TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
CORNELIUS


__ADS_3

Di sebuah bangunan megah dan mewah, tampak seorang laki-laki muda yang diperkirakan berusia dua puluhan setara dengan Nagata sedang bermain game di ruang tengah. Laki-laki itu bernama Cornelius. Dia adalah putra semata wayang dari Candra dengan mantan istrinya yang bernama Melisa. Karena Melisa terbukti melakukan perselingkuhan sehingga hak asuh anak jatuh ditangan Candra saat Cornelius berusia tiga belas tahun.


Sore ini Candra mengajak Mommy Mawar ke rumahnya. Selama beberapa tahun menjalin hubungan dengan mommy Mawar, Cornelius memang sudah bisa menerima mommy Mawar sebagai mami tirinya jika papi nya serius untuk menikahi dan menjadikan mommy Mawar sebagai mami sambung dari Cornelius. Cornelius sudah dekat dengan mommy Mawar. Selain mommy Mawar orangnya mudah akrab dengan semua orang dan terbuka menjadikan Cornelius merasa nyaman jika bercerita dengan kekasih papi nya itu.


Lain cerita dengan Nagata yang tidak mau dekat dan menerima Candra sebagai laki-laki yang spesial dan dekat dengan mommy nya. Nagata malas jika berhubungan dengan Candra. Namun bagaimana pun juga Nagata tidak bisa melarang mommy Mawar untuk dekat dengan beberapa pria termasuk Candra.


Di rumah itu Candra bersama dengan mommy Mawar sedang berkutat di dapur. Mereka terlihat sangat romantis memasak masakan yang akan dibuat oleh Candra dan juga mommy Mawar.


__ADS_1


Cornelius tentu saja mengintip kebersamaan papi dan mommy Mawar yang sedang asyik memasak berdua. Cornelius ikut bahagia jika melihat papi nya tersenyum lebar jika sudah bersama dengan mommy Mawar. Ini tentu saja sangat berbeda jika mommy Mawar sudah lama tidak berkunjung ke rumah. Cornelius tersenyum seraya meninggalkan tempat itu dan bergegas naik ke kamarnya. Dia pikir dia tidak perlu mengganggu ketenangan dan kesenangan papi nya saat bersama wanita yang papi nya cintai.


Sementara itu Candra dan juga mommy Mawar kini sudah menyelesaikan beberapa hasil masakan nya. Dengan mesra Candra memeluk dari belakang pinggang mommy Mawar. Mommy Mawar meraih tangan Candra yang kini melingkar di pinggang Candra.


"Rasanya tidak akan bosan selalu ingin memelukmu Mawar. Aroma tubuhmu seperti sangat aku hafal. Ini membuat aku semakin ketagihan," ucap Candra.


"Jangan seperti anak muda, Candra! Sudah lepaskan pelukan kamu! Kamu tahu kan, ada Cornelius di ruang tengah sedang bermain game," kata Mawar sedikit berbisik. Candra menengok ke ruang tengah dan tidak didapatinya putra nya yang sudah dewasa.


"Cornelius sudah masuk ke dalam kamarnya, sayang! Kamu jangan lagi malu. Lagi pula Cornelius sudah sangat memahami kalau papi nya sangat menyayangi kamu," ucap Candra. Mawar melepaskan pelukan Candra dan duduk di ruang makan.

__ADS_1


"Kalau begitu, kamu mandi sana dulu. Kita makan bersama dengan Cornelius setelah membersihkan tubuh kamu," perintah Mawar.


"Ayo, kalau begitu!" sahut Candra yang dengan cepat meraih tangan Mawar dan menariknya menuju kamar utama Candra.


"Eh, Candra! Candra, jangan lakukan itu!" protes Mawar. Namun Candra tetap tidak perduli jika Mawar memberontak ketika diajak naik ke kamarnya.


Benar saja! Sesampainya di dalam kamar, Candra segera menciumi Mawar dengan membabi buta. Tanpa ampun wanita dewasa yang sudah tidak lagi muda itu mendapatkan serangan-serangan dari Candra. Candra akhirnya menggiring Mawar menuju peraduan yang lebar dan mewah di kamar itu. Tanpa perlawanan, Mawar pasrah dalam kungkungan Candra yang menikmati segala aroma tubuhnya di setiap lekukan indah milik Mawar.


"Setelah ini jangan menunda-nunda lagi sayang! Aku pastikan aku akan mengikat kamu dengan pernikahan. Aku sudah tidak perduli dengan Nagata, putra kamu yang tidak menyukai aku," ucap Candra. Mawar menyipitkan bola matanya menatap netra Candra yang sudah sayu lantaran hasratnya mulai meledak dan ingin segera menuntut kenikmatan.

__ADS_1


__ADS_2