
Di markas geng ular. Robert membanting semua benda-benda yang berada di dekatnya. Ruangan itu menjadi berantakan. Very orang kepercayaan Robert menjadi ketakutan melihat bos nya saat ini sedang mengamuk.
Prank.
Prank.
Beberapa botol kosong bekas minuman beralkohol dilemparkan nya di dinding ruangan itu. Bisa dibayangkan suaranya semakin kacau dan pecahan nya berserakan kemana-mana. Very sedikit menjauh supaya tidak terkena pecahan dari botol kaca yang berserakan.
"Pulau kecil itu telah direbut kembali oleh orang-orang geng kepala naga. Sedangkan saat ini Camelia ku disandera oleh mereka. Pergerakan kita sudah dihalau oleh orang-orang Nagata. Camelia pasti akan mengira jika aku tidak memperdulikan dirinya," ucap Robert geram. Satu botol wine itu kembali di teguk nya. Pandangan nya sudah mulai buram karena Robert benar-benar kacau. Very melangkah keluar dari ruangan itu meninggalkan Robert yang sudah ambruk dengan tengkurap di atas sofa panjang. Ini lebih baik dari pada Robert kembali mengamuk dan mengoceh dengan ketidakadaan Camelia di sana.
__ADS_1
🦋🦋🦋🦋🦋
Camelia!
Entah bagaimana ceritanya antara Robert dan juga Camelia bisa semakin dekat. Hubungan mereka menjadi semakin aneh ketika Camelia kecil tumbuh menjadi gadis remaja yang mulai mengenal lawan jenisnya. Detak rasa yang aneh mulai berpacu kencang ketika bersama dengan kakak angkatnya yang telah menyekolahkan dirinya hingga sekolah menengah atas. Demikian halnya juga dengan Robert mulai tidak biasa dan gelisah tatkala gadis kecilnya semakin tumbuh dewasa. Hal itu semakin terjadi tatkala Robert tiba-tiba mendengar kabar kalau Camelia jatuh dari motor nya saat kembali pulang ke rumah. Robert yang mengkhawatirkan keadaan adik angkat nya itu seketika masuk ke kamar Camelia tanpa mengetuknya. Dan ternyata Camelia saat itu sedang dalam tidak lengkap berpakaian karena habis mandi. Camelia yang sudah tumbuh menjadi gadis perawan yang mulai padat dua buah dada nya yang menggantung lumayan berisi membuat Robert melebar matanya.
"Eh, em, Very memberi kabar kepada ku kalau kamu tadi jatuh dari motor. Makanya aku segera cepat pulang dan mendatangi kamu. Apakah ada yang terluka bagian tubuh mu, Camelia?" ucap Robert gugup. Namun saat ini rasa khawatir nya membuat Robert tidak memperdulikan keadaan Camelia yang hanya mengenakan bra dan segitiga pengaman yang menutupi bagian inti nya. Mata Camelia melebar matanya dengan sempurna ketika Robert memeriksa kaki dan juga tangannya yang ada luka. Camelia memperhatikan Robert. Bahkan wajah Robert sangat dekat dengan wajah Kirana.
"Kenapa tidak hati-hati sih? Kalau kamu kenapa-kenapa bagaimana?" ucap Robert kini beralih memperhatikan bagian dahi Camelia yang sedikit memar karena jatuh dari motor tadi saat pulang sekolah.
__ADS_1
"Hanya luka kecil, kakak! Besok juga cepat sembuh dan mengering," sahut Camelia sambil menatap kakak angkatnya yang setelah kematian kedua orang tuanya itu dirinya tinggal bersama nya.
"Aku tidak akan membiarkan luka sedikit pun pada kaki dan tangan maupun bagian tubuh kamu yang lainnya. Kamu membuat aku khawatir, Camelia," kata Robert saat itu. Kini matanya tanpa sengaja melihat bagian belahan dada yang terlihat menggoda matanya. Robert mulai berdetak jantung nya. Saliva itu ditelannya dan Robert ingin menepis semua perasaan yang bergejolak serta membuncah di dadanya. Namun kedua netra mata mereka beradu dan saling tatap.
"Kak Robert!" ucap Camelia pelan.
"Eh, em oh iya, aku tunggu kamu di bawah! Setelah kamu berganti pakaian, aku akan mengajak kamu makan malam bersama dan aku akan mengobati luka-luka kamu," kata Robert dengan mengalihkan pandangan nya ke arah pintu. Robert tidak ingin semakin bergejolak merasakan perasaan aneh semakin lama semakin membuat dirinya berusaha menolak. Camelia kecil yang dahulu ia anggap kecil kini sudah beranjak dewasa.
"Perasaan apa ini?" pikir Robert. Demikian juga halnya dengan Camelia yang sesungguhnya sudah merasakan sangat nyaman jika bersama dengan kakak angkatnya itu.
__ADS_1