Terjebak Pesona Adik Angkat

Terjebak Pesona Adik Angkat
Tidak terima


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain, Leo dan teman-temannya sedang bertemu untuk membahas rencana untuk membalas dendam kepada Jessen. tentu tidak sendiri, ada Chelsee dan teman-temannya.


"Dia lama-lama makin menjadi," kata Leo geram begitu sampai di basecamp.


"Iya, apa lagi saat dia udah punya adik angkat itu." sahut Chelsee.


"Itu adik angkat, bisa jadi dia akan jadi pacaran. apa lagi gue dengar dia di pertandingan mengakui kalau cewek itu pacarnya," kata salah satu teman Leo yang duduk di atas motor dengan santai.


"Sepertinya memang gadis itu sekarang jadi titik lemahnya," kata Leo.


"Nggak bisa menarik kesimpulan disitu. karena kadang dia juga tega sama cewek itu," kata Chelsee.


"tapi nyatanya dia datang menolong cewek itu saat tahu kalau dia ketemu sama elo," ujar Leo.


Teman-temannya setuju dengan ucapan Leo. Chelsee juga tidak bisa memberikan opsi lain. dia memang setuju jika Jesssen banyak berubah saat ada Dini. tapi, di sisi lain Cheelsee mempunyai rencana lain jika kakaknya menargetkan Jessen. tetapi pertemuan itu malah membuat mereka semua sepakat akan menargetkan Dini kembali.


Tetapi otak Licik Chelsee sangat bekerja dengan kuat. dia tersenyum simpul di ujung bibir penuh arti. Seakan ada sesuatu yang dia rencanakan.


*****


Hari mulai malam. Dini dan Jessen masih diam-diaman. tanpa bertegur sapa mereka melakukan aktivitas masing-masing.


Jeno yang sedang membatu Dini belajar menatap gadis itu penuh Arti saat melihat sorot matanya bukan fokus kepada tulisan di depannya melainkan kepada Jessen yang wara - Wiri tak bergeming sedikitpun.

__ADS_1


"Lo ada masalah apa?" tanya Jeno.


"eh! enggak kok bang," jawab Dini yang tersentak dengan pertanyaan dari Jeno.


karena mendapatkan jawaban dari Dini yang tidak memuaskan, Jeno akhirnya nekat bertanya langsung kepada Jessen.


"Jes!" panggil Jeno saat melihat adiknya hendak melewatinya begitu saja.


"ya!" sahut Jessen dan berhenti di depannya.


"Sini!" suruh Jeno.


meskipun terlihat nakal dan sering membangkang, tetapi Jessen selalu bisa membedakan waktu untuk menurut dan membangkang. Dengan lemas dia patuh mendatangi Jeno yang duduk di depan televisi bersama Dini.


"kalian berdua ada masalah apa?" tanya Jeno datar.


"Tadi gue udah tanya ke Dini, Tapi jawabannya nggak ada apa-apa," kata Jeno.


"ya udah berarti emang nggak ada apa-apa," tukas Jessen.


"tapi kalian kenapa nggak ada tegur sapa sama sekali?" tanya Jeno.


"Asal kalau tahu dia tadi sebenarnya nggak main ke rumah Nadin atau Vika. tapi ketemu sama ****** kelas kita di Rooftop," ungkap Jessen.

__ADS_1


mendengar cerita dari adiknya, Jeno terbelalak terkejut. seketika pandangannya jatuh kepada gadis yang duduk di depan Jessen menjadi sendu.


Dari situ Jeno bisa menarik kesimpulan bahwa Jessen marah karena peduli dan khawatir. tetapi ada sorot mata yang lain yang di tangkap Jeno.


"Emangnya kalian beneran pacaran?" tanya Jeno tiba-tiba yang tentu keluar dari jalur pembicaraan sebelumnya.


"kok pertanyaan Abang ganti?" protes Dini.


"Lebih tepatnya ke Jessen!"


Jeseen menoleh kepada Dini dan berganti menatap kakaknya.


"Iya!" jawab singkat Jessen yang semakin membust Jeno kaget. begitupula dengan Dini. gadis itu kaget menatap Jessen dengan mulut terbuka sedikit.


Jessen melenggang pergi begitu saja. Dini segera menyangkal dan menjelaskan kepada Jeno. meskipun dia dengan sabar mengatakan jika Dia sudah tahu. tapi sebenarnya Jeno juga menahan rasa sesak yang luar biasa. yang dia sendiri tidak tahu penyebabnya.


Karena suasana sudah mulai kondusif. kini Dini memilih meninggalkan ruangan televisi yang sering di gunakan untuk berkumpul keluarga.


sikap Jessen memang seperti sepasang kekasih yang sedang merajuk. sedangkan Dini malah merasa jika Jessen hanya asal ceplos.


Ting!


pesan masuk.

__ADS_1


"Mulai hari ini Elo harus laporan sama gue mau kemanapun, Lo bisa bilang kalau gue pacar elo, atau kakak elo kalau ada yang tanya. tapi kalau sudah geng Leo dan Chelsee mending elo menghindari atau kasih tahu dari gue!"


Jessen! pesan yang di kirim oleh Jessen pada Dini yang malah membuatnya tidak enak hati tidak baper langsung dengan ucapan Jessen itu.


__ADS_2