TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
CERITA LAMPAU


__ADS_3

"Mami papi sudah di surga, adik manis! Mami papi telah diurus jasadnya oleh orang-orang kakak. Adik cantik ikut kakak pulang dulu, yah!" sahut Robert berusaha membuat Camelia kecil seolah Robert lah pahlawan bagi Camelia kecil.


Camelia hanya bisa mengikuti ucapan Robert remaja. Karena Camelia kecil tidak ada pilihan lagi selain mengikuti Robert mengajaknya pergi. Sedangkan papi mami nya telah meninggal. Itu adalah kata dari Robert. Sedangkan Camelia kecil tidak diijinkan melihat jasad mami papinya. Namun suara teriakan terakhir mami papi nya terdengar di telinga Camelia kecil saat itu.


Robert membawa keluar rumah tinggal Camelia kecil menuju markas geng ular. Sepanjang perjalanan, di dalam mobil Camelia kecil diam larut dalam kesedihannya. Kehilangan kedua orang tua nya membuat Camelia kecil menjadi hidup sebatang kara. Di usianya yang tumbuh berkembang menginjak remaja, Camelia kecil harus ditinggal kedua orang tua kandung nya. Dan sekarang dirinya dengan terpaksa mengikuti laki-laki atau orang asing yang akan membawanya di tempat tinggal nya.


"Kakak, aku ingin ikut mami papi, kakak! Mami papi ku ada di mana?" tanya Camelia kecil kembali menangis terisak-isak mengingat bahwa papi mami nya dikabarkan telah meninggal lantaran kegaduhan dan suara tembakan di rumahnya beberapa waktu lalu. Dengan mendekap lembut dan mengusap puncak kepala Camelia kecil, Robert kembali menenangkan Camelia kecil.

__ADS_1


"Adik cantik! Nanti setelah kita ke tempat tinggal kakak, kita akan mengunjungi papi mami kamu yah," kata Robert.


"Tapi kakak, aku ingin melihat mami papi jika benar-benar mami papi telah meninggal karena tertembak," desak Camelia kecil.


Robert diam, saat ini Robert hanya berusaha membuat Camelia kecil mempercayai dirinya bahwa dirinyalah yang berusaha menyelamatkan mami papi nya bukan salah satu orang yang berperan dalam perencanaan pembunuhan satu keluarga itu. Sebenarnya misi kali ini adalah menghabisi seluruh keluarga Camelia, termasuk Camelia kecil. Namun Robert tidak tega melukai Camelia kecil. Robert berencana membuat Camelia kecil menjadi anggota geng ular. Kelak Robert bisa memanfaatkan Camelia kecil untuk melawan musuh-musuhnya.


Mobil itu masuk ke pekarangan luas dengan rumah besar bertingkat. Markas geng ular yang sekaligus dijadikan tempat tinggal bagi Robert.

__ADS_1


Robert kini masuk ke dalam ruangan pribadinya. Sedangkan Camelia kecil diserahkan oleh salah seorang pelayan untuk mengurus segala keperluan nya.


Di dalam ruangan nya, Robert mulai menyesap minuman yang akan membawanya kedalam ketenangan. Tiba-tiba tidak lama seseorang datang masuk ke dalam ruangannya memberikan informasi.


"Bagaimana? Apakah semuanya beres?" tanya Robert sambil menyesap minuman nya. Laki-laki dewasa yang merupakan anak buah Robert itu masih berdiri melaporkan tentang tugasnya.


"Pak Wiraguna beserta istrinya telah dimakankan di pinggiran kota, bos! Kami pastikan polisi tidak akan mencium pergerakan kita," ucap laki-laki dewasa yang merupakan salah seorang anak buah geng ular. Robert diam hanya menatap jauh ke depan. Saat ini Robert duduk di balkon kamarnya.

__ADS_1


"Kamu bisa pergi dari sini! Oh iya, bilang sama Marni suruh mengantarkan gadis kecil yang bernama Camelia itu ke dalam ruangan pribadi ku," perintah Robert.


"Siap bos!" sahut laki-laki dewasa itu dan mulai melangkah pergi meninggalkan ruangan pribadi Robert yang merupakan pimpinan geng ular.


__ADS_2