Terjebak Pesona Adik Angkat

Terjebak Pesona Adik Angkat
Dalang semuanya


__ADS_3

Bab 22


"Jes, elo tahu nggak kalau forum ramai?" tanya Dini.


"Tau, terus kenapa?"


"Elo nggak risih?"


"Risih sih, tapi mau gimana lagi. Biarin aja," kata Jessen yang asik dengan hpnya.


Dini diam sesaat. Dia yang merasa tidak enak dengan situasi ini.


***


Dua hari berlalu. Dini masih berjalan dengan Sedikit terpincang-pincang. Atas kemenangannya banyak orang yang tahu sosok Dini. Selain itu juga karena gosip di forum sekolah.


Chelsee merasa kesal dengan kemenangan Dini. Bahkan itu membuat Jessen dan Dini semakin dekat. Dia tidak menyangka jika sosok Jessen mau menggendong Dini bahkan meninggalkan dirinya saat di tribun.


"Heh! Cupu. Walaupun elo adiknya Jessen tapi elo adik angkat, Lo harus tau batasan," tegur Chelsee.


Dini diam melotot menatap para gadis di depannya. Kok mereka semua tahu. Itu yang saat ini di pikirkan Dini.


"Kenapa? Elo bingung kenapa gue tahu? Apa sih yang nggak gue tahu, semua gue tahu jadi elo jangan macam-macam!" ancam Chelsee.


"Enggak! Gue nggak bingung karena elo tahu gue adik Jessen. Cuma gue agak heran aja sama elo yang masih nggak sadar diri," hardik Dini. "Harusnya elo nggak perlu khawatir dong kesaingi sama gue," imbuh Dini.

__ADS_1


"Tapi elo adik angkat, yang berarti elo anak pungut!" tegas Chelsee.


"JAGA MULUT LO!" sahut Jessen saat memasuki kelasnya.


"Jesssen!" Chelsee terkejut dengan kedatangan Jessen yang tiba-tiba. Bahkan dia menghampiri Dini dan geng Chelsee.


"Elo punya masalah apa sih? Heran gue sejak Dini ada di kelas ini ada aja masalah elo," tegur Jessen.


"Jangan kita gue nggak tahu kalau semua masalah yang terjadi sama Dini ada hubungannya sama elo," imbuh Jessen.


"Apa maksud elo, jangan asal tuduh ya!" elak Chelsee.


"Pertama, uang hilang bukan di ambil Dini. Tapi elo sengaja menjebak Dini. Kedua, penculikan terus kejadian kemarin," kata Chelsee


Chelsee gugup mendengar itu. Memang belum semua di katakan oleh Jessen. Tapi sudah membuat Chelsee ketakutan. Dini kebingungan dengan ucapan Jessen.


Pelajaran mulai tapi Chelsee belum kembali ke kelas. Kedua temannya juga tidak ada batang hidungnya. Hal itu membuat Dini khawatir.


Tak lama, Chelsee dan geng kembali. Mereka melanjutkan mengikuti pelajaran tapi kini sikapnya berubah tidak seperti sebelumnya.


***


Saat pulang sekolah. Dini menanyai Jessen tentang apa yang dia katakan di kelas tadi.


"Jes maksud lo tadi apa?" tanya Dini.

__ADS_1


"Apa?"


"Itu Chelsee."


"Naik aja dulu nanti gue jelasin kalau udah di jalan," kata Jessen.


Dini menurut dan segera menggunakan helm dan naik ke motor milik kakak angkatnya.


Benar saja saat perjalanan pulang Jessen menjelaskan semuanya kepada Dini.


Dua hari setelah uang Chelsee hilang...


Jessen merasa tertuduh dengan sikap Dini. Awalnya dia tidak peduli tapi saat istirahat tanpa sengaja dia mendengar percakapan Chelsea dengan teman-temannya.


"Gue kira anak itu bisa kita jadiin target selanjutnya tapi ternyata dia tidak sama kayak yang lain," ujar Lexa.


"Bener," sahut Chelsee.


Mendengar itu tentu rasa penasaran Jessen tumbuh. Dia diam-diam menguping percakapan mereka. Hingga pada akhirnya dia tahu jika orang mereka tidak hilang melainkan hanya untuk menjebak Dini.


Itu baru satu cerita yang diceritakan oleh Jessen. Dini mulai penasaran dengan cerita lainnya yang menyangkut dengan Chelsee.


Jessen berjanjian akan menceritakan semuanya setelah sampai di rumah. Dini pun menurut dia tidak lagi menanyakan tentang cerita selanjutnya. Jeno juga mengetahui tentang cerita ini karena Jessen baru mengetahui semuanya baru beberapa hari. Sedangkan perkara sepatu saat lomba lari itu Jessen baru mendapatkan informasi kemarin.


Sehingga dia akan menceritakan semuanya bersama Jeno. Agar kakaknya juga tahu kejadian sebenarnya.

__ADS_1


Dini masih tidak habis pikir dengan geng Chelsee yang mengetes mental seseorang dengan menuduhnya sebagai pencuri.


__ADS_2