TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
SINGGAH


__ADS_3

Mobil itu segera dihidupkan mesinnya dan mulai dijalankan kembali. Akhirnya Handoko meninggalkan area parkiran di pusat perbelanjaan itu sedangkan Camelia masih terlihat terlelap dalam tidur nya.


"Benar-benar tidur nya seperti babi, non Camelia! Hehe. Tapi ini sangat menggemaskan sekali," gumam Handoko sambil sesekali melihat ke arah Camelia.


Tidak sampai satu jam untuk tiba di perusahaan milik Robert. Mobil yang membawa Camelia dengan dikemudikan oleh Handoko kini telah terparkir area khusus direktur utama perusahaan tersebut. Handoko melirik ke arah Camelia yang masih tertidur terlelap. Handoko bingung bagaimana cara membangunkan nya. Sedangkan Robert sudah menunggu di dalam ruangan kerja nya.


"Non Camelia benar-benar terlihat letih. Ganas sekali bos Robert. Hadeh," gumam Handoko. Handoko kini mulai menggoyang- goyang kan badan Camelia supaya bangun dari tidur nya. Hingga beberapa saat akhirnya Camelia membuka matanya dan melihat Handoko yang wajahnya sangat dekat dengan dirinya.


"Eh, hem ada apa Handoko? Apakah sudah sampai di mall?" tanya Camelia. Camelia mulai melihat ke luar kaca mobil di sampingnya. Dia mulai menyadari kalau saat ini sudah berada di gedung perusahaan Robert.

__ADS_1


"Kenapa kemari, Han?" tanya Camelia.


"Bos Robert menyuruh saya mengantar non Camelia kemari," jawab Handoko. Camelia menyipitkan bola matanya.


"Ada apa?" tanya Camelia penasaran.


"Baiklah! Kalau begitu, ayo kita masuk saja," sahut Camelia.


"Silahkan, nona!" kata Handoko.

__ADS_1


Camelia turun dan keluar dari mobil itu. Kaki mungil dan indahnya mulai melangkah masuk ke gedung tinggi yang menjulang itu. Gayanya yang anggun menjadikan pusat perhatian semua karyawan di perusahaan itu. Bahkan suara-suara yang penuh tanda tanya kini mulai mengacau kan ketenangan karyawan yang melihat Camelia yang melenggang masuk ke ruangan pribadi Robert. Walaupun naik lift khusus direktur utama, Camelia masih bisa dilihat oleh sebagian karyawan penting di perusahaan itu. Apalagi Camelia datang di iringi oleh Handoko selayaknya bodyguard nya.


Setibanya di ruang kerja Robert, Camelia disambut hangat oleh Robert. Robert merentangkan kedua tangannya memeluk Camelia. Camelia memeluk kekasihnya itu dengan mesra. Handoko yang masih berada di ruangan itu hanya bisa menelan ludahnya lantaran melihat kemesraan bos dan nona muda nya.


"Kamu habis dari salon sayang? Hem, penampilan yang semakin fresh dan bikin aku menggilai kamu," ucap Robert lirih. Camelia kini melingkar kan tangannya ke leher Robert sedangkan Robert sendiri memeluk pinggang kekasihnya. Kembali Handoko seperti nyamuk yang tidak dianggap ada oleh sepasang kekasih yang sedang kasmaran itu. Bahkan kini Robert mengecup lembut bibir Camelia dengan hangat.


"Eh, sayang! Ada Handoko!" bisik Camelia. Lalu mendorong pelan Robert dan melepaskan pelukan ya. Namun Robert enggan untuk melepaskan pelukan nya itu dan melihat ke arah Handoko dengan tatapan tajam. Handoko yang sudah mulai menyadari bahwasanya bos nya tidak menghendaki dirinya ada di sana, akhirnya berlalu dari ruangan itu.


"Hem, bos! Aku nyari kopi dulu bos!" kata Handoko beralasan. Robert tidak menghiraukan asisten nya itu. Kini Robert kembali meraih pinggang ramping Camelia dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Camelia. Bibir mungil yang merah milik Camelia itu kembali dimainkan oleh bibir Robert. Tidak berhenti di sana, Robert kini menggendong Camelia dan membawa masuk ke kamar istirahat di ruangan itu. Selebihnya Robert dan Camelia melakukan adegan panas dua puluh satu tahun ke atas.

__ADS_1


__ADS_2