TERJEBAK DI MARKAS MUSUH

TERJEBAK DI MARKAS MUSUH
CERITA YANG BERUBAH


__ADS_3

Malam semakin larut, namun kedua insan lawan jenis itu masih belum usai menikmati indahnya surga dunia itu. Kumbang dan bunga itu saling menyatu disaat kumbang mulai menghisap madu bunga yang sudah siap menerimanya. Camelia meringis menahan sakit dan nyeri saat benda panjang dan mengeras bak kayu itu mulai berusaha menerobos dinding kehormatan nya. Satu kali meleset. Dua kali Robert kembali melakukan nya tanpa putus asa dan menyerah. Saat ketiga kali nya baru mulai kembali di hentakkan dalam. irama yang pelan dan penuh kehati-hatian.


"Maaf, sebentar lagi kamu tidak akan merasakan sakit lagi, sayang!" bisik Robert yang pada akhirnya dia merasakan sesuatu barang pribadinya seperti dipijat dan ditekan.. Robert merasakan hangat dan nyaman seperti itu. Kedua netra mereka kini saling pandang dengan lekat. Pada akhirnya, Robert mulai kembali melakukan gerakan indah di atas tubuh mungil yang pasrah itu.


Tidak terasa, Camelia meneteskan air matanya diujung matanya. Sampai akhirnya Camelia bisa merasakan rasa enak dalam kegiatan intens itu. Robert sangat mahir memerankan tugasnya. Memberikan kemanjaan dan kenikmatan pada Camelia nya. Sampai beberapa saat, Robert memekikkan suaranya ketika sesuatu ingin tumpah dan menyembur miliknya. Disaat bersamaan, Camelia juga ikut diujung nikmat indah itu. Sampai akhirnya Robert ambruk di atas tubuh Camelia dan setelah nya mengecup lembut kening gadis nya yang kini sudah benar-benar menjadi seorang wanita yang sah.


"Terimakasih, sayang!" ucap Robert pelan sambil merapikan rambut Camelia yang menutup pipi kanan nya. Camelia tersenyum menatap laki-laki yang sudah memperhatikan dirinya selama ini setelah kedua orang tuanya meninggal. Laki-laki itu bahkan sudah menjadi belahan jiwa nya. Demikian juga sebaliknya. Namun itulah anggapan Camelia pada sosok Robert yang merupakan kekasihnya sekaligus orang yang telah menyelamatkan jiwa nya.


"Hem, jadi sekarang ceritakan lah kepada ku, dimana papi mami ku di kebumikan selama ini. Dan siapa dalang pembunuhan dibalik semua ini," ucap Camelia yang sudah tidak sabar ingin mengetahui kebenarannya. Robert menatap gadis nya yang baru saja dia hisap madunya.


"Sayang, seharusnya kita jangan dulu membicarakan masalah ini. Sedangkan kita baru saja menikmati malam indah bersama," protes Robert namun dengan bahasa yang lembut.

__ADS_1


"Kakak, sebelum aku mengetahui semuanya, aku belum bisa tenang," sahut Camelia.


"Apakah kamu akan membalas dendam dengan orang yang bertanggung jawab atas kematian papi mami kamu?" tanya Robert.


"Tentu saja! Bahkan aku tidak akan membiarkan orang itu hidup tenang dan bahagia dalam kehidupan nya. Jika perlu sampai anak cucu nya pun tidak akan aku biarkan terbebas dari kejahatan yang sudah mereka lakukan terhadap keluarga ku. Aku menjadi sendiri di dunia ini tanpa keluarga ku," ucap Camelia seperti terbakar nyala api dendam di hatinya. Robert dalam hati penuh kemenangan. Camelia akan menghancurkan kehidupan Nagata dengan dendam nya.


"Kamu sudah mengenalnya sangat dekat, Camelia," ucap Robert akhirnya. Camelia menyipitkan bola matanya menatap Robert. Robert tersenyum kecil dengan rasa penasaran Camelia nya.


"Siapa? Katakan saja, kak! Jangan membuatku semakin penasaran," sahut Camelia yang kini tengkurap mencoba mengintimidasi Robert yang masih terlentang dengan bertelanjang dada. Keduanya masih sama-sama polos dan dibalik selimut tebal.


"Nagata? Itu tidak mungkin kak! Dia bersama mommy nya sangat menyayangi aku, bahkan sudah mengangkat aku sebagai adik dan anak angkat mommy Mawar. Ini tidak mungkin mereka, kak! Kak Robert pasti salah," kata Camelia mencoba mengelak kebenaran yang dikatakan oleh Robert. Robert tentu saja menunjukkan kemarahan nya lantaran Camelia tidak mempercayai dirinya.

__ADS_1


"Kenapa? Itulah kenyataannya! Apakah kamu menganggap aku telah mengarang cerita dan berbohong dengan kamu, Camelia?" kata Robert sedikit keras suaranya. Camelia mengusap lembut dada bidang Robert supaya tidak marah dengan dirinya yang masih belum mempercayai dirinya.


"Oke, oke, aku percaya dengan kakak. Lalu di mana kedua orang tua ku dikebumikan?" desak Camelia.


"Aku juga tidak tahu, sayang! Hanya keluarga Nagata yang mengetahui keberadaan papi mami kamu di kuburkan. Karena di saat kejadian itu, Tiba-tiba kedua jasad kedua orang tua kamu telah lenyap," cerita Robert.


"Tetapi kenapa kamu bilang kalau orang-orang kak Robert sudah mengurusnya," tanya Camelia.


"Itu karena kamu masih terlalu kecil untuk mendengarkan semua cerita yang sesungguhnya. Akhirnya aku hanya bisa berbohong dengan kamu. Dan menunjukkan kuburan palsu kedua orang tua kamu," terang Robert. Camelia kembali menyipitkan bola matanya.


"Sudahlah, sayang! Ayo istirahat besok kita lanjutkan kembali pembicaraan soal masalah ini," kata Robert. Camelia masih belum puas atas semua cerita yang diungkapkan oleh Robert yang selalu berubah dan berbeda-beda.

__ADS_1


"Aku ingin mencari tahu kebenarannya sendiri, tanpa kak Robert mengetahui nya. Aku akan mendatangi Nagata, jika semua cerita dari kak Robert benar adanya," batin Camelia.


Robert merengkuh kembali tubuh mungil Camelia nya di dalam dekapannya. Robert sudah memejamkan matanya untuk beristirahat dan tidur. Namun berbeda dengan Camelia, yang masih gelisah belum bisa memejamkan matanya. Tentu saja Camelia masih belum percaya dengan cerita Robert yang selalu berubah jika menceritakan soal kematian papi mami nya.


__ADS_2