TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
CANDRA


__ADS_3

Mommy Mawar keluar dari kamar nya dengan mengenakan pakaian santai. Langkah nya pelan dan terlihat anggun menghampiri Candra yang sudah lama duduk di ruang tengah, menikmati minuman nya disertai beberapa cemilan. Asisten rumah tangga di kediaman mommy Mawar tanpa dikomando atau suruh selalu memberikan sambutan hangat pada semua teman, kolega, tamu dari majikannya. Beberapa puntung rokok yang berada di asbak sudah terlihat penuh di sana. Candra memang laki-laki perokok berat. Satu hari Candra bisa menghabiskan dua bungkus rokok sesuai cita rasa rokok yang telah dipilihnya.


Mommy Mawar memperhatikan asbak di atas meja ruangan Tengah yang ia siapkan di sana terlihat sudah banyak puntung rokok di sana. Morning Mawar menyipitkan bola matanya.


"Kamu sudah berapa batang rokok habis kamu hisap selama menunggu aku?" tanya mommy Mawar yang sebenarnya tidak menghendaki jawaban dari Candra. Jelas-jelas sudah lebih dari enam batang puntung rokok itu di dalam asbak terlihat mata.


"Kemari lah mendekat padaku! Jangan cemberut dan membahas rokok yang sudah aku hisap. Selama menunggu kamu, satu menit pun rasanya seperti satu hari. Kau hitung saja jika setengah jam aku duduk sendirian di sini menunggu kamu," seloroh Candra seraya melebarkan tangannya supaya bisa meraih tubuh langsing mommy Mawar.

__ADS_1


Mommy Mawar mendekat dan mengikuti perintah kekasihnya itu. Namun dengan cepat Candra menyambar tubuh mungil mommy Mawar hingga terduduk di atas pahanya. Kini Candra semakin leluasa memeluk pinggang ramping milik mommy Mawar. Wangi sabun dan parfum menyeruak di hidung Candra. Ini menambah sensasi luar biasa ingin semakin meresapi tubuh indah kekasihnya.


"Wangi sekali, kamu wangi sekali sayang!" ucap Candra pelan. Mommy Mawar malu-malu mendengar nya. Wajah Candra dekat dengan mommy Mawar. Tentu saja mommy Mawar bisa mencium nafas Candra yang berciri khas aroma tembakau. Laki-laki perokok bau nafas dari tarikan di hidung nya tidak bisa dibohongi kalau dia adalah pecandu rokok sejati.


"Bau tembakau, kamu!" keluh mommy Mawar. Namun Candra semakin menenggelamkan kepalanya didekat dada mommy Candra. Mengusap kepala nya di bagian ternyaman milik mommy Mawar. Tangan mommy Mawar merangkum kedua pipi Candra yang sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus di bagian dagu nya. Candra mendongak ke mommy Mawar menatap wajah cantik kekasihnya yang dirindukan. Satu minggu ini keduanya tidak saling bertemu. Kesibukan Candra membuat hubungan mereka saling berjauhan lantaran perjalanan bisnis nya di luar kota.


"Kita menikah yuk! Segera kita halalkan hubungan kita supaya aku tidak lagi mengkhawatirkan kamu direbut oleh laki-laki yang berusaha mendekati kamu," ajak Candra. Mommy Mawar tersenyum saja mendengar nya.

__ADS_1


"Aku tidak perduli! Sekalipun aku harus menghadapi harimau lapar yang siap menerkam ku, aku tidak akan taku. Apakah putra mu itu menghendaki kamu untuk kembali dengan papi nya?" ucap Candra terlihat ada kecemburuan jika mengingat mantan suami mommy Mawar.


"Benar! Namun itu tidak mungkin terjadi. Bukannya kamu paham dan tahu alasannya apa aku bercerai dengan mantan suamiku itu. Dia telah membunuh ayahku. Dan aku belum bisa membalasnya," kata mommy Mawar.


"Jika kamu tidak tega untuk membalas dendam kamu pada mantan suami kamu itu, kamu bisa meminjam tanganku untuk membunuh nya. Atau kamu bisa menugaskan pembunuh bayaran untuk menyelesaikan segala urusan dari dendam masa lalu itu," ujar Candra.


"Tidak! Itu sulit aku lakukan Candra! Dia adalah ayah kandung putraku. Selama ini hubungan ayah dan anak itu sangat dekat. Mereka selalu berkomunikasi dan saling melindungi. Kekuatan putra ku dengan orang-orang nya sangat kuat. Demikian juga halnya dengan kekuatan mantan suamiku itu yang berada di luar negeri. Dia mafia terkuat yang ditakuti di dunia bawah tanah. Sedikit saja aku melakukan tindakan dan perencanaan untuk menghilangkan nyawanya, itu sangat mudah tercium oleh mereka," terang mommy Mawar.

__ADS_1


Candra menarik nafasnya lalu dihembuskan nya pelan. Kini pelukan ke pinggang mommy Mawar semakin diperkuat nya. Pelan-pelan tubuh mungil itu diangkat nya. Mommy Mawar melebar kan bola matanya. Dengan senyuman menyeringai Candra membawa mommy Mawar masuk ke dalam kamar pribadi mommy Mawar. Dengan hati-hati merebahkan dan meletakkan tubuh mungil itu di atas peraduan.


"Sepertinya aku sudah sangat menginginkan kamu, malam ini!" bisik Candra dengan hembusan nafasnya yang semakin menderu dan penuh gejolak. Mommy Mawar memejamkan matanya setelah Candra mulai melakukan pergerakannya.


__ADS_2