TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
LEMAHNYA NAGATA


__ADS_3

Kondisi Nagata sudah pulih. Saat ini Nagata sudah kembali ke markas nya. Saat ini Nagata di dalam ruangan pribadinya Berkutat dengan laptopnya. Nagata sengaja menyibukkan dirinya supaya cepat atau lambat bisa melupakan Imelda. Melupakan Imelda atas semua kekecewaan nya karena berusaha ingin melenyapkan nyawanya. Walaupun demikian, ingatan indah yang penuh kenikmatan masih jelas dalam benak Nagata.


Langkah kaki pelan menuju ke depan pintu ruangan Nagata. Langkah nya terdengar pelan namun pasti. Saat di depan pintu, serta merta handle pintu tersebut terbuka. Kini terlihat lah wanita dewasa berumur empat puluh tahunan dan sangat cantik serta keibuan masuk ke ruangan pribadi Nagata dengan senyuman lebarnya.


"Mommy!" ucap Nagata terkejut melihat kedatangan mommy nya. Nagata segera berdiri dari kursinya dan menghambur memeluk mommy nya. Mommy nya tersenyum lebar saat Nagata mencium pipi kanan dan kiri milik mommy nya.


"Bagaimana keadaan kamu, sayang? Kata pak Tukimin, ada seseorang yang berusaha meracuni kamu. Mommy ingin tahu siapa yang berani berniat jahat ingin melenyapkan nyawamu, nak," ucap mommy Nagata sebut saja mommy Mawar.

__ADS_1


"Mommy, sudahlah jangan membahas orang yang mencoba melenyapkan aku. Yang penting sekarang ini putra mommy ini sudah pulih dan selamat dari maut yang selalu datang mengancam," sahut Nagata sambil memeluk pundak mommy nya seperti sahabat nya sendiri.


Mommy Mawar kini duduk di sofa panjang. Sedangkan Nagata kembali bersikap manja. Kepalanya diletakkan di atas paha mommy nya. Mommy Mawar mengusap kepala Nagata dengan lembut.


"Nagata, sayang! Apakah kamu yakin tidak ingin berbagi cerita dengan mommy mu ini, nak? Oh iya, bagaimana kabar Imelda? Apakah kamu masih menjalin hubungan dengan Imelda, sayang?" kata Mommy Mawar. Nagata menarik nafasnya dengan dalam-dalam lalu membuangnya dengan kasar.


"Kenapa Nagata, sayang? Imelda sehat kan?" tanya mommy Mawar.

__ADS_1


"Lalu dimana sekarang, Imelda? Jangan bilang Aprilio atau Koko telah mengeksekusi nya," tebak mommy Mawar.


Kedua bola matanya menatap tajam ke arah Nagata. Nagata menarik rambutnya sendiri kerena sangat kesal. Tiba-tiba dirinya sedih bercampur dengan kekecewaan. Marah pun menyelimuti hatinya. Bagaimana pun Imelda sudah lama bersama dengan dirinya. Hati Nagata sudah bertengger nama Imelda. Walaupun Imelda dinilai oleh anak buahnya membawa pengaruh buruk terhadap Nagata.


"Imelda sudah tidak ada di markas ini, mommy! Imelda sudah dikirim kembali ke markas nya. Geng tengkorak harus melihat bahwa kekuatan geng kepala Naga tidak bisa dianggap remeh," jelas Nagata. Mommy Mawar mulai menebak-nebak apakah Imelda masih hidup atau mati.


"Apakah kalian mengirim Imelda dalam keadaan tidak bernyawa?" tebak mommy Mawar. Nagata terlihat menundukkan kepalanya. Tentu saja Nagata menjadi sedih jika mengingat Imelda kekasihnya yang kini sudah tiada.

__ADS_1


"Bahkan aku tidak mengetahui jasad Imelda, mommy! Saat itu aku masih kritis karena minuman yang sudah diberikan racun oleh Imelda telah terminum olehku. Beruntung nyawaku masih bisa tertolong. Jika tidak? Aku akan dikubur bersama Imelda. Kekasihku itu, mommy!" sahut Nagata.


"Mana ada seorang kekasih yang tega meracuni kekasih nya sendiri? Dia hanya berpura-pura mencintaimu, sayang! Sudahlah! Lupakan Imelda! Masih banyak gadis-gadis muda di luar sana yang lebih cantik, seksi yang mengagumi kamu. Karena kamu adalah putraku yang paling maco, tampan, gagah, serta memiliki kuasa dalam materi dan segalanya," ucap Mommy Mawar sembari memeluk putra nya yang kini menjadi lemah kalau sudah berurusan dengan wanita yang dicintainya.


__ADS_2