
Nagata benar-benar merasa sedih ketika kembali nya dia ke markasnya tanpa Camelia bersama nya. Bagi Nagata ini seperti kekalahan karena wanita yang masih diam-diam ia sukai itu jatuh ke pelukan laki-laki lain. Sedangkan laki-laki itu merupakan musuhnya.
"Jangan terlalu banyak minum, tuan muda! Tuan muda sudah menghabiskan banyak minuman beralkohol dengan kadar tinggi," kata Koko yang kali ini berusaha mendekati Nagata. Nagata masih terlihat kacau keadaan nya. Ini seperti mengalami patah hati. Nagata terlihat sangat kesal dengan sikap dan gaya bicara Koko yang seolah ingin mengatur dirinya. Namun Koko adalah orang lama yang merupakan salah satu orang kepercayaan papi nya Niigata. Usia Koko ini seperti usia mommy nya berkisar empat puluhan tahun.
Sekali lagi Nagata menuang botol wine itu kembali ke dalam gelasnya. Namun sebelum Nagata kembali meneguknya, Koko merebut gelas itu dari tangan Nagata.
"Sudah cukup, tuan muda Nagata! Ini akan membuat dirimu semakin gila," ujar Koko.
"Koko! Sejak kapan kau melarang dan mengatur hidupku, hah? Lebih baik kau urus dirimu sendiri dan bersenang-senang lah dengan wanita-wanita mu di luar sana! Jangan ikut campur dengan kesenangan ku!" kata Nagata geram. Kali ini emosinya sudah meledak-ledak. Koko tidak memperdulikan kemarahan Nagata. Bagi dirinya di sana tugasnya selalu menjaga putra sahabat sekaligus bos nya dahulu yaitu Niigata. Koko keluar dari ruangan itu dengan langkah kaki lebarnya. Namun bukan lantaran tersinggung dengan sikap kasar tanpa hormat dari Nagata. Namun Koko juga perlu mencari kesenangan diri di luar. Kini di ruangan itu meninggalkan Nagata yang masih kacau dan kembali meminum sepuasnya disertai menikmati setiap hembusan rokoknya.
__ADS_1
Setiba nya di pintu utama Koko bertemu dengan Aprilio bersama dengan seorang wanita seksi. Tentu saja Koko tiba-tiba mengernyitkan bola matanya menatap Aprilio yang datang bersama dengan wanita seksi yang mungkin saja melayani jasa partner ranjang.
"Om Koko, mau kemana?" tanya Aprilio.
"Keluar sebentar! Oh iya, siapa wanita itu? Apakah untuk tuan muda Nagata?" kata Koko ingin tahu. Aprilio tersenyum miring.
"Aku pastikan, tuan muda Nagata tidak akan mau bermain seperti itu. Jika memang tuan Nagata mengijinkan wanita itu menyentuh kulitnya, rambut panjang ku ini sebagai taruhannya. Aku akan memotongnya," tantang Koko dengan tersenyum sinis.
"Baiklah! Aku pegang kata-kata kamu om Koko! Tapi seperti nya dengan rambut om Koko yang dipotong, itu akan menambah ketampanan om Koko. Percaya itu deh," sahut Aprilio. Koko segera berlalu pergi meninggalkan Aprilio menuju tempat mobilnya terparkir. Sedangkan Aprilio mulai mengajak Wanita penghibur itu menaiki anak tangga menuju ruangan pribadi Nagata.
__ADS_1
"Bersikaplah manis di depan tuan muda ku! Jika kamu berhasil melakukan tugas kamu, aku akan menambah bayaran kamu. Oke?" kata Aprilio kepada wanita itu. Wanita itu sepertinya sudah sangat yakin bisa melakukan tugasnya dengan baik.
"Tentu saja, tuan Aprilio! Aku akan melakukan tugasku dengan baik. Aku pastikan jika tuan muda tuan Aprilio akan ketagihan dengan aku," sahut wanita dengan penampilan yang sangat minum dan terbuka.
"Aku akan melihat hasil kerjamu, Dena!" kata Aprilio sambil memukul pinggul milik Dena dengan keras. Hal itu membuat Dena berteriak karena kesakitan.
"Astaga, tuan Aprilio! Setelah aku membuat tuan muda tuan Aprilio lemas, akan aku pastikan aku akan memperkosa anda tuan Aprilio," ancam Dena dengan mengerlingkan bola matanya nakal.
"Aku tidak tertarik, Dena!" tolak Aprilio dengan mendengus kesal.
__ADS_1