Terlalu Cinta

Terlalu Cinta
23 # SEMESTER BARU


__ADS_3

Udah beberapa minggu semenjak pembagian rapot hasil belajar,, aku, dinda, putri, dan iki tak pernah bertemu. Aku sudah tak sabar untuk bertemu, sudah lama rasanya padahal baru beberapa minggu gak ketemu. Dan orang yang paling ingin ku temui adalah Dia 😁.


Saat liburan aku ingin mengirim pesan padanya hanya untuk sekedar mengobrol dengannya tapi aku tak tahu harus bilang apa sebagai alasan untuk bertanya lebih dulu. Jadinya sampai liburan selesai aku tak jadi mengirim pesan padanya.~


Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi , alif gendut belum juga keluar. Aku dan kakak sedari tadi sudah menunggu di depan gerbang.


Oh ya..., kakak tak jadi sekolah di luar daerah karena mamak tak mengizinkan karena itu ia memilih universitas negri no. 1 di daerah kami, mengambil jurusan kedokteran yang penuh perdebatan karena menurut mamak sekolah kedokteran itu sekolah mahal.


Kakak yang bersikukuh tetap memilih jurusan kedokteran berusaha berbagai cara untuk mendaftarkan dirinya mengikuti beasiswa yang disediakan di sekolah. Alhamdulillah nya kakak dapat dan akhirnya mamak bilang ya.


Aku kurang tahu alasan kakakku mengambil jurusan kedokteran padahal setahuku dia sangat suka IT jadi ku pikir dia akan mengambil jurusan IT atau pemograman. Entah... apakah karena itu, aku sejenak teringat kejadian kecelakaan waktu hari kelulusan itu. Semenjak itu aku lebih sering lihat kakak nonton video-video proses pembedahan gitu.


" kok lama banget sih anak ini " omel kakak dengan kaki yang digerakkan seperti tak sabaran.


" alif gendu...t cepetan... " teriakku dari luar. Tak lama alif ke luar ikut ngomel-ngomel


" masih jam segini " ucapnya dengan wajah cemberut


" kebiasaan,,le..let " omel kakak lagi. Beberapa hari ini kakak jalan pagi pulang malam. Aku sampai bingung apa yang dikerjakannya, aku baru tahu orang kuliah sesibuk ini padahal di TV .. Tv gak gitu.


Seperti biasa alif di antar lebih dulu, terus aku. Sampai gerbang sekolah aku turun dan saliman lebih dulu ke kakak sebelum masuk


" ntar bapak yang jemput "


" ya " jawabku kemudian masuk gerbang sekolah. Aduh udah lama sepertinya aku gak cium bau debu, bisa di katakan sekolah ku termasuk sekolah baru, karena usianya baru 5 tahun. Baru masuk aku melihat beberapa bangunan baru yang sudah jadi, cat tembok setiap kelas juga berubah yang awalnya hijau sekarang orange. Satu hal yang belum berubah lapangan upacara yang seperti padang savana.


Masih pagi aku bingung mau kemana mau naik ke kelas, tapi gak mungkin karena sekarang aku sudah kelas 11. Melihat anak-anak yang lain duduk di pinggir-pinggir teras. Aku ikut duduk di pinggirnya gabung bersama mereka.


Mataku terus tertuju ke parkiran menunggu teman-teman yang akrab denganku, ada beberapa teman sekelas ku yang sudah datang sekedar menyapa dia duduk bersama kelompok geng nya.


Pucuk di cinta ulampun tiba, akhirnya dinda dan putri datang, di belakangnya ada dara dan monik.


" kenapa lama sekali? "


" ya..ni dinda telat bangun " beritahu putri


" kecapean karena OSIS " jawab dinda.


" nih buat kamu " Dinda mengeluarkan sebuah coklat silverqueen ukuran tanggung dan memberikan nya padaku.


" hihihi Terima kasih " ucapku cengengesan .


" banyak ya dapatnya? " tanyaku pada dinda, putri, dan dara.


" nggak juga " jawab putri


" tergantung penggemar " sahut monik memberi isyarat sambil melirik dara.


" dapet berapa ra? " tanya dinda penasaran.


" Gak banyak, cuma 30 aja "


Aku, dinda, dan putri langsung diam sinis.


" hmmmm 30 dibilang gak banyak " sindirku.

__ADS_1


Dara tertawa mendengar kata-kataku.


Tak lama Raka datang bersama ahmad. Dia berdiri di depan kami. Aku kaget melihat perubahannya.


" cie... ganti potongan rambut nih " Godaku.


" ya.. biar ganteng " jawabnya dengan PDnya sambil senyum-senyum malu.


" kok kamu gendutan sekarang " sahut monik mencoel coel perut raka yang mulai buncit.


Sontak kami semua langsung ketawa kecuali Raka dan monik tentunya. Aku gak tahu kalau monik dekat dengan Raka, di hatiku gak ada rasa cemburu sama sekali. Mungkin karena aku tahu monik sudah punya pacar kekasih kecilnya itu.


" aduhhh sakit perut ku " ucapku sambil memegang perutku, karena kebanyakan ketawa.


" Besok aku olahraga biar berbentuk dadaku " ucapnya serius tapi anak-anak malah ketawa lagi. Mungkin karena gaya bicaranya seperti Pak gubernur Ahok.


" ya... ya.. , ayo baris udah bel " ajakku, karena bel sudah berbunyi. Apel pagi di mulai kami menaruh tas di pinggir teras.


Upacara pagi seperti biasa aku selalu berdiri di depan, namun anehnya yang biasanya gani di depanku kini Raka berdiri di sampingku.


" kenapa? " tanya Raka


" gani gak ada ya? "


" kayaknya telat " beritahu Raka. Terus tertuju pintu gerbang sekolah, Raka menegurku untuk melihat ke depan jangan menoleh ke samping karena upacara sudah mau di mulai.


Sampai upacara di mulai gani tak kunjung kelihatan batang hidungnya. mungkin dia izin ucapku dalam hati.


Upacara selesai, kemudian di lanjutkan dengan pembagian kelas. Lagi-lagi kami dapatkan kelas di lantai 2 pojok kanan.


" olahraga nik " sahut dara.


Kali ini tempat duduk ku berbeda,,


aku duduk di pojok kiri baris ke dua dari kiri dan baris ke tiga dari kanan. Menempati meja ke 2 .di depanku ada dara dan kristin, aku tetap dengan iki,, di belakang ada putri dan dinda, di belakang putri dan dinda ada monik sendiri dan di belakang paling akhir ada Raka dan ahmad.


Oh ya., putra sudah pindah sekolah ke sekolahnya yang baru bukan di luar daerah masih di daerah yang sama hanya saja mungkin sekolah yang lebih elite dari sekolah ini


Seperti biasa-biasanya awal semester kami mendapatkan wali kelas baru dan kami di tuntut untuk melakukan pemilihan ketua kelas, wakil ketua kelas, sekertaris dan bandahara. Melakukan pemilihan dengan pungutan suara. Telah di tetapkan posisi ketua kelas di berikan pada putri, wakil ketua kelas masih di pertahankan oleh dara, sekertaris kristin dan bendahara aku.


Sebenarnya aku gak mau, tapi mau tak mau aku harus bilang ya, Raka juga mendukungku. Jadi aku iyakan saja lagian aku tak bisa menolak wali kelas sudah memilih.


Hari pertama masuk sekolah, kami pulang cepat karena belum ada agenda belajar.


Malamnya aku mencoba mengirim pesan ke teman-temanku, mencoba Handphone baruku yang di belikan ayah saat kelulusan kakak.


" Assalamu'alaikum, Temen-temen ini no baruku kei,, Terima kasih "


aku mengirim pesan ke dinda, putri, iki dan Raka. Menunggu balasan aku teringat gani yang tidak masuk sekolah, sudah lama rasanya aku gak pernah bicara dengannya.


" assalamu'alaikum gan, kei nih..


ini no baruku d save ya...


aku minta maaf kalau ada salah

__ADS_1


jangan berantem-berantem lagi,


aku ga ada temen pulang..


maaf.... " kirimku pada gani.


beberapa lama menunggu tak ada balasan apa-apa dari teman- teman, sudah mengantuk aku melepas handphone di samping bantal. Baru memejamkan mata sebuah notifikasi pesan masuk berbunyi.


aku langsung sumringah ketika tahu Dia membelas pesanku,, aku yang setengah ngantuk membaca pesannya


" wa'alaikumsalam ya nanti di save " jawabnya, aduh... baru baca itu saja aku senyum-senyum mataku segar kembali.


" **Terima kasih, kenapa belum tidur? "


" Belum ngantuk, kamu?? "


" ini mau tidur** " balas ku


" oh.. tidur dah, oyasumi nasai " balasnya lagi, aku bingung apa maksudnya, tak mengerti aku bertanya lagi padanya.


"**apa artinya? "


" selamat tidur** " balasnya, mengetahui artinya aku sangat senang sekali sampai senyum-senyum guling kesana kemari. Karena sudah malam aku menahan suaraku yang tertawa bahagia. Jantungku rasanya ingin diam berhenti sejenak. hahahahahaha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Buru-buru aku membalas pesannya


"oyasumi nasai too " balas ku, tahu ah campur-campur bahasanya. Berharap ada balasan lagi darinya, masih melek nih mata, ternyata tak ada balasan sama sekali.


Ku lihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 11 malam lewat, aku memutuskan untuk tidur lagi. Sudah menguap.. aku menaruh Handphone di samping bantal. Namun lagi-lagi terdengar notifikasi pesan masuk buru-buru aku mengambil handphone ku karena di pikirku mungkin itu raka yang membalas pesanku. Ternyata bukan raka tapi Gani.


Membuka pesan, membaca pesannya perasaanku jadi campur aduk


" wa'alaikumsalam kei..., aku juga minta maaf ,, Kayaknya kita gak bisa pulang bareng lagi..., aku sekarang tinggal di Bandung ikut mamak " Tanpa sadar air mataku jatuh ke handphone ku.


" Bagaimana sekolahmu di sini? " tanyaku, butuh waktu lama sampai Gani membalas pesanku lagi


" aku sekolah di sini "


"kamu tinggal di sana? gak balik ke sini lagi? "


" ya " mengetahui Gani akan menetap di sana dan berpikir kita tak bertemu lagi membuatku semakin sedih, air mataku tak hentinya mengalir. Ada rasa kehilangan di dadakku, sesak sekali rasanya.


" kenapa gak pamit ke aku? "


" aku gak sempat " aku benar-benar kecewa ketika dia mengatakan gak sempat, segitu sulitnya kah sekedar memberi tahu.


" ya sudah " balas ku, kemudian menaruh handphone ku terletak begitu saja, aku mencoba memejamkan mata agar tertidur tapi aku tak bisa tetap saja aku kepikiran Gani yang sudah tak di sini lagi membuatku menangis tanpa suara.


Bolak kiri bolak kanan aku belum juga bisa tidur padahal jam dinding sudah menunjukkan pukul 2 malam. Mungkin itu pilihan yang terbaik untuknya, ya aku temannya seharusnya aku mendukung pilihannya ucapku dalam hati mencoba menenangkan diri


" Sehat-sehat di sana, semoga bahagia selalu " kirim ku lagi akhirnya yang sedari tadi aku ragu untuk mengirimnya,, berulang kali aku ketik hapus ketik hapus.


Membaca bismillah aku langsung meng nonaktifkan hpku. Dan tertidur


πŸ“Suatu menjadi kenangan setelah hal itu tak terulang lagi, Sesuatu menjadi berharga setelah hal itu tak ada lagi, dan Rasa kehilangan itu ada ketika dia tak lagi di sisi. Dan penyesalan selalu ada di akhir. πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Hargai apa yang ada sekarang karena kita tak tahu kapan hal itu akan menjadi kenangan, suatu hal yang berharga bagi kita, akan jadi rasa kehilangan dan penyesalan. πŸ˜”πŸ˜”

__ADS_1


__ADS_2