TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
LEMAH


__ADS_3

Di markas geng kepala Naga.


Aprillio sedang bersama dengan Koko memikirkan cara untuk membebaskan Nagata dengan salah satu anak buahnya. Koko yang sudah lama menjadi anggota geng kepala Naga sejak geng itu di pimpin oleh Niigata, papi Nagata, sangat geram dan marah ketika mendengar Nagata bisa dengan mudahnya ditangkap oleh Robert bersama dengan anak buahnya. Ini seperti bukan Nagata yang dengan cepat bisa dilumpuhkan oleh orang-orang geng Ular.


"Terkadang gara-gara seorang perempuan dan melindungi wanita yang dicintai, seorang laki-laki tiba-tiba menjadi bodoh dan sangat lemah. Kita sangat tahu jika Nagata tidak akan mudah dilumpuhkan. Apalagi kemampuan menembak nya tidak bisa diragukan lagi oleh kita. Tapi kenapa? Putra seorang mafia terkuat di sini di masa nya bisa mudah tumbang?" omel Koko.


"Ini salahku! Beberapa senjata api laras panjang dan pistol yang di simpan di mobil tepatnya di bawah jok mobil itu aku ambil dan aku pindahkan. Nagata pasti mencarinya saat kondisi terdesak. Namun apa yang terjadi, pada akhirnya Nagata kalah dalam menghadapi lawan yang tiba-tiba menyerangnya. Selain kalah dalam jumlah, dia juga kalah bertarung tanpa senjata," kata Aprillio. Dalam hal ini jika terjadi apa-apa dengan Nagata dan lebih buruknya kematian, Aprilio lah yang akan disalahkan.


"Dasar bodoh kau Aprillio! Sekarang kau harus pikirkan untuk bisa membebaskan tuan muda Nagata. Jangan sampai masalah ini terdengar oleh tuan besar Niigata. Beliau bisa membakar habis orang-orang geng Ular jika tuan besar turun tangan dan menyelesaikan masalah ini. Tuan besar Niigata tidak akan mengampuni orang-orang yang menyinggung dirinya, putranya, keluarganya maupun geng nya," kata Koko.


"Nanti malam kita akan bergerak! Aku pastikan Nagata dalam keadaan selamat tidak kurang suatu apa pun," ucap Koko.

__ADS_1


"Kabarnya tuan muda Nagata terkena tembakan di kaki nya. Kau pastikan seseorang yang telah menembakkan kaki pada tuan muda Nagata, tidak bisa bernafas esok hari. Ini perintah atau kamu yang akan mendapatkan hukuman nya," ancam Koko.


"Dimengerti!" kata Aprilio.


🦋🦋🦋🦋🦋


Di kamar pribadi Camelia. Kamar dengan dinding, dekorasi serta perabotan yang bernuansa pink itu, Camelia sedang memikirkan cara untuk bisa menjumpai Nagata serta bisa membebaskannya. Dalam masalah ini, dia lah yang bersalah membuat Nagata dengan mudah bisa dilumpuhkan oleh Robert beserta anak buahnya. Nagata sekarang meringkuk di ruang bawah tanah yang pengap dan pasti kotor banyak tikusnya. Dan Nagata pasti akan mengalami pemukulan dan kekerasan oleh Robert sendiri ataupun orang-orang anak buah Robert yang ditugaskan Menganiaya Nagata. Camelia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika keadaan kakak angkatnya itu semakin buruk.


Tok.


Suara ketukan pintu kamar Camelia membuat Camelia terperanjat. Pasti itu adalah Robert yang mendatangi nya. Handle pintu kamar itu dibukanya dan benar saja Robert datang.

__ADS_1


"Kamu menunggu ku, sayang?" ucap Robert seraya memeluk pinggang ramping milik Camelia dari belakang. Kini leher putih dan jenjang milik Camelia tiba-tiba mendapatkan kecupan dari bibir dingin Robert. Camelia tiba-tiba merasakan gelenyar aneh dalam aliran tubuhnya.


"Aku kangen kamu, Camelia ku! Maaf jika beberapa bulan ini aku belum bisa mengeluarkan kamu dari tempat itu. Kamu sangat tahu jelas kalau di markas itu penjagaan sangat ketat. Ditambah lagi kamu selalu dijaga dan dilindungi oleh orang-orang Nagata. Dan baru tadi aku mempunyai kesempatan untuk merebut mu kembali," kata Robert.


Kini Robert membalikkan tubuh Camelia hingga keduanya saling berhadapan. Jemari Robert mengusap bibir indah dan mungil milik Camelia. Robert mengecupnya di sana. Camelia terpejam saat Robert memberikan sedikit sentuhan itu.


"Apakah bibir ini sudah ternoda oleh laki-laki itu?" tanya Robert yang membuat mata Camelia membulat sempurna.


"Kak Robert! Kenapa kakak berpikir seperti itu? Bahkan aku tidak pernah disentuhnya. Aku sudah dianggap sebagai adik angkatnya oleh kakak Nagata. Demikian juga halnya oleh mommy Mawar, aku telah diangkat menjadi putrinya. Bagaimana bisa kak Robert berpikir begitu?" sahut Camelia. Robert tersenyum sinis mendengar nya.


"Karena laki-laki itu terlihat menyukai kamu! Aku tidak yakin jika laki-laki itu tidak menyentuhmu sama sekali," kata Robert. Camelia yang mendengar nya menjadi geram.

__ADS_1


"Terserah kakak Robert mau percaya dengan aku atau tidak, m" sahut Camelia.


"Eh, em baiklah aku percaya dengan kamu. Tapi aku tidak akan pernah bisa mempercayai laki-laki itu," ucap Robert seraya kembali menyesap dan mencium bagian leher jenjang Camelia. Camelia mendongak seperti memberikan ruang kuasa bagi Robert untuk memperlakukan tubuh nya dengan kemanjaan.


__ADS_2