TEMAN MAKAN TEMAN

TEMAN MAKAN TEMAN
BERTENGKAR


__ADS_3

Adel melengos begitu saja melewati Ollan dan Hanna. Kedua sahabat itu saling menatap melihat perlakuan Adel pada mereka.


"Gimana ya Oll, caranya ngomong sama Adel?" tanya Hanna yang nampak kebingungan dengan sikap Adel barusan. Ollan tak menjawab ia hanya menaikkan kedua bahunya.


Seira di dalam kamar Zaskia, ia terus mengintrogasi sang kakak. Rasa penasarannya begitu besar hingga tak mampu ia pendam, Ia masih terus berusaha mendapatkan jawaban dari sang kakak.


"Kak, aku curiga sesuatu." pandangan Seira menelisik menatap mata Zaskia untuk mencari sebuah jawaban disana.


"Curiga apa?" tanya Zaskia dan ia segera mengalihkan matanya dari tatapan sang adik.


"Kakak ada hubungan ya sama mas Nathan?" Seira melirik ke arah wajah Zaskia.


"Kalau ada emangnya kenapa? tidak masalah bukan...." Zaskia menjawab dengan tersenyum, ia sengaja menjawab demikian karena bosan di tanya terus oleh adiknya.


"What??? tidak masalah, kakak bilang??? sadar kakak mas Nathan itu pacar Adel." teriak Seira tak percaya.


Zaskia melompat ke arahnya lalu membungkam mulut adiknya dengan telapak tangannya.


" Hussssttt....kamu mau semua orang dengat hah!" ucap Zaskia dengan kesal.


"Apa benar yang kakak katakan tadi? kakak tau kan mas Nathan pacarnya Adel." Seira mengulangi ucapanya.


"Memangnya kenapa Seira? hanya pacar kan? bukan suami, lalu dimana salahnya kakak?"


"Memangnya kakak mau kalau pacar kakak di ganggu perempuan lain?"


"Sudahlah Seira tutup mulutmu, kami hanya FWB." sahut Zaskia manja.


"Apaan FWB kak?"


"Friend With Benefit he...he...he... , alias temenan rasa pacaran." Zaskia tertawa sambil menutup bibirnya dengan telapak tangannya.


***Tok....tok....tok....***


Suara pintu di ketuk dari luar.


Zaskia dan Seira terperanjat.


"Sssstttt....." Zaskia meletakkan telunjuknya di bibir.


Lalu Seira melangkah ke arah pintu, ia mulai memutar handle pintu dan pintu terbuka.


"Hei...." terlihat Adel di ambang pintu sedang melambaikan tangannya.


"Hei....Del, sini masuk." ucap Zaskia mempersilahkan Adel untuk masuk.

__ADS_1


"Gue nggak mengganggu kan Zas?"


"Nggak dong say...."


"makasih ya Zas....Ser...."


"Elo kenapa Del?"


"Gue lagi malas aja di kamar."


"Ouughh....cerita sama gue kalau ada masalah."


"Gue nggak apa-apa Zas, gue lagi suntuk aja, bisa nggak kita clubing malam ini."


"Elo mau?" tanya Zaskia dengan semangat."


"Mau dong....udah lama enggak, bosan gue."


"Ya udah nanti malam kita pergi ya."


"Bener nih?" adel tersenyum.


"Iya bener dong, tapi jangan bawa dua curut itu, malas gue."


"Kita aja." ucap Adel pelan, ia merasa Ollan dan Hanna sudah keterlaluan karena merasa cemburu dengan hubungan dia dan Nathan.


"kalau gitu gue balik ke kamar dulu ya Zas...."


"Oke...." jawab Zaskia seraya mengarahkan kedua jempolnya ke depan.


Seira membukakan pintu dan mempersilahkan Adel untuk keluar. Saat Adel keluar dari kamar Zaskia Ollan dan Hanna yang baru saja dari lobby melihatnya.


"Han..." ucap Ollan menatap Hanna, untuk sesaat mereka beradu pandang.


"Apa-apaan ini...!!" kata Hanna dengan waja sedikit marah.


"Nggak bisa Han, ini nggak bisa dibiarin, elo harus bicara sama Adel. Elo memang temannya, tapi elo managernya, elo punya hak penuh atas artis elo."


Hanna mempercepat langkahnya, Ia menarik lengan Adel. Lalu Adel pun menoleh dan posisi mereka berhadap-hadapan.


"Apaan sih??" ucap Adel seraya melepaskan genggaman tangan Hanna.


Ollan berjalan mendekati mereka. Dia berada di pihak Hanna. Hanna menatap tajam pada Adel.


"Elo apa-apaan sih Del? ngapain elo ke kamar jalan* itu hah?" Hanna terlihat sangat emosi, hingga tanpa di sengaja ia membentak Adel.

__ADS_1


"Elo yang apa-apaan!!! nggak ada hak elo melarang gue bergaul dengan siapa saja. Gue capek Han....gue capek ngikutin kemauan elo. Gue capek ngikutin perintah elo, dan larangan elo. Terlalu banyak aturan. Capek gue !!!!" nada bicara Adel pun tak kalah tinggi dari Hanna.


Adel, Ollan, dan Hanna melihat orang sekelilingnya memperhatikan mereka. Tamu-tamu di resort itu yang sedang berlalu lalang pun berhenti menatap mereka yang sedang bertengkar.


Karena merasa malu dan tak enak, Hanna menarik tangan Adel membawanya ke kamar dan di ikuti oleh Ollan.


Sesampainya di kamar Hanna mencoba menasehati Adel baik-baik. Tetapi Adel tetap bersikeras pada sahabatnya itu.


Hanna memegang kedua bahu Adel, lalu mengarahkan untuk menatapnya.


"Del, gue nggak mau bertengkar dengan elo, kita sudah cukup lama berteman. Dan gue adalah manager elo, gue punya hak untuk menjaga elo." Hanna berbicara dengan lembut.


Adel menolak tangan Hanna. Ollan tak bicara apa-apa, lelaki lemah lembut ini dia takut dengan pertengkaran, ia memilih untuk duduk di tepi ranjang.


"Mulai sekarang jangan campuri urusan gue. Dan jangan larang-larang gue berteman dengan siapa aja. Gue bukan anak kecil Han !! berhenti mengatur-ngatur gue."


"Adel... !!! elo udah keterlaluan, gue ini temen elo, manager elo, larangan dan aturan gue itu demi kebaikan elo." Hanna tampak tegas tapi ia juga merasa sedih dengan sikap Adel.


"Betul kata Hanna Del, kami berdua adalah sahabat elo, kami nggak mau hal buruk menimpamu." Ollan yang hanya diam saja dari tadi, akhirnya ia angkat bicara juga karena tak tahan melihat Hanna yang terus di pojokkan oleh Adel.


Adel mengarahkan telapak tangannya ke arah wajah Ollan memberi isyarat agar Ollan berhenti bicara.


"Stop. Stop Ollan cukup! aku nggak mau dengar apapun lagi dari kalian. Dan jangan lagi aku dengar kalian memfitnah Zaskia dan mas Nathan."


"Kami tidak memfitnah!! ini kenyataan Adel. Kamu harus tahu Nathan telah berselingkuh dengan Zaskia." Akhirnya Ollan tidak bisa lagi merahasiakan semua ini. Dia sangat kesal dengan tingkah Adel.


"Gue nggak percaya dengan kalian. Minggirlah, aku mau bersiap-siap mau pergi clubing dengan Zaskia." ucap Adel sinis.


"Clubing???" Hanna dan Ollan saling pandang setelah mengucapkan pertanyaan itu secara bersamaan.


"Iya, memangnya ada yang salah?" tanya Adel sambil tangannya sibuk menyiapkan baju yang akan ia kenakan nanti.


"Aku ikut !!" ucap Hanna tegas.


"Tidak bisa, aku pergi dengan Zaskia dan Seira, Kalian tidak akur bagaimana bisa kita pergi bersama."


"Aku akan tetap ikut Del, aku akan menjagamu."


"Aku bukan anak kecil Han!! aku bisa menjaga diriku sendiri."


"Apapun yang terjadi, aku akan tetap ikut denganmu, aku bertanggung jawab penuh padamu Del."


"elo tidak perlu berlebihan Han, elo bukan ibuku."


"Tapi aku sudah berjanji pada tante Alice untuk selalu menjagamu. kamu harus nurut sama aku."

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2