
"Benarkah? Kakak mengijinkan aku pergi ke salon dan berbelanja?" sahut Camelia memastikan. Robert tersenyum lebar.
"Tentu saja! Tapi ingat, sayang! Jangan sia-sia kan kepercayaan aku dalam hal ini. Orang-orang ku akan selalu memantau kamu," batin Robert.
"Tentu saja sayang! Aku sudah mempercayai kamu, sayang!" kata Robert sambil mengusap puncak kepala Camelia nya dengan penuh kelembutan.
Robert melangkah keluar setelah menyelesaikan sarapan pagi nya bersama Camelia. Berjalan menuju mobilnya di iringi lima anak buahnya yang sudah berpakaian rapi. Handoko juga berada diantara ke lima anak buah Robert.
"Kau temani Camelia ku hari ini seperti yang diinginkannya. Tidak usah kamu cegah dan larang jika dia meminta mengantarkan ke tempat laki-laki itu. Kamu cukup diam namun memantaunya saja. Karena di dalam hati dan pikiran nya hanya ingin membalas dendam dengan keluarga nya," kata Robert kepada Handoko. Handoko mengangguk mengerti.
"Mengerti bos!" sahut Handoko. Robert tersenyum menyeringai. Tentu saja Robert sudah paham betul jalan pikiran Camelia nya karena bertahun-tahun ini Robert dan Camelia hidup satu atap. Camelia dari kecil dirawat dan dibesarkan hingga tumbuh gadis perawan yang matang. Lalu Robert juga lah yang menikmati madu yang mekar itu.
__ADS_1
Robert masuk ke dalam mobilnya bersama orang-orang nya. Sementara Handoko berdiri memandang dua mobil mewah itu meninggalkan bangunan bertingkat dan megah di sana. Handoko tidak jadi pergi bersama dengan Robert karena harus menemani Camelia pergi. Handoko harus bisa memastikan Camelia tidak akan melakukan hal-hal tindakan diluar sana yang menyebabkan Robert marah.
🦋🦋🦋🦋🦋
Di dalam mobil.
"Kita ke salon Betty dulu, om!" ucap Camelia seperti memerintah. Hanya Handoko dan Camelia yang berada di dalam mobil itu. Handoko lah yang menyetir mobil itu mengikuti kemauan dan perintah Camelia..
Diam-diam Camelia merencanakan akan datang ke markas geng kepala Naga untuk menjumpai Nagata. Pernyataan Robert yang mengatakan bahwa kedua orang tuanya meninggal karena ulah kekejaman dari keluarga Nagata. Bahkan sampai sekarang Camelia tidak mengetahui kedua orang tuanya di ke bumi kan.
Mobil berhenti di depan salon Betty sesuai yang di minta oleh Camelia. Camelia turun dari mobilnya dan masuk ke dalam. Seorang laki-laki dengan berpenampilan gemulai layaknya seorang wanita menyambut kedatangan Camelia.
__ADS_1
"Halo, sayang! Sudah lama tidak kemari? Hem, apakah bersama dengan si genteng Robert?" sambut laki-laki dengan penampilan wanita sebut saja Benni. Sambil melihat keluar ke arah parkiran mencari sosok laki-laki ganteng yang dimaksudkan. Namun Benni hanya mendapati Handoko dengan mengenakan kaca mata hitam duduk di kursi tunggu di depan.
"Kak Robert lagi sibuk, Benni! Aku datang bersama Handoko," ucap Camelia. Tentu saja wajah kecewa terlihat dari Benni lantaran idolanya tidak mengantar Camelia ke salon kecantikan di tempat nya.
"Ya sudah, ayo masuk ke dalam! Mau paket lengkap. bukan?" kata Benni.
"Tentu saja dong! Badanku terasa pegal-pegal semuanya dan aku butuh rileks. Oh iya, Benni! Aku ingin rambutku di potong pendek di bawah telinga saja," kata Camelia.
"Kenapa? Ini lebih keren, loh! Sayang kalau di potong," sahut Benni.
"Aku ingin penampilan baru saja. Bosan rambut panjang," keluh Camelia.
__ADS_1
"Baiklah, aku pastikan keluar dari tempat ku ini, nona semakin cantik, fresh deh. Pasti si ganteng Robert semakin sayang dengan kamu, Camelia sayang," ucap Benni dengan gaya kemayu nya.