TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
JELAS


__ADS_3

Aprilio menghindari Dena supaya tidak tergoda oleh ajakan Dena untuk melakukan yang enak-enak malam itu. Semua lantaran Nagata benar-benar menolak wanita penghibur seperti Dena untuk memberikan kehangatan di ranjang nya. Saat hendak masuk ke dalam kamarnya, Aprilio dihadang oleh Nagata. Tentu saja Nagata sangat marah dengan sikap lancang Aprilio yang membawa seorang wanita penghibur dan apalagi menyuruhnya masuk ke dalam ruangan pribadi nya. Namun begitu, Nagata sangat paham apa maksud Aprilio mendatangkan wanita penghibur itu kepada Nagata. Ini supaya Nagata tidak larut dalam kesedihan nya lantaran Camelia yang kembali di markas Ular.


"Aprilio! Ikutlah ke ruangan ku!" perintah Nagata. Aprilio menyipitkan bola matanya. Namun tetap mengikuti perintah bos nya.


"Ada apa bos? Apa tidak lebih baik besok pagi saja bos.. Saya sudah mengantuk bos," ucap Aprilio yang bicara tanpa diindahkan oleh Nagata.

__ADS_1


Mereka kini sudah berada di balkon kamar Nagata. Nagata mulai membicarakan rencana nya kepada Aprilio. Nagata merencanakan sesuatu supaya Aprilio bisa mendapatkan bukti-bukti kalau Robert lah yang telah membunuh mami papi atau orang tua Camelia. Selain itu Nagata juga memerintahkan Aprilio untuk mencari bukti-bukti bahwasanya perusahaan QQ grup merupakan perusahaan milik orang tua Camelia yang disabotase oleh Robert dengan segala kecurangan-kecurangan yang Robert lakukan bersama orang-orang nya.


"Baiklah, tuan muda! Dalam urusan penting seperti ini aku akan bekerja sama dengan Koko dalam mengungkap kejahatan dan kelicikan Robert. Saya pastikan secepatnya saya dengan Koko akan mendapatkan bukti-bukti bahwa Robert telah merebut aset-aset kepemilikan yang seharusnya jatuh di tangan Camelia sebagai putri tunggal dari Pak Romi dengan bu Rumi orang tua Camelia," ucap Aprilio.


"Aku ingin Camelia kembali di tempat ini dan rasanya aku tidak pernah rela jika Camelia hidup bersama laki-laki yang sudah membohongi dan menipu Camelia," kata Nagata. Aprilio memperhatikan wajah tuan muda nya dengan penuh selidik.

__ADS_1


"Entahlah! Aku sendiri juga tidak tahu! Aku rasa, dia adalah wanita yang pantas untuk menjadi ibu bagi anak-anak ku kelak," ucap Nagata. Aprilio tersenyum miring.


"Saya baru melihat tuan muda yang tiba-tiba menjadi lemah saat bersama dengan wanita yang dicintai nya. Saya dengan om Koko tidak habis pikir kenapa tuan muda dengan mudah nya bisa dibekuk oleh orang-orang anak buah Robert saat itu," ucap Aprilio. Nagata melebarkan bola matanya. Nagata tentu saja kembali teringat saat dirinya mencari keberadaan senjata api yang telah dirinya simpan di dalam mobil, kenapa bisa tidak ada di tempat penyimpangan di dalam mobil. Selain itu di bawah jok mobil pun juga tidak ditemukan senjata api yang Nagata sembunyikan di sana. Apalagi di dasbor mobil Nagata pun telah menyimpan pistol kecil dengan satu peluru di sana. Namun disaat Nagata membutuhkan dan dalam keadaan terdesak, pistol yang dicarinya tidak ada di dalam mobilnya.


"Tunggu dulu! Apakah kamu yang telah memindahkan pistol dan juga senjata api laras panjang yang aku sembunyikan di jok mobil dan aku taruh di dalam dasbor mobil, Aprilio?" tuduh Nagata. Aprilio seketika menyipitkan matanya. Heran dengan semua yang telah dituduhkan oleh tuan mudanya.

__ADS_1


"Tidak tuan muda! Mana berani saya melakukan itu! Bahkan menggeser benda milik tuan muda saja, saya tidak berani. Jadi? Pada saat keadaan yang berbahaya itu, tuan muda menyerang anak buah Robert dengan tangan kosong?" kata Aprilio.


"Sebenarnya aku bisa dengan mudah melumpuhkan mereka. Namun di sana ada Camelia. Aku takut keselamatan Camelia terancam jika aku melumpuhkan orang-orang anak buah Robert. Apalagi kamu tahu sendiri, jika Camelia masih sangat mencintai laki-laki itu dan mempercayai nya. Aku kalah dalam hal ini, Aprilio," jelas Nagata sambil menghela nafasnya panjang.


__ADS_2