dan akhirnya Nathan menceritakan semuanya yang akhirnya membuat Jodi jadi tahu semua soal hubungan Nathan dengan Zaskia dan juga dengan Adel.


"Itulah Jod, aku juga pusing mikirin ini, aku tidak mencintai Zaskia, aku hanya mencintai Adel."


"Lalu kenapa kamu berhubungan dengan Zaskia? kamu sendiri yang membuat rumit hidupmu."


"Entahlah aku sadar, aku memang salah, Saat itu Zaskia hadir dan menggodaku, dan aku terjerumus semakin dalam dengannya. Sekarang aku menyesal."


Jodi mendengarkan semua keluh kesah Nathan. Dia tau temannya itu butuh orang untuk menasehatinya.


"Kita cerita di kafe saja, Sambil minum kopi, aku sedang menyetir nggak bisa konsen dengerin ceritamu." kata Jodi sambil terus menyetir mobilnya.


"Oke." jawab Nathan singkat.


Mobil melaju terus hingga beberapa menit. Lalu berhenti di sebuah kafe. Nathan dan Jodi keluar dari dalam mobil. Mereka duduk di ruangan terbuka dan memesan dua gelas kopi.


"Nhat, kamu dengerin saran aku, sebaiknya kamu jauhi Zaskia, bila memang kamu tidak mencintainya." Jodi menyeruput kopi panas di gelasnya.

__ADS_1


"Bagaimana caranya? dia selalu saja muncul, dan terus seperti mengikutiku aja." kata Nathan, seraya menuguk kopinya.


"Kamu menghindar aja mulai dari sekarang."


"Sulit Jod, dia suka tiba-tiba datang dan memberikan tubuhnya dengan segala cara dia membuatku nggak bisa menghindarinya."


"Blokir aja nomornya, dan lebih dekatkan dirimu ke Adel aja. kalau bisa kamu ajak Adel tunangan aja. Mungkin Zaskia akan menjauh jika dia tahu kamu sudah bertunangan dengan Adel."


Nathan memijit pelipisnya, dia merasa setres dengan masalah yang di hadapinya saat ini.


Jodi menatap Nathan dengan mengerutkan keningnya, menunggu jawaban Nathan, apakah Nathan setuju dengan usulnya atau tidak.


"Hhhhhmmmmm.....," Nathan menarik nafasnya dalam-dalam dan melepaskanya perlahan, "Idemu boleh juga, kalau bisa akupun ingin cepat menikahi Adel."


"Nah gitu, ambil keputusan yang tegas jangan plin-plan." Jodi mengarahkan Jempolnya pada Nathan.


"Iya Jod, aku takut Adel tahu hubunganku dengan Zaskia lalu memutuskan hubungan kami, aku takut dia meninggalkanku Jod, aku sangat mencintainya." ucap Nathan, raut wajahnya menggambarkan sebuah harapan yang besar.


"Makanya, kamu harus cepat mengikatnya sebelum dia pergi meninggalkanmu." Jodi melihat serius ke arah Nathan seraya meneguk kopinya untuk yang terakhir kali, karena tanpa terasa obrolan dua laki-laki dewasa ini cukup memakan waktu. Sampai kopi dalam gelasnya pun sudah habis tak tersisa.


"Iya Jod, aku akan coba mengikuti saranmu, sekarang aku sudah sangat takut kehilangan Adel, apalagi kedua sahabatnya, Ollan dan Hanna sudah mulai curiga, dan menginginkan aku memutuskan hubungan dengan Adel." pikiran dan hati Nathan sekarang di penuhi dengan penyesalan.


Nathan menyeruput kopi terakhirnya. Lalu Jodi berdiri dan menepuk pundaknya.


"Sudahlah kawan, sekarang kumpulkan keberanianmu dan sampaikan niat baikmu pada Adel untuk mengajaknya bertunangan. Jika dia sudah setuju, maka tinggal kamu sampaikan saja niatmu pada kedua orangtuamu, aku yakin om Johan dan tante Dewi pasti sangat setuju."


Jodi tersenyum lalu bangkit dari tempat duduknya, "Ayo kita pulang, kamu pasti lelah, jangan banyak berpikir ikuti saja apa yang ku bilang tadi."


"Baiklah, ayo." Nathan pun berdiri. Lalu mereka berjalan beriringan menuju meja kasir untuk membayar minumannya.


Setelah selesai mereka kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya. Jodi mengantar Nathan pulang ke rumah. Lalu ia sendiri pulang ke rumahnya yang berlokasi tak jauh dari rumah Nathan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2