TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
DENDAM


__ADS_3

"Kamu tunggu di sini saja sayang! Aku akan melihat nya di luar," kata Robert seraya mengambil senjata api yang tersimpan di laci lemari kaca kamarnya. Camelia menatap punggung Robert yang keluar dari kamar itu dengan tanda tanya besar. Sedangkan di luar sana suara kegaduhan tadi samar-samar tidak lagi di terdengar oleh Camelia.


Robert berjalan dengan langkah lebarnya. Mata elangnya yang tajam selalu waspada dengan segala kemungkinan yang terjadi. Pendengaran nya berusaha menelisik setiap suara sekecil apapun. Namun sepanjang dirinya belum menuruni anak tangga rumah dengan bangunan yang super Megah itu, Robert belum melihat satu pun orang-orang nya berada. Demikian juga orang-orang asing yang mungkin diperkirakan datang tidak diundang yang sengaja membuat kekacauan.


Benar saja, setelah diujung anak tangga itu. Robert telah menyaksikan pemandangan yang membuat nya naik darah. Ada beberapa anak buah nya yang terdiri sekitar sepuluh orang yang kebetulan masih berada di dalam markas malam ini, telah diikat. Mereka telah dibekuk laki-laki kekar serta asing yang diperkirakan adalah orang-orang dari geng lain. Robert berusaha menebak pria-pria yang mungkin saja seumuran dengan dirinya itu dari kelompok mana. Namun kini matanya tiba-tiba melihat laki-laki muda yang sudah sangat Robert hapal. Mungkin saja laki-laki itulah yang sangat dia benci nya. Dia adalah Nagata. Robert menuruni anak tangga mencoba bernegosiasi atas semuanya. Robert tidak ingin kesepuluh anak buahnya mati dengan sia-sia.


Dari kejauhan Robert melihat Nagata sudah duduk di kursi sofa ruangan itu. Di mana anak buahnya sudah bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Namun kenyataannya kini yang terlihat hanya menyisakan Robert seorang diri di sana yang belum dibekukan. Semua anak buah Robert yang di ruangan itu telah diikat. Tentu saja pekerjaan yang dengan mudahnya melumpuhkan lawan itu atas turun tangannya Koko. Koko adalah orang lama anak asuhnya Niigata. Dialah orang kepercayaan Niigata untuk membantu putranya dalam meneruskan geng kepala naga dan juga perusahaan besarnya di negeri itu, Nagata serta mantan istrinya dalam perlindungan kelompok mafia besar yang dipimpin oleh Niigata.

__ADS_1


Koko terlihat sudah menodongkan pistol nya ke arah Robert. Namun lambaian tangan Nagata sebagai kode supaya memberikan kesempatan pada Robert untuk duduk di sofa bersama Nagata. Robert tersenyum sinis menatap Nagata. Aprilio sedari tadi terlihat sudah geram melihat tingkah Robert yang diketahui nya sudah menembak kaki Nagata beberapa waktu yang lalu. Aprilio ingin mengeksekusi kaki Robert jika sudah mendapatkan persetujuan dan ijin dari bos nya.


"Jadi, apa yang kalian inginkan?" tanya Robert yang merasa tidak bersalah. Nagata masih terlihat tenang dengan situasi tersebut.


"Kau yang memulai peperangan Robert. Kau sudah beberapa kali mengirim mata-mata ke markas kami dan juga perusahaan ku. Tujuan nya tentu ingin menyerang markas dan juga menjatuhkan perusahaan ku bukan? Namun sejatinya aku ingin tahu lebih jelas. Sebenarnya apa yang menjadikan kamu menyulut permusuhan ini. Aku tidak takut dalam hal ini. Tapi satu hal, apa penyebab kamu ingin mengajak peperangan antara aku, hah?" tanya Nagata.


"Hahaha! Apakah kamu tidak mengetahuinya? Jika papi kamu juga ikut andil dalam kematian kedua orang tuaku? Sama seperti ayah dari Camelia yang merupakan sahabat dekat dari papi kamu Niigata," terang Robert. Nagata, Koko, Aprilio dan juga orang-orang anak buah Nagata seketika melebar matanya.

__ADS_1


"Aku lah yang telah menembak mati papi mami Camelia. Kedua orang tuanya telah kau bunuh dengan tanganku sendiri. Karena pak Romi telah menyebabkan kematian kedua orang tuaku," jelas Robert.


Door.


Door.


"Akkkkkkkggggg!" teriakan Robert karena tembakan Koko sangat tepat mengenai sasarannya yang diinginkan nya.

__ADS_1


Segera saja tanpa komando Koko menembak pangkal paha sebelah kiri milik Robert. Sedangkan Nagata segera berlari menaiki anak tangga mencari keberadaan Camelia. Walaupun kaki nya terlihat masih pincang karena tembakan waktu itu. Namun Nagata tidak memperdulikan itu.


"Aku tahu, Robert pelan-pelan akan menyakiti Camelia ku. Walaupun dia menanamkan seolah dirinya lah sang penolong Camelia dalam hidupnya. Padahal kenyataannya Robert telah membunuh kedua orang tua nya," gumam Nagata yang segera mencari Camelia ke setiap ruangan di lantai dua.


__ADS_2