TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
TANPA MALU


__ADS_3

Tanpa pamit dan menatap pasangan kekasih itu, Camelia segera melangkah keluar dari ruangan itu. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat Nagata meneriakkan dan menghentikan langkah Camelia.


"Tunggu! Siapa yang menyuruh kamu keluar?" teriak Nagata si bos geng Kepala Naga.


Camelia terpaksa menengok ke arah suara yang membuat dirinya menghentikan langkah nya. Mau tidak mau Camelia harus melihat sepasang kekasih itu saling berpelukan manja di atas peraduan. Bahkan terlihat Nagata masih terlihat bertelanjang dada. Mungkin saja mereka berdua masih sama-sama polos tanpa sebelah benangpun jika tanpa selimut bedcover berwarna biru laut yang menutupi tubuh kedua nya. Bahkan Imelda sengaja menunjukkan kemesraan dan manjanya saat Camelia melihat mereka.


"Itu nasi goreng dan jus apelnya bukankah sudah saya letakkan di atas meja? Jadi bukankah tugas saya sudah selesai?" sahut Camelia.


"Karena kamu masuk ke kamar kami dan sengaja melihat kami dengan keadaan yang seharusnya tidak kamu lihat dan ini salah satu privasi kami. Maka dari itu, kamu harus mendapatkan hukuman," kata Nagata. Imelda tersenyum penuh kemenangan karena Nagata hendak menghukum Camelia. Camelia menyipitkan matanya dengan sempurna.


"Eh, maaf tuan muda! Eh, bos! Tapi saya tidak tahu menahu jika tuan muda bersama wanita jal@ng itu sedang.... Ini bukan disengaja oleh saya, tuan muda!" kata Camelia mencoba membela diri. Imelda segera duduk yang sebelumnya masih memeluk dengan manja dengan Nagata. Matanya melotot tajam ke arah Camelia.

__ADS_1


"Kamu bilang apa tadi? Kau menyebut aku apa? Ayo ucapkan sekali lagi!" kata Imelda yang membulat matanya dengan sempurna karena sudah kebakaran jenggot.


"Aku bilang, kamu wanita j@lang! Eh, maaf seharusnya aku menyebutnya perempuan bin@l dan murahan," ucap Camelia tidak ada rasa takutnya. Nagata yang mendengar Camelia sangat berani menantang Imelda hanya menahan tawanya. Namun Nagata berpura-pura marah.


"Sudah hentikan! Kamu! Hukuman kamu aku tambah dua kali lipat lebih berat dari sebelumnya. Sekarang kerjakan!" sahut Nagata. Camelia menyipitkan matanya.


"Tuan muda! Dari tadi anda belum memberikan hukuman untuk saya. Jadi hukuman apa yang akan anda berikan dan kini menjadi dua kali lipat beratnya," ujar Camelia. Nagata dengan cepat memikirkan hukuman apa yang hendak dia berikan untuk Camelia.


"Kamu harus membersihkan tembok di kamar ini dan juga semua ruangan ini. Kamu tahu bukan? Semua cat di setiap ruangan ini sudah lama tidak di lap dan dibersihkan. Jadi tugas kamu mengelapnya dan membersihkannya sampai kinclong," kata Nagata. Imelda kembali tersenyum penuh kemenangan.


"Sudahlah Imelda! Kamu untuk apa ribut-ribut dengan wanita seperti Camelia! Apakah kamu cemburu dengan adanya Camelia di markas ini?" tuduh Nagata.

__ADS_1


"Idihh! Tentu saja tidak dong sayang! Dia bukan tipe kamu kan, sayang! Lagipula level aku dengan pembantu ini sangat jauh sekali. Untuk apa aku harus cemburu dan khawatir dengan wanita rendahan seperti dia, sayang!" ucap Imelda seraya tersenyum sinis menatap Camelia.


.


"Baguslah! Ya sudah kamu tidak usah sibuk! Sekarang makan nasi goreng dan juga jus apel kamu! Katanya tadi kamu lapar!" kata Nagata.


"Haduh! Tiba-tiba aku sudah tidak selera dengan makanan yang sudah disentuh oleh pembantu itu. Bagaimana kalau kita keluar makan bersama saja, Nagata sayang," ajak Imelda dengan merengek.


"Hem, baiklah! Pakai pakaian kamu! Kita akan keluar mencari makan,"sahut Nagata. Imelda tanpa malu segera menyambar handuk lebar miliknya dan segera Imelda lilitkan ke seluruh tubuh nya. Demikianlah juga dengan Nagata juga sama. Keduanya segera masuk ke kamar mandi. Namun sebelum Nagata masuk untuk membersihkan tubuh nya.


" Kamu ngapain masih di sini? Kamu ingin ikut mandi bersama aku?" kata Nagata kepada Camelia.

__ADS_1


"Eh, katanya tuan muda menyuruh saya untuk membersihkan dan mengelap tembok di kamar ini. Jadi saya hendak mengerjakannya," ucap Camelia. Nagata melebarkan bola matanya.


"Kamu kerjakan di ruang lain dulu, dodol!" kata Nagata yang segera masuk ke dalam kamar mandi sebelum kesabaran nya mulai hilang karena kebodohan Camelia. Camelia akhirnya keluar dari kamar itu dengan cekikikan karena Nagata terlihat malu jika Camelia masih tetap berada di sana.


__ADS_2