TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
TERLELAP


__ADS_3

Camelia keluar dari klinik kecantikan dan segera masuk ke dalam mobilnya. Pintu mobil itu telah di buka oleh Handoko. Namun Camelia malah membuka pintu mobil di bagian depan.


"Non Camelia! Nona duduk di belakang saja!" ucap Handoko. Handoko tentu saja merasa tidak enak hati jika Camelia duduk di sebelah nya.


"Kenapa? Aku ingin duduk di depan. Apakah Robert juga sudah melarang kamu, jika aku duduk di depan stir seperti ini?" protes Camelia.


"Eh, em, bukan seperti itu non Camelia!" sahut Handoko.


"Sudahlah kak Han, santai saja!" kata Camelia keras kepala dan tetap ingin duduk di depan dekat Handoko yang mengendalikan kemudinya.


Handoko menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran klinik kecantikan tersebut.


"Kak Han! Kita ke mall dulu yah! Ada beberapa barang yang ingin aku beli," ucap Camelia. Handoko melirik ke samping ke arah wajah cantik dan fresh Camelia.

__ADS_1


"Siap, nona!" kata Handoko sambil tetap fokus menjalankan kemudinya. Sedangkan Camelia mulai memejamkan matanya, rasanya kedua matanya terasa lengket karena kantuk setelah lama melakukan perawatan di rumah kecantikan milik Betty. Ditambah sepanjang malam, Robert menuntut kenikmatan yang lebih dari satu kali dengan Camelia. Ini membuat Camelia merasakan tubuh nya sangat lelah.


Handoko menghentikan mobilnya dan menepikan mobil itu di kiri jalan saat melihat sejak tadi Camelia belum memasang sabuk pengaman nya. Handoko memasangkan sabuk pengaman Camelia. Camelia ini paling sering lupa untuk memasang sabuk pengaman nya jika sudah duduk di dalam mobil. Camelia terlihat tertidur pulas. Hal itu menjadikan kesempatan Handoko untuk melihat wajah Camelia yang cantik dari dekat.


"Wangi sekali! Bahkan rambut dan tubuhnya wanginya bikin tenang. Pantas saja bos Robert sangat menyayangi non Camelia," pikir Handoko sambil memasangkan sabuk pengaman pada Camelia. Setelah itu kembali Handoko menjalankan kembali mobilnya menuju mall seperti permintaan Camelia.


Handoko membelah jalan raya yang tidak terlalu padat. Hingga setengah jam berlalu, akhirnya mobil itu masuk ke area gedung bertingkat yang merupakan pusat perbelanjaan di kota. Segera Handoko mencari area parkiran dan di sanalah mobil itu berhenti dan diparkiran di sana. Namun Camelia masih terlihat terlelap dalam tidur nya. Handoko tersenyum melirik Camelia yang masih tertidur pulas di tempat duduknya.


"Cantik! Dalam pose apapun, non Camelia masih selalu terlihat cantik," gumam Handoko.


Tiba-tiba ponsel Handoko berbunyi dan ada panggilan masuk dari bos nya yaitu Robert. Handoko segera menerima panggilan masuk dari Robert tersebut.


📱📲 "Halo, bos!"kata Handoko setelah panggilan itu dia angkat.

__ADS_1


📱📲 " Di mana Camelia? Kenapa aku menghubungi nya tidak diangkatnya?" tanya Robert di seberang sana.


📱📲 "Eh, em, non Camelia tertidur di mobil, bos! Ini kami masih di dalam mobil," kata Handoko.


📱📲 "Oh, pantas saja! Baiklah! Sekarang segera ke perusahaan xx dan bawa Camelia kemari," perintah Robert.


📱📲 "Tapi non Camelia ingin membeli barang di mall dan saat ini kami sudah berada di tempat parkiran di mall, bos," jelas Handoko.


📱📲 "Aku bilang, segera ke perusahaan xx, apakah kamu mau melawan perintah ku, Handoko?" sahut Robert.


📱📲 " Maaf,bos! Baik bos! Segera menjalankan perintah!" kata Handoko akhirnya. Mobil itu segera dihidupkan mesinnya dan mulai dijalankan kembali. Akhirnya Handoko meninggalkan area parkiran di pusat perbelanjaan itu sedangkan Camelia masih terlihat terlelap dalam tidur nya.


"Benar-benar tidur nya seperti babi, non Camelia! Hehe. Tapi ini sangat menggemaskan sekali," gumam Handoko sambil sesekali melihat ke arah Camelia.

__ADS_1


__ADS_2