TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
IMELDA MATI


__ADS_3

Camelia segera menikmati makanan yang tadi dibawa oleh Pak Tukimin. Pak Tukimin memperhatikan Camelia dengan tatapan yang sulit diartikan.


Tiba-tiba suara beberapa langkah kaki mendekati ke ruangan itu, di mana saat ini Camelia sedang menikmati makanan nya. Pak Tukimin terlihat gelisah lantaran ikatan Camelia belum dia pasang kembali. Suara ribut-ribut itu terdengar jelas. Bahkan semakin jelas terdengar oleh Camelia dan juga Pak Tukimin. Serta merta pintu ruangan itu dibuka. Terlihat dua laki-laki sedang menyeret seorang wanita dan membawanya masuk ke ruangan itu. Ruangan dimana di dalamnya masih ada Camelia dan juga Pak Tukimin.


"Tolong lepaskan aku! Bukan aku yang melakukan nya! Kalian salah informasi! Aku kekasih Nagata! Tidak mungkin aku melakukan itu!" ucap seorang wanita yang tidak lain adalah wanita yang selama ini telah dekat dengan Nagata. Dia adalah Imelda.


Kebingungan terlihat dari wajah Camelia beserta Pak Tukimin. Pak Tukimin rasanya ingin bertanya kenapa wanita yang selama ini dikenal sebagai kekasih Nagata telah disekap di ruangan itu. Bahkan kini dalam keadaan kacau. Rambutnya acak-acakan. Luka di wajahnya seperti banyak yang lebam dan kebiruan. Sepertinya Imelda habis kena tamparan dan pukulan oleh orang-orang Nagata.


"Bukti sudah sangat jelas menunjukkan kalau kamulah dalang semua ini. Jika karena bukan ulah kamu, bos kami tidak akan mengalami keracunan. Untung saja anak buah bos Nagata ada yang mengetahui segala gerak-gerik kamu yang mencurigakan. Namun karena kami terlambat datang, bos Nagata sudah meminum minuman yang kau beri racun," kata salah satu anak buah Nagata yang bernama Koko.


"Itu tidak benar! Kalian salah sangka! Itu bukan aku yang melakukan nya! Aku kekasihnya Nagata. Mana mungkin aku meracuni kekasihku sendiri!" ucap Imelda. Camelia dan juga Pak Tukimin mulai mengerti masalah yang terjadi.


"Nagata? Bagaimana keadaan nya sekarang?" batin Imelda.

__ADS_1


"Tuan muda Nagata diracuni? Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Pak Tukimin ikut mengkhawatirkan keadaan Nagata. Kedua anak buah Nagata itu menatap ke arah Pak Tukimin beserta Camelia.


"Bos saat ini sedang dirawat! Racun yang masuk didalam tubuh nya, beruntung belum menyebar kemana-mana di organ vital nya. Namun gara-gara wanita ini nyawa bos Nagata hampir melayang tanpa perlawanan begitu saja," kata Koko sambil menempelkan pistol ke arah pelipis Imelda.


Mata Imelda melebar dengan sempurna. Badannya mulai menggigil ketakutan. Imelda sangat takut jika dirinya benar-benar akan dihabisi begitu saja oleh orang-orang Nagata.


"Katakan dengan jelas dan jujur! Siapa yang menyuruh kamu melakukan semua ini? Kamu dari geng mana? Sebelum aku benar-benar menghabisi nyawa kamu," ancam Koko. Salah satu orang anak buah Nagata yang lain malah sibuk melepaskan kancing kemeja milik Imelda hingga terlihat lah bagian yang menonjol di daerah sana.


"Koko, sebelum kau habisi wanita ini, ijinkan aku menikmati tubuh nya. Aku ingin mencicipi wanita yang pernah ditiduri oleh bos Nagata," bisik salah satu anak buah Nagata yang bernama Joni.


Dor


Dor

__ADS_1


Suara senjata api itu terdengar nyaring. Saat bersamaan Camelia menjerit keras ketika melihat Koko sudah menembak Imelda di bagian pelipisnya.


"Koko! Wah kamu tidak asyik!" protes Joni lalu melangkah pergi meninggalkan jasad Imelda yang tergeletak di lantai ruangan itu. Ruangan di mana masih ada Camelia beserta Pak Tukimin. Makanan yang belum habis milik Camelia tidak jadi dimakan oleh Camelia. Camelia benar-benar syok dengan kejadian di depan matanya. Imelda mati dengan mengenaskan di depan matanya setelah sebelumnya disiksa oleh anak buah Nagata di bawah. Lalu menjalani eksekusi di ruangan pengap itu dimana Camelia masih di sana.


Camelia menggigil tubuh nya karena ketakutan. Melihat hal itu Koko dan juga Joni tersenyum sinis.


"Jangan coba-coba bermain-main dengan geng Kepala Naga atau kamu mencoba bermain-main dengan bos kami. Karena kami akan selalu melindungi bos kami," ucap Koko kepada Camelia. Camelia gemetaran karena jasad Imelda diseret oleh anak buah Nagata yang lainnya keluar dari ruangan itu.


"Non Camelia! Sudah makannya belum? Saya harus segera mengikat tangan non Camelia, sebelum saya meninggalkan tempat ini," kata pak Tukimin.


"Pak Tukimin! Aku takut di ruangan ini pak!" ucap Camelia gemetaran. Namun Pak Tukimin dengan terpaksa mengikat kembali kedua tangan non Camelia.


"Maaf yah non! Saya hanya menjalankan tugas saja! Semoga besok pagi tuan muda Nagata segera sembuh dan bisa mengeluarkan non Camelia karena telah mengampuni non Camelia," ucap Pak Tukimin. Camelia masih saja gemetaran. Dalam hatinya mulai berucap memanggil nama Robert kekasihnya.

__ADS_1


"Robert, tolong aku! Aku takut!!" gumam Camelia.


__ADS_2