TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
PERISTIWA ITU


__ADS_3

Kedua wanita beda usia dan generasi itu masih saling berpelukan. Sudah sangat lama Camelia tidak merasakan pelukan hangat dari seorang wanita dewasa yang disebut nya dengan ibu. Bahkan keberadaan kuburan atau tempat peristirahatan terakhir kedua orang tuanya pun tidak Camelia ketahui. Camelia hanya tahu kalau selama ini dirinya hidup di markas geng Ular bersama Robert sejak dirinya berusia dua belas tahun.


Saat itu Camelia ditemukan oleh Robert di sebuah rumah besar, di mana kedua orang tuanya sudah tewas di sana. Dan Camelia saat itu bersembunyi di bawah tempat tidur di kamarnya karena mendengar suara tembakan dan kekacauan di luar kamarnya. Bahkan di kamar pribadi orang tuanya telah terjadi tragedi penembakan. Orang tua Camelia terbunuh secara tragis dengan cara ditembak oleh orang-orang pria tinggi besar yang diduga adalah pembunuh bayaran. Apakah ada keterkaitan terbunuh nya orang tua Camelia dengan Robert, itu masih Teka-teki. Namun keberadaan Robert di rumah Camelia saat itu masih berusia dua puluh tahun sedangkan Camelia saat itu berusia dua belas tahun. Ini artinya usia Robert saat ini adalah tiga puluh dua tahun. Usia matang seorang laki-laki dewasa.


Namun karena setiap hari Camelia bersama dengan Robert akhirnya mereka berpacaran dan rasa yang berbeda dan aneh itu muncul dari Robert dengan Camelia yang ingin saling melindungi dan menyayangi.


🦋🦋🦋🦋🦋


Flashback on.


Delapan tahun yang lalu ketika Camelia berusia dua belas tahun.

__ADS_1


Camelia kecil sudah mengantuk dan mulai memejamkan kedua matanya. Camelia kecil sudah tidur sendiri di kamar terpisah dari kedua orang tuanya.


Namun ketika Camelia kecil hendak terlelap dalam tidur nya, Tiba-tiba saja dikejutkan dengan suara gaduh, ramai, serta suara tembakan beberapa kali di luar kamarnya. Suara tembakan itu di iringi suara teriakan dari wanita dewasa yang sangat dihafal oleh Camelia kecil. Suara itu adalah suara papi dan juga mami nya yang terdengar pilu dan menyayat hati terdengar.


"Mami, papi!" gumam Camelia kecil seraya beranjak dan turun dari kasur empuknya. Camelia kecil kini telah sembunyi di balik kolong tempat tidur nya. Tentu saja Camelia kecil sangat ketakutan dan gemetaran karena mendengar Ribut-ribut di luar dengan suara keras dan kasar.


Suara teriakan minta tolong mami nya masih terus didengar oleh Camelia kecil. Namun suara papi nya yang awalnya meneriakkan sesuatu kini tidak tersenyum kembali. Entah apa yang terjadi di luar sana. Tetapi Camelia kecil saat ini telah bersembunyi di bawah tempat tidur nya sambil menutup telinganya. Hingga beberapa saat, Camelia melihat pintu kamarnya terbuka dan langkah kaki lebar dengan sepatu pria dan celana hitam kain berdiri di dekat kamar tidur nya.


"Adik cantik! Kemari lah! Jangan takut! Jangan takut, ada kakak di sini! Ayo keluar lah! Kakak akan menolong kamu!" ucap laki-laki dewasa itu yang tidak lain adalah Robert. Robert saat itu masih berusia dua puluh tahunan. Sedangkan Camelia kecil berusia dua belas tahun.


Camelia kecil menangis terisak-isak. Camelia kecil dengan gemetaran keluar dari kolong tempat tidur tersebut. Dengan halus Robert membantu Camelia kecil keluar dari persembunyian nya.

__ADS_1


"Kakak, apa yang sebenarnya terjadi? Mami papi kenapa tadi berteriak meminta tolong?" tanya Camelia kecil dengan polosnya.


"Maaf, kakak telah datang terlambat untuk menyelamatkan kedua orang tua kamu adik cantik. Tapi orang-orang yang telah mencelakai mami papi sudah kakak, singkirkan. Jadi ikutlah bersama kakak setelah ini," ucap Robert penuh cerita kebohongan.


"Mami papi ku! Mami papi, aku ingin melihat mereka kakak," ucap Camelia kecil. Robert segera menggendong Camelia kecil dan keluar dari kamarnya. Robert yang memiliki badan tinggi besar sangat mudah menggendong Camelia kecil yang berbadan kurus kecil.


"Mami papi, mana kak?" ucap Camelia kecil dengan disertai tangisannya yang menyayat hati.


"Mami papi sudah di surga, adik manis! Mami papi telah diurus jasadnya oleh orang-orang kakak. Adik cantik ikut kakak pulang dulu, yah!" sahut Robert berusaha membuat Camelia kecil seolah Robert lah pahlawan bagi Camelia kecil.


Camelia hanya bisa mengikuti ucapan Robert remaja. Karena Camelia kecil tidak ada pilihan lagi selain mengikuti Robert mengajaknya pergi. Sedangkan papi mami nya telah meninggal. Itu adalah kata dari Robert. Sedangkan Camelia kecil tidak diijinkan melihat jasad mami papinya. Namun suara teriakan terakhir mami papi nya terdengar di telinga Camelia kecil saat itu.

__ADS_1


__ADS_2