TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
PERMAINAN


__ADS_3

Benar saja! Sesampainya di dalam kamar, Candra segera menciumi Mawar dengan membabi buta. Tanpa ampun wanita dewasa yang sudah tidak lagi muda itu mendapatkan serangan-serangan dari Candra. Candra akhirnya menggiring Mawar menuju peraduan yang lebar dan mewah di kamar itu. Tanpa perlawanan, Mawar pasrah dalam kungkungan Candra yang menikmati segala aroma tubuhnya di setiap lekukan indah milik Mawar.


"Setelah ini jangan menunda-nunda lagi sayang! Aku pastikan aku akan mengikat kamu dengan pernikahan. Aku sudah tidak perduli dengan Nagata, putra kamu yang tidak menyukai aku," ucap Candra. Mawar menyipitkan bola matanya menatap netra Candra yang sudah sayu lantaran hasratnya mulai meledak dan ingin segera menuntut kenikmatan.


Di dalam kamar yang ber AC itu sepasang kekasih yang sudah berusia dewasa sedang bergelut dalam penyatuan rasa. Suara manja Mawar mulia keluar tatkala Candra mulai mendominasi kegiatan di atas peraduan tersebut. Tidak henti-hentinya Candra membuat Mawar menggeliat seperti cacing kepanasan lantaran merasakan kenikmatan yang tiada tara. Demi apapun, bagi Mawar berani bersumpah jika Candra selalu membuat dirinya merasakan puncak nikmat dari kegiatan yang membuat candu bagi keduanya.


Tubuh keduanya keluar keringat padahal jelas-jelas di kamar itu AC telah dihidupkan. Entah kenapa masih saja keduanya seperti melakukan olahraga berlari hingga beberapa kilometer.


"Candra! Oh, no! Jangan membuatku gila karena ini," gumam Mawar. Gumaman Mawar tentu saja semakin menambah semangat Candra untuk membuat Mawar mengakui bahwasanya dialah laki-laki yang bisa mengerti kemauan wanita nya.


"Bertahanlah, sayang! Setelah ini akan aku tunjukkan yang lebih nikmat dan akan membuat kamu tidak bisa lupa dengan aku. Ini akan menjadi candu buat kamu, sayang!" bisik Candra. Kini Candra sedikit menggigit telinga Mawar pelan.. Tentu saja bulu kuduk Mawar semakin merinding dibuatnya.


Demi apa pun, ini benar-benar membuat Mawar pasrah menerima segala kenikmatan itu. Mawar benar-benar menikmati nya. Hingga sampai akhirnya sesuatu bagian yang sudah mengacung keras dan panjang menerobos masuk ke liang pribadi milik Mawar. Sontak saja Mawar menjerit pelan. Namun dengan cepat bibir mungil Mawar dibungkam cepat oleh Candra dengan ciuman yang tidak kalah liar.

__ADS_1


"Candra! Kamu gila!" umpat Mawar. Candra tersenyum nakal seraya menggerakkan pinggulnya hingga melakukan gerakan memompa sampai habis senjata nya.


Suara mereka saling bersahutan. Hanya dinding di kamar itulah menjadi saksi mereka melakukan kegiatan nikmat bagi seorang pasangan dewasa. Sampai beberapa lama, akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncak gunung Himalaya. Pekikan keduanya sebagai tanda bahwa mereka sama-sama melakukan pelepasan puncak kenikmatan itu. Candra ambruk di atas tubuh indah Mawar yang masih polos. Senyuman puas keduanya kini tersungging nyata.


"Haus!" keluh Mawar. Candra tersenyum lebar mendengar keluhan Mawar dengan suara manja nya.


"Ayo, kita mandi! Setelah itu turun ke bawah dan makan bersama dengan Cornelius," ucap Candra seraya mengecup lembut Mawar dengan penuh kelembutan.


"Candra, aku benar-benar lelah! Kamu benar-benar membuatku semakin gila dengan semua ini," keluh Mawar.


"Bagaimana dengan Niigata dalam urusan ranjang? Apakah dia lebih hebat daripada aku?" tanya Candra.


"Selalu pertanyaan itu yang kamu tujukan kepada ku, Candra! Aku tidak suka mengingat kembali masa lalu dan yang sudah terjadi. Apalagi harus membandingkan kamu dengan Niigata," sahut Mawar dengan bibir cemberut. Candra semakin gemas melihat nya.

__ADS_1


"Maaf, sayang! Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya takut suatu saat kamu kecewa dengan aku dan membandingkan dengan mantan suami kamu itu," kata Candra.


"Semua sudah berlalu sayang! Jika kamu mencintai aku, seharusnya kamu mempercayai aku sepenuhnya. Jangan lagi mengungkit masa lalu. Oke?" kata Mawar.


"Baiklah! Maafkan aku!" sahut Candra.


"Untuk kamu, aku selalu memaafkan kamu sayang! Asal kamu tahu, jika pertanyaan itu aku kembalikan kepada kamu bagaimana? Enakkan mana aku dengan mantan istri kamu itu? Apakah kamu bisa menjawab nya?" kata Mawar.


"Tentu saja aku berani menjawab nya, sayang! Tentu saja kamu lah yang bisa membuat aku merasakan kecanduan. Semua itu karena aku sudah terlanjur mencintaimu," kata Candra serius. Candra merengkuh tubuh Mawar dan diusapnya dengan mesra.


"Jangan bilang kamu mau tambah lagi, Candra!" protes Mawar. Namun tidak sampai hitungan menit, kembali Candra menundukkan kepalanya mencari letak goa milik Mawar yang membuat Candra merasakan kenikmatan. Mawar kembali melenguh dan tentu saja tidak bisa menolaknya kembali. Demi apapun, Mawar kembali merasakan sensasi yang membuat darahnya kembali menghangat dan berdesir indah.


"Candra! Kamu biadab!" umpat Mawar tidak perduli suaranya memekik keluar kamar. Hanya senyuman puas dan nakal kembali terlempar dari sudut bibir Candra.

__ADS_1


"Semakin kamu mengumpat, semakin aku liar melakukannya, sayang!" kata Candra sambil memainkan bukit indah yang selalu membuat dirinya di atas puncak kenikmatan.


__ADS_2