
Dini sangat terkejut ketika melihat rambutnya sudah disiram oleh segerombol gadis yang selalu merusaknya.
"Lo berani ngodain Jessen!" hardik Chelsee.
Lili masih mematung menatap sekelompok gadis itu dari cermin. tangannya mengepel garam tidak bisa menahan emosinya. kerah baju milik Chelsea. beruntung di saat bersamaan Nadine Dan Vika datang menghampiri Dini.
"Din, lepas Din." Vika melerai dini. sedangkan Chelsea tersenyum sinis. dia berusaha memancing emosi Dini agar melukainya. tapi belum berhasil membuat puncak amarah Deni Jeno juga datang memanggil Dini dari depan toilet wanita.
"Din, Lo di dalam?" panggil Jeno.
"ya... dini disini," sahut Vika.
Dini lekas keluar dari toilet dengan kesal. ciuman terkejut ketika melihat penampilan Dini sudah basah kuyup. Jono membantu mengeringkan dengan jaket miliknya. tak lama geng Chelsea keluar dari toilet tersebut.
"memang sih adik angkat bisa saja menikah dengan kalian tapi yang namanya penggoda bisa saja satu malam dengan adiknya satu malam dengan Abangnya," cibir Chelsee.
"JAGA MULUT LO!"
"Udah biarin aja lah," kata Dini. dini memegang lengan Jeno dan menariknya pergi dari hadapan geng Chelsea.
Chelsee sengaja memancing emosi mereka karena Jessen telah melanggar perjanjian dengan kakaknya. sedangkan Dini juga berani merebut Jessen darinya.
Saat Dini, Jeno dan yang lain kembali pertandingan sudah selesai. Jessen melihat itu langsung menghampiri mereka.
"Din lo kenapa jadi basah kuyup kayak gini?" tanya Jessen.
__ADS_1
"itu ulah adiknya Leo," sahut Jeno.
"Chelsea maksudnya?"
"iya siapa lagi."
mendengar nama Chelsea. cowok yang masih basah dengan keringat itu menoleh ke arah Leo yang berada di pinggir lapangan. meskipun kemenangan di tangan Jessen tapi kini hari Jessen tak bahagia sama sekali.
sedangkan di sisi lain leo menatap tajam ke arah Dini.
singkat cerita mereka mulai pulang. Tini mengenakan jaket milik Jeno. tetapi dia berada di boncengan milik Jessen karena jika terpisah dengan mereka takutnya Jessen akan menghampiri Leo. hari itu juga dikawatirkan oleh Jeno. sehingga jenuh berada di belakang tempat motor milik adiknya.
wirawan memberikan kabar Jika dia akan pulang dalam waktu 2 minggu lagi. tentu Jeno tidak ingin adiknya terlibat dalam masalah apapun. sama saya juga Dini dia harus memastikan Jika tidak terjadi apa-apa terhadap Dini.
keesokan harinya sambutan diberikan kepada tim basket. Jessen dan Jeno berbagi tugas selama acara berlangsung. mereka saling mengawasi Dini karena sejak awal Mereka melihat Chelsea sudah mulai mendekati Dini.
Jeno saat berangkat sekolah tanpa sengaja channel juga melihat Leo sudah berada di depan sekolahnya.
"Dini, Lo jangan jauh jauh dari gue atau Jessen. Bisik Jeno.
"iya iya gue tahu kok," sahut Dini.
Dini juga menyadari Jika dia dalam pengintaian geng Chelsea. diam-diam sebenarnya Dini sudah membuat janji dengan Chelsea mereka akan bertemu di rooftop sekolahan sepulang sekolah.
Dini berniat mengakhiri semua permusuhan ini termasuk dengan Leo dan Jessen. dia tidak ingin kakak angkatnya dalam bahaya karena dirinya.
__ADS_1
selama acara penyambutan untuk para pemenang lomba. Dini mencari alasan untuk dikatakan kepada Jeno. jalan satu-satunya adalah dia meminta bantuan kepada Vika dan Nadin.
"Vik, gue mau minta tolong," bisik Dini agar tidak di dengar oleh Jeno.
"apa?"
"gue nanti pulang sekolah janjian sama gamenya Chelsea tapi gue yakin kalau mereka berdua nggak akan kasih izin," kata Dini sembari melirik Jeno di sampingnya.
"Lu gila ya pulang sekolah mau nemuin mereka lu cari mati dia namanya," hardik Nadin.
"sssst! jangan keras-keras Nad."
"lah elo lagian ada-ada aja mau ketemu mereka,"
"ini biar semua masalah selesai, gue juga nggak mau musuhan Mulu,"
"terus rencana lo apa? Apa itu licik Din,"
"gue bakal hati-hati kok. jadi gue nanti bakal bilang kalau gue bakal main ke rumah kalian, kalian harus mengiyakan apapun yang gue omongin nanti di depan Jeno dan Jessen," kata Dini.
"Gue ikut elo aja," sahut Vika.
"Nggak. gue sudah berjanji kalau gue bakal datang sendiri," ucap Dini.
mendengar itu Vika dan Nadine tidak bisa berkata-kata lagi. mereka hanya bisa menghilangkan nafas panjang menghadapi sikap dini yang keras kepala
__ADS_1