TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
TIDAK TERGODA


__ADS_3

"Bersikaplah manis di depan tuan muda ku! Jika kamu berhasil melakukan tugas kamu, aku akan menambah bayaran kamu. Oke?" kata Aprilio kepada wanita itu. Wanita itu sepertinya sudah sangat yakin bisa melakukan tugasnya dengan baik.


"Tentu saja, tuan Aprilio! Aku akan melakukan tugasku dengan baik. Aku pastikan jika tuan muda tuan Aprilio akan ketagihan dengan aku," sahut wanita dengan penampilan yang sangat minum dan terbuka.


"Aku akan melihat hasil kerjamu, Dena!" kata Aprilio sambil memukul pinggul milik Dena dengan keras. Hal itu membuat Dena berteriak karena kesakitan.


"Astaga, tuan Aprilio! Setelah aku membuat tuan muda tuan Aprilio lemas, akan aku pastikan aku akan memperkosa anda tuan Aprilio," ancam Dena dengan mengerlingkan bola matanya nakal.


"Aku tidak tertarik, Dena!" tolak Aprilio dengan mendengus kesal.


Dena melenggang ke ruangan pribadi Nagata setelah Aprilio menunjukkan letak ruangan pribadi Nagata. Kini Dena masuk dengan penuh percaya diri di ruangan pribadi Nagata setelah Aprilio memastikan bahwa Nagata berada di ruangan pribadi nya.


Benar saja! Saat ini Nagata sedang duduk di atas kursi sofa sambil menikmati batang rokok nya. Terlihat Nagata sudah kacau. Namun Nagata belum tumbang karena sudah banyak minum minuman yang beralkohol tinggi. Namun mulutnya sudah berkicau menyebut nama Camelia nya.

__ADS_1


Dengan langkah penuh percaya diri, Dena berdiri di depan Nagata tanpa rasa malu. Sesuai arahan Aprilio, Dena harus bisa membuat tuan muda yang tampan ini tergoda dengan dirinya. Apalagi Aprilio sudah menjanjikan akan menambah bayaran nya jika bisa membuat senang laki-laki muda yang saat ini berada di depannya.


"Wah, siapa yang bisa menolak untuk melayani tuan muda tampan yang memiliki tubuh kekar dengan dada bidang seperti ini? Seandainya tidak dibayar pun aku akan dengan senang hati naik di atas ranjang nya, memberikan kesenangan dan mengantarkan puncak permainan yang penuh kenikmatan," batin Dena sambil memperhatikan bagian dada Nagata yang sudah terbuka lantaran beberapa kancing kemeja nya sudah dilepaskan.


"Siapa kamu?" tanya Nagata dengan tatapan tajam ke arah Dena. Dena mulai memasang aksi-aksi nya untuk menggoda Nagata. Namun sebelum Dena hendak berjongkok dan melakukan kegiatan yang ekstrim, Nagata dengan kasar mendorongnya menjauh dari tubuh nya.


"Hai, siapa kamu dan siapa yang menyuruh mu masuk ke ruangan ku?" tanya Nagata kini memperlihatkan tatapan membunuh. Dena tiba-tiba menjadi menciut dan mundur beberapa jengkal.


"Em, eh tuan Aprilio! Aku datang kemari atas perintah tuan Aprilio untuk memberikan jasa untuk anda tuan muda. Apakah tuan muda tidak menginginkan jasa ku untuk menghangatkan tempat tidur anda tuan?" ucap Dena sambil mengusap bagian ujung paha milik Nagata. Nagata seketika melotot matanya dengan aksi nekat Dena. Tanpa rasa takut Dena tetap berusaha membuka bagian resleting celana milik Nagata. Namun sebelum kegiatan aksi nakalnya berkelanjutan, Nagata mendorong dengan kasar Dena hingga terjerembab setengah meter dari tempat duduk Nagata. Tentu saja sikap kasar Nagata membuat Dena sangat terkejut.


"Camelia! Aku akan pastikan, kamu akan datang kepada ku dan menyesal telah mencintai Robert laki-laki brengsek itu," gumam Nagata.


🦋🦋🦋🦋🦋

__ADS_1


Di lantai bawah, Aprilio sangat terkejut saat melihat Dena berlari kecil menuruni anak tangga dengan wajah yang pucat. Tentu saja Aprilio berpikir kalau Dena tidak berhasil membuat tuan muda nya bersenang-senang.


"Kenapa cepat sekali kau keluar? Apakah tuan muda Nagata melakukan itu dengan kamu dengan super kilat?" tanya Aprilio tanpa filter.


"Bahkan aku belum sempat menyentuh nya. Dia sudah menendang ku. Bahkan akan mengancam ku akan merusak wajahku jika tidak segera pergi meninggalkan ruangan nya. Aku menjadi ragu. Jangan-jangan bos kamu itu menyukai terong. Nyatanya aku yang berbodi seksi seperti ini tidak sedikitpun ia menelan saliva nya saat aku sedikit membuka pakaian ku," cerita Dena. Aprilio yang mendengarkan cerita Dena hanya bisa menahan tawanya.


"Sudahlah, ini bayaran kamu!" sahut Aprilio menyelesaikan urusannya dengan Dena. Dena menatap nakal ke arah Aprilio.


"Jadi aku tidak jadi bekerja malam ini?" tanya Dena yang memperhatikan bagian tubuh Aprilio yang menonjol.


"Tidak! Pulanglah! Aku tidak memerlukan kamu lagi!" sahut Aprilio.


"Atau sebagai gantinya, biarkan aku melakukan nya dengan kamu, tuan Aprilio," tawar Dena. Aprilio melebarkan bola matanya.

__ADS_1


"No, tidak akan! Pergi! Maaf, aku tidak tertarik dengan barang antik seperti kamu," sahut Aprilio seraya dengan cepat meninggalkan Dena.


"Hai, laki-laki brengsek! Aku yakin, kalau kamu pun pasti penyuka terong. Berani sekali kamu menolak aku, hem!" umpat Dena. Aprilio tidak mengindahkan kekecewaan Dena. Aprilio lebih baik menyingkir dari pada ternodai oleh wanita seperti Dena.


__ADS_2