
Langit tampak cerah berawan ⛅,, syukurnya tidak hujan,,, hari ini adalah hari pertama kalinya lagi semenjak 3 hari yang lalu aku izin tidak masuk sekolah 😊
Duduk di depan teras rumah,, melihat mentari fajar yang malu-malu untuk keluar ,, sinar orange terlihat di sela-sela dedaunan. Aku dengan setia menunggu kak adam yang masih siap-siap . Sekarang Kak adam sudah mulai sibuk dengan segala persiapan Ujian Akhirnya,,, dan aku siap- siap juga untuk menghadapi ujian akhir semester untuk kenaikan kelas.
Tak terasa memang,, waktu berjalan dengan cepatnya,,, terkadang ada saat-saat di mana ingin waktu untuk berhenti sejenak namun sayang hal itu tidaklah mungkin terjadi dan sebaliknya terkadang aku ingin waktu berjalan cepat saja melewati hal yang tak ingin ku lewati bersama waktu tapi lagi-lagi itu tak mungkin,, Apa ada orang yang berpikir sama denganku???? tanyaku dalam hati.
"Dek.. kenapa bengong,,,ayo!!; " seru kakakku yang sudah menunggangi kendaraan kami yang setia menemani kami dari dulu. Aku berlari kecil ke arah kakakku. Duduk di belakang seperti biasanya dan hal yang tak biasanya adalah kakakku untuk pertama kalinya dalam sejarah berangkat sekolah,,, dia mengajakku berangkat ke sekolah lebih pagi padahal biasanya paling lelet dan biang telat.
Aku memgobrol dengan kakak membahas tentang niatannya yang ingin sekolah di luar daerah namun mamak tak memberikan izin sedangkan bapak yes... yes.. aja
" jadi mau lanjutin kemana kak??? "
" kakak sih pinginnya lanjutin di luar dek "
" Tapi kan mamak itu takut ntar kakak salah pergaulan "
" ya nggaklah dek,, kakak juga laki-laki,, udah besar juga bisalah jaga diri "
" kakak kan gak labil " jawabku melihat sikap kakakku yang selama ini selalu tak bisa menolak jika di ajak teman-temannya yang lain. Syukurnya teman SMAnya yang sekarang mengajaknya dalam hal baik-baik tidak saat dia masih duduk di bangku SMP.
Kakak gak mengelak ataupun menjawab pertanyaanku,, sampai parkiran aku turun dan berjalan pergi
" dek,,, inget ntar pulangnya sama gani " beritahu kakak dari belakang
" ya siappp kak " jawabku. Mamak menyuruhku pulang bersama gani,, aku belum di kasi bawa motor sendiri karena mamak takut aku kenapa napa dijalan karena aku baru saja sembuh dan kakak harus lanjut kelas lagi sampai sore.
Sampai kelas aku melihat teman-teman yang lain sudah ramai sudah membentuk kelompok masing-masing,, suasana kelas seperti pasar tradisional gaduh tak jelas. Merasa ada yang aneh aku bertanya pada dinda, iki, putri dan di meja yang sama juga ada dara dan monik.
" ada apa?? " tanyaku sambil menaruh tas ku.
" gak apa-apa duduk aja" pintaku pada dara yang jendak bangun dari tempat duduk ku.
" pantat ku kecil kok " candaku. Yang akhirnya aku dan dara berbagi tempat duduk.
Berceritalah dara kembali tentang kejadian kemarin saat aku tidak masuk sekolah. Di mana hp teman-teman yang lain termasuk dara yang di titipkan pada jok motor widi hilang semua dan yang pinjam motor widi adalah atin.
Di laporkan ke guru,,, pagi harinya atin yang juga teman kelasku di panggil ke ruang BK dan dengan beberapa anak yang kehilangan handphone nya termasuk Widi juga yang merupakan tempat penitipan handphonenya.
" Awalnya atin tidak mau mengaku..." jelas dara. Belum akhir ceritanya bel sudah berbunyi,, kami berlari ke tempat duduk masing-masing
" ntar kita lanjutin lagi " ucap dara memberi isyarat ok dengan tangan kanannya.
" gimana terus? " tanyaku pada iki yang duduk di sampingku.
" ya ngaku dia atin,, tapi bukan dia yang ngambil tapi farhat " jelas iki. farhat juga adalah salah satu teman kelas kami yang juga teman bermain rafael dan diki. Setahuku dia adalah pacar dari atin.
__ADS_1
Mau bertanya lagi,, guru tiba-tiba datang. Di mulailah pelajaran pertama pelajaran agama. Di tengah pelajaran Bu Ani Guru BK datang ke kelas dan memanggil anak-anak yang terkait dengan masalah yang tadi di bahas Dara.
Hampir seperempat teman-teman kami di giring ke ruang B. Semua teman-teman yang lain mulai riuh membicarakan lagi tragedi itu dan ada juga yang hanya diam namun terus memperhatikan termasuk aku. Sampai hilang di balik pintu,, pak guru menghimbau kami untuk diam dan lanjut belajar. ~
Di tengah pelajaran ke dua, teman-teman yang tadi di panggil ke ruang BK kembali bergabung belajar bersama kami. Yah seperti biasanya. saat mereka masuk anak-anak mulai bertanya kenapa??? kenapa??? pada mereka.
" husstttt diam " tegur pak guru. Sampai tiba waktu istirahat,,, Pak guru belum keluar dari ruang kelas tapi teman-teman yang lain sudah pada heboh bangun dari tempat duduk mencari informasi dari teman-teman yang di panggil bu Ani tadi kecuali farhat dan Ani yang duduk bersamaan di ujung kelas.
Aku, dinda, putri, dan iki tanpa menghampiri,,, dara dan monik sendiri yang menghampiri kami dan menceritakan kejadiannya. Tapi aku merasa tak enak dengan kondisi ini,, aku berpikir jika aku mungkin berada pada posisi atin di bicarakan teman-teman pasti tak enak.
"Gak usah dah, gak enak " stop ku pada dara yang ingin bercerita
" ih.. gak apa-apa,, kenapa emang?? salah sendiri " sahut iki.
Setuju dengan pendapatku putri dan dinda mengajak kami lebih baik makan mengisi perut kosong.
" aku gak ikut " jawab iki. Akhirnya aku, dinda dan Putri yang ke kantin. Bukan cuma kami bertiga ada juga anak-anak yang lain yang tak ingin ikut-ikutan bahas masalah ini. ~
Pulangnya aku ikut bersama gani, di jalan tiba-tiba gani menceritakan masalah yang terjadi di kelas kami
" tahu dari mana? " tanyaku.
" dara yang ceritain " jawab gani.
Gani menceritakan padaku apa yang ia dapat dari dara,, di ruang BK orang tua farhat dan atin datang. Ibu farhat menangis tak percaya yang di lakukan anaknya mengambil hp teman-temannya dan di jual sedangkan mama atin hanya diam. Intinya kondisi saat itu benar-benar panas.
Tak terasa lama mengobrol di jalan,, aku sudah sampai di rumah. ~
3 hari sudah berlalu semenjak kejadian itu. Atin dan farhat bersekolah seperti biasanya dan seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Tak banyak dari kami setelah kejadian itu perhatian kami tertuju padanya. Yang saat ini misalkan saat jamkos.
Aku baru tahu mereka begitu mesra di dalam kelas tanpa malu-malu farhat tidur di paha atin,, dan atin membelai belai rambut farhat. Di sekolah kami,,, hal itu sudah tertulis di buku poin dan tak diperbolehkan.
Tapi mungkin kami semua tak ingin ikut tertarik dalam masalah atau punya alasan masing-masing hanya bisa diam melihatnya tanpa memberitahukan. Putri yang biasanya tegas dan putra juga sebagai ketua kelas hanya diam. Karena pernah di beri tahu tapi dia malah melawan balik.
Berpikir btentang atin dan farhat, aku sampai lupa pesanan mamak. Ku pergi ke belakang mejaku mencari gani.
" Gani kemana? " tanyaku pada anto teman sebangku Gani.
" tadi pergi dengan dara" jawabnya. aku kembali membawa bekalnya dan memasukkan ke dalam kolong meja.
Berniat memberikannya nanti saat dia datang karena ini perintah mamak seperti sogokkan untuk mengantarkan putrinya pulang sekolah.
Beberapa saat dia datang bersama dara.
" udah kemana? " tanyaku menghampiri mejanya. tapi dia tak menjawab
__ADS_1
" nih dari mamak"
" apa ini??? "
" makanan" jawabku, kemudian balik ke tempat duduk.
" tikkk tokkkk tikkkk tokkkk "
suara jam terdengar jelas, waktu jam kos habis, waktu istirahat datang...
Karena bawa bekal aku tak ikut bersama iki, Putri dan dinda ke kantin. Keluarnya dinda, putri, dan iki salah satu siswa yang tak ku kenal datang dan memanggil atin dan farhat yang di suruh ke ruang BK. ~
Pulang sekolah aku ikut nebeng lagi ke gani. Di tengah jalan farhat dan tiga temannya yang lain yang bukan berasal dari kelas kami mencegat kami di tengah jalan.
Aku menarik tas gani
" ada apa ini gan? " tanyaku,, aku benar-benar takut gani kenapa-napa.
" diam aja duduk manis " gani turun dari motor dan berbicara dengan mereka. Tanganku keringat dingin. Melihat muka farhat yang keliahatan garang dan memerah. Samar-samar aku mendengar pembicaraan mereka
" kamu kan yang ngelaporin kita?? pakai foto-foto segala lagi " tunjuk farhat ke muka gani dengan nada tinggi.
" foto apa? "
" tadi kamu sama dara ke ruang guru kan? "
" ya, tapi cuma ambil absen "
" Gak percaya aku, pasti kalian kan yang ngelapor? "
" ngelapor apa ???" tanya gani kebingungan.
Lapor apa sih tanyaku dalam hati juga.
" Ok sekarang kamu bisa ngelak, besok kalok itu kamu sama dara ****** kalian " ucap farhat sangat jelas. kemudian pergi meninggalkan kami. Aku menghembus nafas panjang.
" kenapa? " tanya gani cengir-cengir melihat ekspresi ketakutan ku.
" tadi bicarain apa sih " tanyaku.
" nanti sambil jalan aku ceritain" ucap gani.
Dan benar saja ternyata dara mengajak gani ke ruang guru dengan alasan mengambil absen dan saat di ruang guru tanpa sepengetahuan gani. Dara melaporkan ke wali kelas dengan menyerahkan sebuah foto kedekatan atin dan farhat yang menurut wali kelas itu di luar batas dan tak sopan di tempat sekolah.
" kenapa kamu ikut-ikutan sih " omelku, sambil memukul pelan helmnya.
__ADS_1
" yah... kan aku gak tahu" Entahlah aku jadi bingung di sisi lain memang atin dan farhat salah tapi karena kejadian ini mungkin akan tambah masalah lagi mereka,, dan dara seharusnya tak berbuat seperti itu pada temannya jika dia peduli seharusnya di tegur saja. Tapi aku tak bisa menyalahkan benarkan perbuatan mereka mungkin dia punya alasan masing-masing. Padahal setahuku atin anak yang baik, hambel dan benar-benar hampir kami semua tak menyangka dia melakukan hal seperti ini.
📝Terkadang kita tak bisa mengatakan ini salah dan itu benar, karena yang benar...benar belum tentu benar dan yang salah belum tentu salah. Hanya mungkin karena setiap orang punya alasan masing-masing di balik sikap dan tingkah lakunya. Dan aku benar-benar kaget ternyata cinta bisa merubah seseorang sampai seperti ini .