Terjebak Pesona Adik Angkat

Terjebak Pesona Adik Angkat
misterius


__ADS_3

Bab 16


"Papa nggak pulang lagi, jadi Lo kalau ada apa-apa ngomong ke gue. Kemarin papa baru tahu kalau elo babak belur karena Leo tempo hari," kata Jeno.


"Biar aman mending lo bareng kita aja. Capek gue dengar papa ngomel Mulu karena elo. Padahal elo udah gede juga," sahut Jessen yang fokus menatap layar televisi.


"Maaf kalau gue selama ini buat kalian kena masalah terus," kata Dini.


"Udah lupain. Yang penting elo sekarang apa-apa ngomong ke kita," ujar Jeno dengan sabar. "Kita udah nerima elo," imbuhnya.


"Gue sih terpaksa menerima," sahut Jessen.


"CK!" Jeno berdecak lirih dan menendang pelan kaki adiknya..


"Mulai besok elo bareng kita aja berangkatnya gimana?" tanya Jeno.


Dini mengangguk pelan. Sejak saat itu mereka mulai akrab dan saling membantu satu sama lain. Meskipun Jessen adalah pria dengan mulut pedas tapi Dini suka dengan sikap Jessen yang peka dan perhatian. Dia merasa memiliki kakak kandung.


Tapi kedekatan mereka membuat sebuah cuitan di forum sekolahan menyudutkan Dini.


"Anak baru itu menggoda senior Jeno dan visual sekolah si Jessen. Mereka sering berangkat bersama secara bergantian," sebuah cuitan itu muncul saat Dini beberapa hari berangkat bareng dengan Jeno dan pulang bareng Jessen karena Jeno ada les tambahan kadang.


Nadin dan Vika seketika mengintrogasi teman barunya itu.


"Lo ada hubungan apa sama mereka?" tanya Vika saat Dini baru datang di kelas.


"Sama siapa?" tanya balik Dini.

__ADS_1


"Kak Jeno sama Jessen," jawab Nadin yang rela datang ke kelas Dini demi tahu kebenaran itu.


Dini menarik mereka berdua untuk keluar dari kelas. Mereka mencari tempat sepi untuk membicarakan hal itu.


"Kalian jangan kemakan omongan di forum. Itu fitnah." kata Dini.


"Fitnah gimana orang itu bener. Elo berangkat sama kak Jeno pulangnya sama Jessen. Kalau nggak ada hubungan plus-plus," timpal Vika.


"Plus-plus pala Lo! Nggak ada Weh. Kita itu....." Dini celingak-celinguk melihat situasi di sekitar tangga tidak ada orang sama sekali agar tidak ada yang mendengarnya.


"Kita apa?"


"Kita adik kakak. Gue adik angkat mereka," ungkap Dini dengan berbisik nyaris tidak terdengar.


"Ha! ADIK ANGKAT?" ulang Vika dan Nadin bersamaan.


Setelah memberi tahu rahasia itu kepada dua temannya, Dini kembali kekelas. Karena jam pelajaran hampir mulai.


****


Dua hari berlalu. Dini bersiap bertemu dengan Nadin dan Vika untuk lari sore karena festival olahraga semakin dekat. Tiba-tiba Dini mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dia kenal.


"Gue ditaman," tulis pesan itu. Dini mengira jika itu nomor Vika atau Nadin. Tak berfikir panjang dia pergi mengikuti pesan itu.


"Jes, bang Jeno. Gue pergi lari dulu," pamit Dini.


"Sama siapa?" tanya Jeno

__ADS_1


"Vika sama Nadin."


"Oke. Hati-hati. Jangan malam-malam. Kalau papa telepon bisa marah kalau Lo nggak di rumah."


Dini mengacungkan jempolnya menandakan dia paham dan mengerti. Lalu dia pergi begitu saja. Tak lama Jessen juga keluar hendak berlatih di lapangan kompleks dengan teman-teman setimnya. Tinggal Jeno sendiri di rumah.


Dengan riang Dini berjalan menuju taman tak jauh dari kompleks itu. Memasang headset di telinganya untuk menemani jalannya.


Sepuluh menit kemudian. Dini sampai di taman. Dia tidak melihat seorangpun di sana. Dini menunggu di tengah taman. Ia mengirim pesan kepada dua temannya untuk memberi tahu posisinya saat itu.


Tapi tiba-tiba.....


Bugk....


Sebuah pukulan benda tumpul mendarat di kepala Dini bahkan belakang. Dini tersungkur tak sadarkan diri. Hp masih dalam keadaan menyala dan tidak terkunci sehingga itu membuat orang itu secara gampang mengakses semua isi hp Dini.


Matahari mulai tenggelam. Terang mulai berganti gelap. Jessen pulang dengan keringat membasahi wajah dan tubuhnya.


"Lo sendiri?" tanya Jeno.


"Iyalah," jawab Jessen singkat.


"Lo nggak ketemu Dini?" tanya Jeno lagi.


Jessen menggelengkan kepalanya dengan wajah bingung dengan pertanyaan kakaknya.


"Dini belum pulang, Jes!" ungkap Jeno. Kini dia cowok itu kebingungan. Mereka mulai mengambil motor masing-masing dan mencari di sekitar kompleks. Tapi hasilnya nihil.

__ADS_1


__ADS_2