TEMAN MAKAN TEMAN

TEMAN MAKAN TEMAN
Adel mulai curiga


__ADS_3

Nathan meraih tengkuk Zaskia. Mencium bibirnya dengan lembut. Sentuhan demi sentuhan Nathan lakukan.


"Sayang....," desah Zaskia.


"Hemmmm, kamu cantik sekali sayang." ucap Nathan lalu ia kembali mencubu Zaskia dengan ganasnya.


Permainan mereka di mulai dan di akhiri dengan hal yang sama, yang setiap saat mereka dapatkan saat bergumul di atas ranjang.


Zaskia dan Nathan melenguh panjang, sebagai tanda mereka telah mencampai puncak kenikmatan yang di inginkan secara bersamaan.


Zaskia membenamkan wajahnya di dada bidang milik Nathan. Tubuhnya meringkuk dalam dekapan sang kekasih rahasia.


Mereka tertidur pulas sampai pagi bahkan nyaris kesiangan.


Adel terbangun dari tidurnya, ia merasakan kepalanya terasa berat, sewaktu memaksakan diri untuk bangun dari tempat tidurnya. Yang di ingat olehnya, sewaktu dia dengan Nathan dan teman-temannya berpesta semalam.


Adel pun tidak tahu, siapa yang membawanya kembali ke resort semalam. Ia melihat sekeliling kamar, di lihatnya juga Ollan dan Hanna, dan di lihatnya seisi kamar tampak terbalik.


Kembali ia menutup matanya dan mengingat-ingat apa yang telah terjadi padanya semalam. Masih terdengar dan terasa suara hingar-bingar musik dalam diskotik itu.


Dia, Nathan, dan semua temannya menggoyangkan badan mengikuti irama. Lalu Adel pun mengingat satu persatu kejadian yang telah terjadi dalam diskotik semalam. Ia mengingat Zaskia yang bolak-balik terus memberikannya minuman. Beberapa saat kemudian dia melihat semuanya terbalik dan tak ingat apa-apa lagi.


"Hemmm, sialan sekali minuman itu." umpat Adel setelah ia tahu penyebab dari sakit kepalanya adalah minuman yang di berikan oleh Zaskia.


Beberapa saat kemudian, Hanna mulai menggerakkan tubuhnya. Ia terbangun dan melihat Adel sudah lebih dulu bangun.


"Del, elo sudah bangun?"


"Heemmm....," jawab Adel sedikit malas.


"Elo baik-baik saja? apa kepala elo sakit."


"Iya, kepala gue terasa berat."


"Elo terlalu banyak minum Del, elo mabuk berat semalam, kami membawa elo kembali kesini."

__ADS_1


"Kami???" Adel ingin tahu apakah Nathan juga pulang bersamanya.


"Iya, kami berdua. Gue dan Ollan."


"Mereka?" Adel ingin tahu di apa yang di lakukan Nathan dan kedua temannya yang lain.


"Jangan tanya mereka, mereka saja tidak peduli dengan elo. elo tahu Zaskia sengaja membuat elo mabuk."


"Tidak bukan Zaskia yang salah, itu salah gue sendiri yang terlalu banyak minum."


"Tapi Zaskia yang terus memberikan minuman itu sama elo semalam Del,"


"Itu karena dia perhatian sama gue dan ingin buat gue happy."


"Ah sudahlah terserah elo saja, capek gue ngomong sama elo." Hanna sudah tampak kesal karena Adel masih saja membela Zaskia.


"Gue cuma nggak mau kalian saling ribut dan saling menjelek-jelekkan satu sama lain. Kalian semua temanku Han."


"Tapi dia teman yang menusukmu dari belakang. Ah sudah lah aku mau mandi." Hanna beranjak dari tempat tidurnya lalu menyambar handuknya dan masuk ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, Hanna sudah siap mandi dan sudah berganti baju di kamar mandi. Hanna keluar kamar mandi lalu mendekati Adel.


"Heemmmm," Adel berjalan denga malas memasui kamar mandi.


Hanna mengeringkan rambutnya dengan hairdryer, dan sedikit mengoleh wajahnya dengan bedak, lalu memaki lipstik tipis di bibirnya. Lalu ia berniat membangunkan Ollan. Hanna berjalan mendekati Ollan.


"Oll, bangun...., udah siang nih."


"Hemmm....," Ollan menggeliatkan tubuhnya.


"Cepat bangun, elo mau di tinggalin di Bali? he he he....," Hanna menggoyang-goyangkan tubuh Ollan sambil bercanda.


"Iya, iya gue bangun." Ollan duduk dan mengusap-usap kedua matanya.


"Jam berapa sih?" tanyanya pada Hanna.

__ADS_1


"Tuh, udah jam sembilan, makanya kita cepat siap-siap, jam sepuluh kita sarapan dulu."


Adel sudah siap mandi dan juga telah berpakaian rapi. Ia keluar dari kamar mandi, rambutnya ia bungkus dalam gulungan handuk.


"Duduk lah, biar gue keringin rambut elo." Adel menuruti perintah Hanna, ia duduk di depan meja hias, dan Hanna mulai mengeringkan rambutnya. Ada perasaan haru dan bersalah menghinggapi Adel. Ia merasa sedih selalu berdebat dengan Hanna. Tapi ia juga kesal dengan Hanna yang selalu menjelekkan Nathan kekasihnya. Tapi, ia juga tahu kalau Hanna sangat menyayanginya. Ia pun menduga mungkin karena itu Hanna merasa cemburu jika dia dengan Nathan. Makanya Hanna ingin ia putus dengan Nathan. Seperti itulah pikiran Adel.


"Dan elo Ollan sayang, cepatla elo masuk kamar mandi." Hanna sudah seperti seorang ibu yang sedang mengurus anak-anaknya. Diantara mereka bertiga usia Hanna memang jauh lebih dewasa, begitupun dengan jalan pikirannya, yang sangat bijaksana.


"Iya, iya...., gue mandi sekarang." ucap Ollan sambil berlalu ke kamar mandi.


Hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk Ollan menyelesaikan aktivitasnya di kamar mandi.


Kini mereka bertiga sudah siap. Mereka keluar kamar menuju ke ruang breakfast di resort itu.


Sementara Seira, Zaskia dan Nathan pun sudah kembali ke resort. Mereka baru saja keluar dari taxi yang mereka tumpangi. Mereka bertiga berjalan beriringan.


Tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Adel dan kawan-kawannya. Adel terperanjat melihat mereka bertiga baru kembali dan masih menggunakan pakaian yang sama. Pasti mereka belum pulang dari semalam, lalu mereka tidur dimana? nah begitulah yang di pikirkan Adel saat ini.


"Mas, Zaskia, Seira...., kalian baru pulang?". tanya Adel terkejut.


"Eh...., e , iya sayang." jawab Nathan gelagapan.


"Kenapa bisa begitu mas? terus kalian tidur dimana?"


"Yang pasti mereka tidur di hotel lah Del, nggak mungkin kan mereka tidur di jalanan," Hanna tersenyu smirk ke arah Nathan dan Zaskia.


"Apa benar mas, apa yang di bilang Hanna?"


"Benar sayang, kami tidur di hotel. Kami mabuk berat semalam, dan kalian meninggalkan kami begitu saja."


"Terus kenapa harus tidur di hotel mas, mas kan bisa naik taxi dan kembali kesini. Jangan-jangan...., apa yang di katakan Ollan dan Hanna selama ini benar kalau kalian ada main di belakangku." Adel mulai curiga pada Nathan dan Zaskia, pandangannya menelisik kedua orang di depannya.


"Jangan salah paham dong Adel sayang, kami bertiga dengan Seira! Zaskia satu kamar denga Seira dan aku sendiri, kami tidak ngapa-ngapain sayang." Nathan menangkup kedua pipi Adel, tapi langsung di tepis oleh Adel.


"Mas, apa kalian harus tidur di hotel, bukannya ini juga hotel dan kalian bisa kan menyuruh sopir taxi itu mengantarkan kesini, kenapa malah ke hotel? sangat tidak masuk akal." Adel masih curiga dengan apa yang telah terjadi. Dia jadi teringat semua ucapan Ollan dan Hanna yang mengatakan kalau Zaskia dan Nathan ada hubungan.

__ADS_1


"Han, apa benar yang elo katakan selama ini?" Adel memegang tangab sahabatnya itu dengan kedua tangannya, matanya berkaca-kaca.


Bersambung.....


__ADS_2