
Flashback off.
Kembali ke markas geng kepala naga. Mommy Mawar benar-benar mendaftarkan Camelia ke Universitas ternama di kota besar itu. Namun Camelia berkuliah secara online tanpa datang ke kampus. Hal ini permintaan khusus dari Nagata lantaran mengkhawatirkan Camelia bisa kabur atau melarikan diri dari markasnya. Sedangkan Nagata tidak bisa memantau Camelia selama dua puluh empat jam secara full, walaupun bisa menugaskan orang-orang nya untuk mengawasi Camelia setiap keluar dari markas geng kepala naga. Nagata tentu saja masih mengkhawatirkan itu lantaran Camelia bukanlah wanita yang bodoh. Camelia mampu berpikir cerdas dalam memikirkan cara untuk mengecoh ataupun mengalihkan orang-orang yang menjaga ketat dirinya.
Setelah beberapa jam berkutat di depan layar laptop melakukan kegiatan perkuliahan secara online, Camelia merasakan lapar perutnya. Camelia segera turun ke bawah untuk mencari makanan. Saat itu siang hari dan matahari di atas kepala. Cuaca di luar sangat panas. Suasana di luar markas tepatnya di halaman terlihat mobil barang sedang menurunkan muatan nya. Tampaknya baru ada barang masuk untuk disimpan di gudang. Sedangkan di ruang tengah masih sepi. Nagata pun tidak terlihat batang hidungnya. Nagata biasa pulang dari kantor menjelang senja. Namun terkadang setengah sembilan juga baru tiba kalau ada urusan bertemu klien di luar.
"Mau makan,non? Mau saya siapkan makanan nya non?" tawar pelayan di markas itu yang bernama Zeni. Camelia sudah duduk di kursi ruang makan.
"Heem, bibi! Sudah lapar!" kata Camelia sambil. menunggu dua pembantu di tempat itu menyiapkan segala makanan yang dimasak siang ini. Kedua pembantu itu menghidangkan nya di atas meja dengan beberapa jenis makanan yang beraneka ragam lauknya.
__ADS_1
"Hari ini masak banyak sekali, bibi," ucap Camelia mulai mengambil kentang goreng kesukaan nya. Daging yang sudah dimasak dengan lembut itu diambil oleh Camelia.
"Benar, non! Hari ini tuan muda Aprillio menyuruh kami untuk memasak banyak karena banyak orang-orang yang datang mengantarkan barang dan bongkar muat di gudang. Selain itu tuan muda Nagata juga berpesan kepada saya kalau non Camelia menginginkan daging iga yang dibakar. Dan ini daging iga nya sudah kami hidang kan di atas meja. Silakan di coba, non!" kata bibi Zeni dengan ramah. Camelia menyimak dengan serius penjelasan dari bibi Zeni.
"Oh, bibi benar! Di luar dua mobil terbuka sudah tiba sedang bongkar muatan. Ternyata di tempat ini juga kak Nagata menyimpan beberapa barang-barang produksi nya? Sebelum dikirim ke distributor," ucap Camelia mulai mengambil satu iga bakar di piring lain yang berada di depannya.
"Oh iya, bibi Zeni tahu di mana kak Aprilio saat ini?" tanya Camelia.
"Hem, aku pikir kakak Aprillio ikut ke kantor bersama kak Nagata," sahut Camelia.
__ADS_1
Suara langkah kaki lebar mendekati ruangan makan itu. Laki-laki yang terlihat dewasa dengan postur tinggi besar dan tetap menghampiri meja makan. Bibi Zeni tersenyum ketika melihat Aprillio tiba.
"Mau makan tuan muda?" tawar Bibi Zeni. Aprillio tersenyum menatap Bibi Zeni. Kursi itu digeser ke belakang dan Aprillio mulai mendudukinya. Aprilio saat ini duduk di depan Camelia. Camelia terlihat menatap laki-laki dewasa itu tanpa berkedip.
"Aku kira kakak tidak akan merasakan lapar," ucap Camelia. Aprilio terkekeh saja mendengar Camelia berkata-kata.
"Benar! Sesaat aku akan menjadi lupa makan jika sudah sibuk dengan kerjaan. Namun aku butuh tenaga yang kuat untuk menghadapi bebannya hidup dan beratnya beban rindu yang menggebu," ucap Aprillio. Camelia yang mendengar ucapan Aprillio hanya menjulurkan lidahnya. Bibi Zeni hanya menahan tawanya mendengar Aprillio kalau sudah berbicara. Aprilio terkenal laki-laki pendiam. Namun jika sudah bersama dengan Camelia, Aprillio berubah menjadi laki-laki yang ramai dan budak cinta.
"Baiklah, makanlah yang banyak kak Aprillio! Supaya kakak kuat menahan rindu kepada kekasih kakak. Karena menahan rindu itu butuh kekuatan dan tenaga," sahut Camelia. Aprillio terkekeh saja mendengar Camelia semakin hari semakin akrab dengan nya. Aprillio berasa bersama dengan adik perempuan nya.
__ADS_1
"Tumben nyonya Mawar hari ini tidak ke sini?" ucap Aprillio.
"Mommy Mawar ada meeting di perusahaan kosmetik nya," sahut Camelia. Aprillio hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.