Terjebak Pesona Adik Angkat

Terjebak Pesona Adik Angkat
babak ke dua


__ADS_3

Dengan napas terengah-engah Jessen menghampiri Dini yang ada di tribun. keringat bercucuran di wajahnya. dengan bando di kepalanya membuat wajahnya terlihat dengan jelas.


"Bang Jeno nggak jadi datang?" tanya Jessen.


"entahlah," jawab Dini.


Saat Jessen dan Dini sedang membicarakan Jeno tiba-tiba cowok dengan kaos putih bertopi dan celana panjang sobek-sobek itu mendekati mereka berdua.


"Lo kok pakai baju ini?" tegur langsung jenuh saat melihat adiknya mengenakan baju basket. tentu dia merasa kebingungan dengan hal itu karena Jessen sudah mengatakan jika dia tidak akan bermain di acara ini.


"gue dipaksa sama dia," kata Jessen yang menunjuk Dini di sampingnya.


"iya tadi karena sekolah kita mau kalah, bang." sahut Dini.


tentu Jeno langsung menatap tim Leo yang sedang berada di pinggir lapangan.


sedangkan di sisi lain tim Leo sedang mengatur strategi lain untuk mengalahkan tim dari Jessen. karena masih ada pertandingan tiga babak lagi. masih ada kemungkinan untuk merebut poin dan berada di posisi juara untuk mengalahkan tim basket SMA UNIVERS ini.


Jeno juga menatap dini dengan rasa khawatir. dia takut jika ancaman Leo akan benar-benar terjadi kepada Dini. Hal itu membuat Jeno berjanji dengan dirinya sendiri untuk menjaga Deni lebih ketat.

__ADS_1


prit....


peluit berbunyi yang menandakan istirahat sudah selesai.


"gue balik kesana dulu, Kalian harus siapkan hadiah buat gue kalau gue menang di pertandingan ini," kata Jessen kepada Dini dan Jeno yang duduk berjajar di Tribun.


Dini Hanya mengacungkan dua jempolnya untuk menyetujui Jessen. sedangkan wajah Jeno masih menunjukkan rasa khawatir terhadap Dini.


"Din lo tahu kan ancaman yang diberikan kepada Jessen?" tanya Jeno dengan sorot mata yang penuh arti.


"tahu kok Bang, tadi emang sengaja gue yang suruh Jessen untuk ikut. karena gue rasa itu hanya katakan yang dilakukan oleh Leo agar membuat Jessen tidak mengikuti pertandingan ini," jelas Dini.


"udahlah nggak apa-apa, kita nonton aja. itu udah mulai babak keduanya," tugas Dini untuk mengalihkan pembicaraan itu.


sebenarnya Dini merasa ketakutan dan khawatir jika ancaman itu memang terjadi kepada dirinya. tetapi di sisi lain tim basket sekolahannya sedang membutuhkan Jessen. begitu pula dengan Jessen yang terlihat jelas dari wajahnya jika dia sebenarnya ingin bermain. karena itulah Deni merasa bersalah jika sampai Jessen tidak ikut pertandingan ini.


Tapi sialnya babak kedua ini berhasil dimenangkan oleh tim Leo. memang tidak selisih banyak atas pertandingan itu. tapi mereka berhasil mencetak angka dengan mengalahkan tim Jessen.


istirahat setelah pertandingan kedua di berikan. tapi kali ini Jessen tidak menghampiri Dini dan Jeno. karena mereka sedang berunding untuk mengatur strategi baru.

__ADS_1


kini para penonton sedang bersorak sorai karena pertandingan yang semakin sengit. .


pertandingan ketiga dimulai. tapi kali ini tim Leo semakin kasar. salah satu pemain dari sekolahan Jessen, tiba-tiba disenggol dengan kasar hingga membuatnya terjatuh. Hal itu membuat suasana semakin ricuh karena dari kedua belah pihak merasa tidak bersalah.


"Mereka mulai bermain kasar untuk mempertahankan poinnya," ucap Jeno.


"iya gue juga tahu Bang, mereka main senggol-senggol aja," sahut Dini.


"Semoga saja sih Jessen tidak terpancing emosi dengan kejadian itu,"ucap cinta kepada Dini. "ya gue juga takut, gue takutnya Jika Jessen terlibat dalam perkelahian," imbuh Jeno.


Hal yang sama sedang dipikirkan oleh Dini. meskipun sikapnya melerai para teman-temannya yang mulai terpanjang emosi, tapi raut wajah Jessen dan sorot matanya yang terlihat jelas sedang menahan amarah.


terlebih dibumbui oleh para penonton yang bersorak-sorai saling mengejek satu sama lain. penonton antara sekolah Dini dan pendukung dari tim Leo sama banyaknya.


"Aku ke toilet dulu, Bang." dini berpamitan dengan Jeno untuk pergi ke toilet.


"oke tapi lo balik lagi ke sini, atau Apa perlu gue antar lo?" Tawaran Jeno. mendengar itu tentu Dini langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. menandakan Jika dia tidak mau. lalu Dini langsung pergi begitu saja menuju toilet.


byur!!

__ADS_1


air satu gayung penuh bendera tepat di atas kepala dini . membuat Dini mematung terkejut


__ADS_2