Terjebak Pesona Adik Angkat

Terjebak Pesona Adik Angkat
Basah kuyup


__ADS_3

Merasa tertantang, Chelsea menghampiri Dini denagn amarah yang terlihat dari sorot matanya. Di ikuti dia temannya Feby dan Lexa.


Seettt....


Byur!!!


Satu botol penuh air minum di guyurkan Chelsee kepada Dini. Seketika baju milik Dini Basah kuyup. Tidak ada siapapun yang melihat itu. Dini dengan kasar mendorong bangkunya dan berdiri tegap di depan Chelsee.


Dini meraih setengah botol air yang ada di mejanya. Dia menyiramkan di atas kepala Chelsee. Mereka tidak mengira jika gadis yang di anggap cupu seberani itu.


"Dini! Gila ya lo!" hardik Chelsee yang mematung dengan saat tubuhnya di guyur air minum milik cewek yang dia bilang cupu


"Ini masih setengah botol. Masih ada setengah botol lagi yang harus gue siram ke elo. Biar impas," kata Dini yang lalu pergi begitu saja.


Chelsee yang kesal menghentakkan kakinya dengan kasar. Teman-temannya hanya bisa diam menenangkan Chelsee.


"Udah deh, Chel. Kita kasih perhitungan di luar jam sekolah aja. Nanti Lo dapat masalah lagi loh," kata teman-teman Chelsee.


Dini menatap lurus cermin di depannya. Dia menatap dengan sorot mata yang tajam. Melihat rambut yang basah kuyup dan baju setengah basah. Dini tidak memiliki baju lain. Dia terpaksa mengurai rambutnya agar cepat kering dan menutupi baju bagian belakang yang basah.

__ADS_1


Belum selesai dini merapikan rambutnya. Dia melihat geng Chelsee sudah ada di belakangnya.


"Lo mau nagih yang setengah botol lagi?" tanya Dini dengan datar.


"Lo itu anak baru jangan sok jago," sahut teman Chelsee.


"Kalian udah lama tapi kok belum jago?" ledek Dini. "Yang cupu siapa? Elo atau gue? Masak sama anak baru aja lo takut," imbuh Dini.


Chelsee sebenarnya sudah tidak tahan lagi dengan sikap Dini. Tapi dia sudah sering mendapatkan teguran dari guru kedisiplinan.


Sedangkan Dini sebisa mungkin membela diri dari bullyan teman-teman barunya. Dia tidak akan tinggal diam jika ada yang meremehkannya. Karena saat ini dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri.


Takut? Ada rasa takut yang di rasakan Dini saat melawan mereka. Tapi Dini melakukan sebisa mungkin agar tidak bisa di remehkan pedang lain. Takut jika suatu hari mereka membawa banyak orang dan melakukan lebih dari ini di tempat yang jauh lebih sepi.


"Lo kenapa?" tanya Jeno.


"Nggak apa-apa," jawab singkat Dini.


"Kalau nggak kenapa-napa kenapa lo basah?" desak Jeno.

__ADS_1


"Oh! Nggak dapat Jessen deketin kakaknya ya," sahut dari belakang Dini. Segerombol cewek yang di pimpin Chelsee keluar dari toilet dan melihat Jeno dengan Dini.


"Iya, ganjen juga ini anak baru," kata salah satu gadis dengan nama dada Feby. "Salah nih gue kasih gelar lo cewek cupu," imbuhnya.


Dini meraih botol milik Jeno yang masih air setengah botol dan langsung menyiram begitu saja.


Byuurrrr!!!!


"Ini yang setengahnya, LUNAS!" Dini pergi begitu saja.


"DINI!" teriak Chelsee. tapi Dini tidak mengindahkannya. Dia tetap pergi ke kelasnya bahkan meninggalkan Jeno.


Mulut Jeno terperangah melihat Dini yang seberani itu. Matanya menatap lekat gadis yang sudah hilang menaiki tangga.


"Sialan!" umpat Chelsee.


Jeno mendengar mereka menggerutu tidak terlihat tertarik sama sekali. Bahkan dengan sorot mata yang remeh Jeno pergi begitu saja.


"Ada apa dengan para cowok populer sekolah kita, kenapa mereka pada tertarik sama anak baru itu sih," keluh Feby sembari menatap Jeno yang pergi begitu saja, berbeda saat melihat Dini.

__ADS_1


Mereka tidak jadi ke kelas. Tiga gadis itu kembali ke toilet dengan keadaan semakin basah.


Sedangkan Dini kembali ke kelas dengan keadaan rambut dan baju juga basah. Jessen yang melihat itu hanya menatap sesekali tanpa menegur Dini. Begitupula dengan Dini. Wajahnya yang cemburut dan baju yang basah menjadi pusat perhatian teman sekelasnya. Tetapi Dini tidak peduli dengan mereka. Meksipun ada salah atau dari mereka berbisik dan tertawa setalah melihatnya.


__ADS_2