TEMAN MAKAN TEMAN

TEMAN MAKAN TEMAN
Bercinta dengan Zaskia


__ADS_3

Nathan menahan pergelangan tangan Zaskia. Ia lalu membalikkan tubuh Zaskia menghadap ke arahnya. Menarik pinggang wanita itu dan merapatkan tubuh mereka.


Nathan bisa mendengar detak jantung Zaskia yang bertalu seperti genderang mau perang. Begitu pun sebaliknya, detak jantung Nathan tak bisa berbohong kalau sebenarnya ia begitu ingin menyentuh Zaskia.


Setelah mereka saling berhadapan, Nathan langsung mencium bibir tebal dan seksi milik Zaskia. ******* semakin dalam semakin liar hingga ke rongga-ronga mulut Zaskia. Lidah Nathan menari-nari disana. Dan menciptakan desaha* - desah** manja dari mulut Zaskia.


"Hhhhmmmm, ahhh mas,". desah Zaskia.


"Aku menginginkannya," ucap Nathan.


Suara Nathan terdengar begitu seksi di telinga Zaskia. Hingga membuat darahnya berdesir. Zaskia meraba-raba ke bawah mencari milik Nathan. Mengusap-usap dengan lembut dari luar celana yang berbahan sutra itu. Sungguh tingkah Zaskia itu menjadikan sensasi tersendiri bagi Nathan.


Tak berhenti disitu, setelah Nathan melepaskan bibirnya, tiba-tiba Zaskia berjongkok di bawah Nathan. Ia mengecup perut Nathan dari balik kemejanya. Kecupan Zaskia semakin turun hingga berada tepat di depan pusakanya. Dan membuat Nathan menginginkan lebih.


"Lakukanlah untuk yang terakhir kalinya, jika kamu menginginkannya mas, aku sangat merindukanmu." ucap Zaskia, sambil tangannya terus bekerja membuka tali pinggang dan celana Nathan. Hingga benda pusaka yang telah berdiri kokoh itu tepampang jelas di hadapannya.


Nathan yang sudah tidak tahan segera menggangkat tubuh Zaskia ke atas ranjang. Dan dengan brutal ia membuka seluruh pakaian Zaskia. Kemudia membuka kemejanya sendiri.


Rasa marah dan juga kesal yang di mereka rasakan sebelumnya, melebur bersama penyatuan keduanya.


"Mas, please," pinta Zaskia yang ingin mendapatkan lebih dari sekedar permainan seperti itu. Bisikan Zaskia, benar-benar telah membangkitkan sesuatu yang liar pada diri Nathan.


Jika Nathan bisa mendapatkan segala bentuk kepuasan dari Zaskia, kenapa ia ingin menikahi Adel? Nathan teringat Adel, ia mengurai pelukannya, ia melihat kabut gairah di mata Zaskia. Dia sangat tahu jika Zaskia selalu menginginkannya. Wanitanya itu tak pernah bisa menolak sentuhannya. Zaskia menatap Nathan seolah mendamba. Tak ada yang lebih dia inginkan saat itu selain selain setuhan dari Nathan.


Berkali-kali mereka melakukannya. Seakan mereka tak pernah puas satu sama lain. Apalagi Nathan yang tanpa sadar telah meminum obat perangsang yang di berikan Zaskia. Dirinya begitu bergairah malam ini bersama Zaskia. Dia bahkan tidak perduli kalau saat itu ia berhubungan dengan Zaskia tanpa memakai pengaman.


Satu ronde, dua ronde, tiga ronde terus berlalu. Pada akhirnya mereka berdua tertidur dalam kepuasan dan sekaligus dengan kelelahan. Dan akhirnya mereka menginap di hotel itu sampai pagi.


Saat pagi tiba Nathan membuka matanya. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur dan bukan di kamarnya melainkan di kamar hotel bersama wanita yang sudah berusaha ia hindari dan ia lupakan. Tapi saat ini ia malah meniduri wanita itu kembali. Bahkan begitu nikmatnya ia rasakan semalam.


Nathan mengangkat tangannya yang melingkar di pinggang Zaskia dengan pelan. Ia tak ingin wanita itu terbangun sebelum ia pergi.


"Emmm,mas," Zaskia yang rupanya telah bangun duluan sebelum Nathan pun menahan tangannya.


"Eh, kamu sudah bangun," ucap Nathan canggung.


Zaskia bangun lalu mengambil handuk dan melilitkannya ke tubuhnya yang polos. Lalu memberikan handuk untuk Nathan. Nathan menerima handuk dari tangan Zaskia dengan pandangan yang tak berkedip menatap Zaskia yang bersikap baik padanya. Dan tidak lagi menuntut apa-apa.

__ADS_1


Zaskia duduk di tepi ranjang.


"Mandilah sebelum pergi mas, aku tidak akan mengganggumu lagi." ucap Zaskia.


Nathan merasa terharu dengan sikap Zaskia. Lalu ia datang menghampiri Zaskia.


"Maafkan aku ya," ucap Nathan, seraya mengambil tangan Zaskia meletakkan di pangkuannya dan menggegamnya.


Zaskia menatap lekat pada Nathan, "Nggak apa-apa mas, ini semua salahku yang telah mencintaimu, aku tidak pantas untukmu, Adel lah yang berhak mendapatkan cintamu," Zaskia meneteskan air mata kesedihannya.


Nathan merengkuh tubuh Zaskia dan membawanya dalam pelukannya. Zaskia mengendus leher Nathan dan memainkan lidahnya disana.


"Egggghhhh," lenguh Nathan.


"Mau mandi bersama?" tanya Zaskia. Lalu ia berdiri dan membuka handuknya, kemudian berjalan dengan polos ke kamar mandi.


Nathan menarik nafasnya, Lalu mengikuti Zaskia dari belakang, ia membuka dan melemparkan handuknya ke ranjang.


Di dalam kamar mandi pergulatan panas dengan berbagai adegan terjadi lagi. Hingga ketika akan mencapai puncaknya Nathan mencabut miliknya dan membuang cairannya ke lantai. Saat itu ia baru teringat sesuatu, lalu bertanya pada Zaskia, "apa semalam aku juga membuangnya di luar?"


"Aku tidak tahu mas," jawab Zaskia. ia menoleh ke lain arah dan membuang senyum liciknya disana.


Nathan panik, Zaskia yang melihat itu, lalu menghampiri Nathan.


"Angkat saja mas, nggak apa-apa aku tidak akan mengganggu." ucap Zaskia.


Nathan percaya pada Zaskia, ia melihat tidak ada lagi tekanan dan tuntutan dari Zaskia. Nathan pun mengangkatnya. Ia memilih duduk di sofa agak tak menampakkan bahwa dia berada di kamar hotel.


Dia hanya berbicara sebentar dengan Adel, Sekedar saling menyapa mengucapkan selamat pagi, lalu Adel menanyakan Nathan ada dimana. Dan Nathan pun menjawab kalau dia sedang di rumah dan buru-buru akan ke kantor karena ada rapat penting. Nathan sengaja berbohong agar Adel mengakhiri panggilannya. Nathan takut Adel curiga.


🔻🔻🔻🔻


Kota Jogja


Sementara Adel di kamarnya, dia tampak gelisah, Ia seperti melihat gelagat lain dari Nathan. Ia merasa Nathan menutup-nutupi sesuatu. Dan tempat Nathan duduk tadi seperti bukan di rumah. Cat tembok dan juga sofa itu berbeda dengan rumah Nathan yang pernah dia kunjungi beberapa kali.


"Ah, udahla, mungkin itu di bagian lain rumah mas Nathan yang belum pernah terlihat olehku, aku nggak boleh curiga gini sama calon tunanganku," lirih Adel.

__ADS_1


Adel tak menyadari kalau ada asisten rumah tangganya di kamar itu, yang sedang merapikan bajunya di lemari. Asisten itu mendengar Adel bicara sendiri. Lalu ia pun berkata pada Adel, "Ada apa non? bibi dengar non Adel curiga sama tunangan non ya?" ucap bik mimi, asisten rumah tangga yang sudah bekerja dari Adel masih kecil.


Adel memang dekat dengan bik Mimi. Bik Mimi pun tidak ada rasa canggung saat bicara dengan majikannya itu.


"Nggak usah curiga-curiga gitu non, nggak baik, kalau non sudah niat mau tunangan, itu artinya non sudah yakin dengan calon tunangan non itu, jadi jangan curiga-curiga lagi , nggak baik begitu non. biasanya kalau orang mau nikah atau tunangan memang gitu, suka di kasih ujian dan godaan sama Tuhan, tuh contohnya non tiba-tiba curiga aja. Kasihan nanti calonnya non," bik Mimi panjang lebar memberi nasehat pada Adel.


"Emmmm, iya bik," Adel manggut-manggut. Ia menjadi lebih tenang setelah mendengar penuturan bik Mimi.


🔻🔻🔻🔻


Di kamar Hotel.


Nathan menatap lekat pada Zaskia. Sekarang ia sudah benar-benar yakin kalau Zaskia tidak akan mengganggu hubungannya dengan Adel lagi. Tapi sekarang Nathan malah merasa kasihan pada Zaskia.


Saat akan keluar kamar ia memeluk erat Zaskia. Ia pun melihat Zaskia meneteskan air mata.


"Ambil ini, ini milikmu," Nathan menyerahkan koper berisi uang itu ke tangan Zaskia. Zaskia menerima koper itu lalu mereka keluar kamar bersama.


Sebelumnya Zaskia sempat berkata, "Mas keluar aja duluan, takut ada yang melihat." ucap Zaskia.


"Nggak apa-apa kita sama-sama keluar aja, nanti sampai lobby baru kita pisah," jawab Nathan.


"Oh, ya udah kalau gitu mas."


Saat mereka tiba di lobby tanpa sengaja mereka berpapasan dengan dua orang yang sangat mereka kenal.


"Eh, sorry-sorry," ucap Ollan saat ia tanpa sengaja menabrak seseorang yang sedang berjalan sambil memainkan ponselnya, hingga ponsel orang itu terjatuh.


Ollan mengambil ponsel itu, dan menyerahkannya pada pemiliknya dan, "Nathan! Zaskia!" seru Ollan terkejut melihat penampakan di depannya.


Zaskia dan Nathan yang awalnya bergandengan pun segera melepaskan tangannya, dan membuat jarak di antara mereka.


Hanna yang ada di belakang Ollan ikut menoleh begitu mendengar suara Ollan menyebut nama dua orang yang sangat ia benci.


"Hah," Hanna terkejut sampai bibirnya sedikit terbuka.


Hanna yang saat itu sedang memegang ponsel, dengan sigap ia langsung memotret kedua orang itu.

__ADS_1


Jepret. Suara bidikan kamera


Bersambung.....


__ADS_2