TEMAN MAKAN TEMAN

TEMAN MAKAN TEMAN
Puncak acara


__ADS_3

Jepret. Jepret.


Beberapa kali Hanna membidikkan kameranya ke arah Nathan dan Zaskia. Nathan yang menyadari itu segera berjalan menuju Hanna, dan berniat merebut ponsel Hanna, "Heh, apa yang kamu lakukan?" seru Nathan panik.


Dengan cepat Hanna memasukkan ponsel miliknya ke dalam tasnya.


"Aku akan mengirim foto ini pada Adel, agar dia tahu kelakuanmu!" ucap Hanna ketus.


"Dasar wanita murahan, bisa-bisanya kalian berbuat seperti ini!" tuding Hanna pada Zaskia, jarinya menunjuk lurus ke arah wajah Zaskia.


Zaskia menepis tangan Hanna dari wajahnya. Lalu ia mendorong Ollan yang terbengong, hingga Ollan terjungkal ke lantai. Dan setelah mendapat jalan Zaskia pun cepat-cepat pergi meninggalkan mereka. Setelah sebelumnya ia bilang pada Nathan, "mas, aku pergi dulu."


Nathan yang tak mau membuat keributan pun, ia segera pergi meninggalkan Ollan dan Hanna, yang masih berdiri memaku menatapnya. Nathan takut jika di lihat wartawan dan menimbulkan berita yang tak di inginkannya.


Nathan dengan cepat masuk ke dalam mobilnya. Ia pun sudah tidak melihat Zaskia lagi. Mungkin Zaskia pun telah meninggalkan hotel itu. Di mobilnya Nathan begitu frustasi. Ia berkali-kali memukul setir mobilnya dan menggelengkan kepalanya, lalu mengacak kasar rambutnya.


"Huh!! sial! sial! bagaimana kalau Hanna benar-benar mengirim foto itu pada Adel?" monolog Nathan.


Nathan terus memacu kuda besinya menuju ke rumah dengan perasaan yang tak tenang. Pikirannya kacau.


Namun tiba-tiba ia tersenyum miring dan mengambil ponselnya. Lalu mengirim pesan pada Adel.


🔸🔸🔸


"Sayang, tadi aku bertemu Ollan dan Hanna di mall saat aku pulang kantor, aku mencari hadiah untukmu dan aku sedang menemui seseorang untuk mendisain cincin pertunangan kita. Tapi tiba-tiba temanmu itu menyerangku dan mereka berkata akan menggagalkan pertunangan kita." Nathan mengarang cerita untuk memancing amarah Adel pada kedua sahabatnya.


"Benarkah? kenapa mereka bertindak begitu gila?" balas Adel.


"Jadi gimana sayang, kamu blokir aja nomer mereka sementara waktu sampai kita selesai tunangan, aku takut mereka akan menghasutmu."


"Baiklah sayang, akan aku blokir nomor mereka sampai kita selesai bertunangan. Aku juga nggak mau terhasut omongan mereka. Apalagi bik Mimi juga bilang kalau orang mau tunangan atau menikah pasti banyak godaan yang datang. Aku nggak mau itu semua terjadi pada kita, dan merusak hari bahagia kita."

__ADS_1


"Kalau begitu, kamu blokir sekarang juga nomor mereka ya sayang."


"Iya aku blokir sekarang.


Adel mblokir nomor ponsel kedua sahabatnya.


Nathan menghela nafas, ia merasa lega.


Sementara Hanna ia mencoba berkali-kali mengirim pesan pada Adel dan juga mengirim foto Nathan dan Zaskia. Pesan terkirim tapi tidak di buka oleh Adel, Hanna tidak tahu kenapa. Lalu ia mencoba menghubungi Adel tapi tidak terhubung.


Hanna menoleh ke arah Ollan.


"Ah, sudahlah yang penting udah kamu kirim, nanti juga di baca dan di lihatnya itu foto buaya dan ular itu." ucap Ollah dengan kesal.


"Baiklah," jawab Hanna.


Hanna memasukkan kembali ponselnya. Lalu mereka cepat-cepat berjalan menuju ballroom di hotel itu. Kedangan mereka ke hotel itu sebenarnya untuk mengisi acara off air ulang tahun seseorang yang di gelar disana. Namun tanpa sengaja mereka malah bertemu Nathan dan Zaskia. Dan pertemuan itu telah menyita waktunya.


Inilah yang terjadi pada Nathan. Hari yang di tunggu telah tiba. Acara pertemuan dua keluarga besar akan segara terjadi. Dan akan di lanjutkan dengan acara tunangan dirinya dan Adel.


Hari ini seluruh keluarga besar Nathan akan berangkat ke Yogyakarta. Mereka adalah nenek dan kakek Nathan orang tua dari pak Johan, lalu nenek Nathan ibu dari bu Dewi, ayah bu Dewi sudah tiada, pak Johan, bu Dewi,Nadia, dua orang pelayan, dan pastinya Nathan.


Mereka menggunakan jet pribadi untuk sampai ke tempat tujuan, sama seperti saat ke Bali dulu. Jodi tidak ikut, karena ia harus mengurus perusahaan selama Nathan tidak di tempat.


Perjalanan telah di mulai. Jet pribadi itu lepas landas menuju kota Yogyakarta, dan mendarat dengan sempurna di bandara.


Pihak hotel yang telah mereka konfirmasi sebelumnya telah datang menjemput mereka. Adel tidak ada disana, karena pihak keluarga melarang Adel untuk keluar rumah sebelum hari pertemuan keluarga.


Mereka semua di bawa ke hotel tempat mereka menginap. Yang bernama hotel sultan, hotel bintang lima yang mewah di Jogja.


Hari ini keluarga Adele mengundang keluarga Nathan untuk makan malam, sekaligus pertemuan keluarga untuk membahas pertunangan Adel dan Nathan.

__ADS_1


Makan malam di adakan di restorant mewah milik keluarga Adel. Dalam ruangan privat privat mereka menikmati makanan yang di sajikan. Setelah makan malam usai mereka pun membahas soal pertunangan.


Kedua keluarga menjadi akrab. Kedua orang tua Adel dan Nathan pun tampak begitu akrab. Banyak hal yang mereka bahas bahkan sampai ke urusan bisnis dan lain-lain.


Hasil yang di dapat dari pertemuan ini adalah, besok pagi Nathan dan Adel harus pergi membeli cincin mereka. Adel teringat pesan Nathan waktu itu yang kayanya ia memesan cincin dan bertemu Hanna. Adel pun menanyakan hal itu.


"Bukannya mas Nathan sudah pesan cincinnya?"


"Belum sayang, siapa yang bilang?"


"Bukannya mas yang kirim pesan ke Adel mas ketemu Ollan dan Hanna saat lagi mau pesan cincin."


Nathan yang tadinya lupa, langsung gelagapan begitu mendengar pertanyaan Adel barusan.


"Emmm, eee, eh iya hati itu mas memang berniat pesan cincinnya, mas batalin karena takut kamu nggak suka modelnya, ya sudah besok kita ke toko perhiasan dan kamu pilih cincin yang kamu suka." jawab Nathan gugup.


"Okelah kalau begitu,"


Pagi-pagi sekali Nathan sudah tiba di rumah Adel. Ia menjemput Adel untuk pergi membeli cincin. Mereka pun pergi dan Adel telah mendapatkan cincin pilihannya.


Hari yang di nanti telah tiba. Dekorasi mewah terpampang disana. Di sebuah hotel berbintang yang sangat megah, acara tunangan itu akan di gelar secara privat yang hanya di hadiri oleh pihak keluarga dan rekan-rekan dekat saja.


Semua orang bersuka cita menyambut sepasang kekasih yang terlihat begitu cantik dan tampan. Mereka tampil elegan. Menggunakan busana khas Jogja yang terlihat unik di kenakan oleh mereka berdua.


Adel dan Nathan memang sepakat untuk mengenakan pakaian khas daerah Jogja yang berupa kebaya dan jarik di pake oleh Adel. Dan Nathan memakai bawahan jarik dan jas serta blangkon. Pasangan ini terlihat sangan unik dengan pakaian seperti itu.


Kedua anggota keluarga mereka juga mengenakan pakaian seragam yang sama.


Puncak acara pun telah tiba, Adel dan Nathan saling berhadapan, Saat itu Nathan memegang cincin di tangannya. Saat ia akan menyematkan cincin di jari manis Adel, Seorang wanita berteriak dengan lantang, "tunggu!! jangan lanjutkan acara ini!" ucap wanita itu dengan emosional.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2