TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
MANTAP


__ADS_3

Rambut Candra dan Mawar terlihat basah setelah melakukan mandi besar. Tentu saja hal itu diperhatikan oleh putranya, Cornelius. Cornelius bukanlah pemuda yang bodoh untuk mengetahui masalah hubungan dewasa seperti itu. Dirinya juga saat ini telah memiliki kekasih yang usianya lebih muda satu tahun. Ketiga nya kini sudah sama-sama duduk di ruang makan sambil menyantap hidangan yang sudah tersaji di atas meja.


Candra dan juga Mawar terlihat sangat menjaga wibawa jika sudah duduk di depan Cornelius.


"Cornelius! Aku dan tante mommy Mawar sebentar lagi akan meresmikan hubungan kami. Kami akan menikah di kantor Urusan agama. Karena putra mommy Mawar masih belum menyetujui hubungan papa dengan mommy Mawar, maka untuk pesta pernikahan itu tidak akan kami selenggarakan," kata Candra dengan segala rencananya. Cornelius mengernyitkan dahinya lalu menatap papanya dengan pandangan yang sulit dimengerti.


"Apa yang sudah menjadi keputusan papa dan mommy Mawar, aku hanya bisa mendukungnya saja. Tanpa pesta pernikahan, itu tidak jadi masalah. Yang terpenting papa dan mommy Mawar bisa bersama dan dalam kebahagiaan," ucap Cornelius.


"Tetapi sebenarnya alasan apa yang membuat Nagata, putra mommy Mawar tidak setuju dengan pernikahan mommy Mawar dan juga papa?" tanya Cornelius.

__ADS_1


"Entahlah!" sahut Candra dengan cepat. Sebenarnya Candra malas untuk menceritakan alasan Nagata tidak menyukai dirinya. Nagata masih menghendaki mommy Mawar kembali kepada papa nya Niigata.


"Oh iya, Cornelius! Bagaimana kabar Husna, kekasih kamu yang cantik itu? Papa suka sekali dengan nya. Anaknya sangat sopan dan juga baik. Sepertinya Husna memang sangat cocok dijadikan istri untuk kamu, deh," ucap Candra.


Cornelius tiba-tiba melebarkan bola matanya lalu menatap ke arah papa nya dan juga mommy Mawar secara bergantian. Cornelius sangat paham jika papa nya itu tidak suka jika berbicara tentang Nagata. Apalagi kalau Cornelius selalu bertanya soal Nagata. Walaupun Nagata dulu adalah teman sekolah nya. Cornelius menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan kasar.


"Husna sehat dan tidak kurang suatu apa, pa! Hem, papa sudah mengingatkan aku dengan Husna. Baiklah, setelah ini aku akan mengajak kencan Husna malam ini," kata Cornelius.


"Kamu tidak tambah makanan nya lagi,sayang?" tanya Candra. Pertanyaan itu membuat mommy Mawar merasa malu karena Candra memanggilnya dengan kata sayang di depan Cornelius. Cornelius tentu saja paham atas sifat pemalu dari mommy Mawar.

__ADS_1


"Hem, ini sudah lebih dari cukup, Candra! Kenyang sudah perut aku," jawab mommy Mawar.


"Hem, biarlah! Aku lebih baik segera menemui Husna daripada di sini melihat kemesraan papa dengan mommy Mawar, dan aku tiba-tiba menjadi obat nyamuk," kata Cornelius. Candra terkekeh saja mendengar omelan Cornelius.


"Itu lebih baik! Segera pikirkan masa depan kamu dengan wanita pilihan yang kamu cintai, Cornelius!" sahut Candra. Cornelius menunjukkan jempolnya tinggi-tinggi ke arah papa nya. Cornelius segera melenggang meninggalkan pasangan dewasa yang masih panas-panas nya itu.


"Hem, Candra! Aku juga harus pulang! Tadi Nagata minta ketemu dengan aku di tempat tinggalnya. Seperti nya ini sangat penting dan aku harus segera menemui putraku itu," kata mommy Mawar.


"Baiklah! Tapi besok, kita harus ketemu lagi yah sayang! Sesuai dengan rencana kita tadi, kita akan menikah di kantor untuk menghalalkan hubungan kita ini," ucap Candra.

__ADS_1


"Tentu, Candra! Semakin hari aku pun juga semakin menua. Aku sudah tidak ingin bermain-main lagi dalam hubungan ini. Dan aku rasa, kamu sudah sangat mengerti aku dan begitu mencintai aku. Jadi aku putuskan, aku mau menikah dengan kamu. Jangan sia-sia kan aku, Candra!" kata mommy Mawar. Candra tersenyum lebar.


"Tentu saja! Karena aku sudah memilih kamu untuk menjadi pendampingku sampai kita menua bersama," ucap Candra yang terdengar sangat manis. Mommy Mawar kembali menghambur ke dalam pelukan Candra. Demi apapun itu, Candra dan Mawar sangat bahagia dan sudah memantapkan hatinya untuk menjadi suami istri.


__ADS_2