
πPikirku melayang, melamun memikirkan dia yang semakin hari semakin dekat denganku. Tapi entah kenapa aku merasa jauh darinya walaupun aku bersamanya.
" Kamu kenapa? " tanya seseorang yang sangat ku kenal, membuyarkan semua lamunanku tentang dia.
" hmmm... nggak ada " jawabku lanjut menggambar di sebuah kertas bekas, lebih tepatnya asal coret-coret.
Dia duduk di sampingku, ikut menggambar di kertas bekas yang sama denganku. Aku memperhatikan dia yang sedang menggambar.
" ****??? " tanyaku menoleh ke arahnya, secara bersamaan dia juga menoleh denganku. Merasa terlalu dekat aku langsung mundur dan mengalihkan pandanganku ke arah yang berbeda. Pipiku terasa memanas jantungku lagi-lagi berdetak kencang. apa dia merasakan hal yang sama denganku? tanyaku dalam hati, aku mencuri kesempatan untuk meliriknya mencari tahu,, tapi nyatanya dia terlihat biasa aja.
" kenapa gambar **** terus? " tanyaku mencoba bersikap biasa saja seperti dia, mengalihkan agar dia tak tahu apa yang kurasakan.
" lucu..." jawabnya tersenyum, melihatnya aku ikut tertawa kecil. ku pikir dia menggambar dirinya ππππ
Dilihat anak-anak yang lain kami yang begitu dekat, kami jadi bahan ejekan terutama rafael yang mengejek kedekatan kami
" cie... raka ... ,,,berduaan...pacaran...pacaran"
" ciee... raka... " lanjut yang lain
" diam kamu " Balas raka emosi sampai berdiri menunjuk rafael. Tekkkk.... ada sesuatu di hatiku yang membuatku kecewa,, apa aku juga marah karena di ejek rafael atau melihat ekspresi dan tanggapan raka yang setiap kali di goda teman-teman yang lain perihal kedekatan kami dia sangat marah, kadang dia hanya diam tapi melihat dari ekspresi wajahnya ada marah yang ku lihat.
Sedangkan aku selalu diam dengan malu-malu.
" jangan marah-marah cepet tua " ejek rafael lagi. Kali ini raka diam dan kembali ke tempat duduknya. Kenapa dia begitu ? apa dia tak suka padaku? tanyaku dalam hati. Aku benar-benar sakit hati dengan sikapnya.
Aku lanjut menggambar hatiku rasanya sakit, aku ingin menangis tapi ku tahan. pikiran-pikiran negatif mulai berkecimuk dalam hati
Waktu di ejek-ejek sama Rika dia gak pernah gitu kok sama kamu dia begitu π
bukan, mungkin dia punya alasan π*
alasan apa? kalau dia suka sama kamu pasti dia tak akan marah sampai begitu nya π
Tak ada jawaban untuk menjawabnya aku melepas pulpenku dan berhenti menggambar.
Dinda dan putri datang " kenapa??? " tanya mereka serentak
" nggak ada " jawabku
" maaf ya, aku gak ada pulsa buat bales smsmu " ucap putri
__ADS_1
" ah.. ya " icapku setengah merasa bersalah sebenarnya tujuanku mengirim pesan supaya aku ada bahan obrolan dengan raka tapi takut raka curiga dan berpikir apa-apa, jadi terkadang aku sampai mengirim pesan ( kata motivasi) ke temen-temen yang lain juga seperti dinda, putri, dan iki.
" Gak di balas juga gak apa-apa put, orang yang di tunggu balasannya bukan kita tapi Di.. a " balas dinda. Aku langsung diam seribu bahasa seperti aku ketahuan mencuri.
" ah... ya... ya " jawab putri cengir cengir setelah tahu alasanku sebenarnya mengirim pesan. Aku merasa bersalah menggunakan mereka sebagai alibi.
" maaf " ucapku merasa bersalah. Dinda dan putri tertawa mendengar permintaan maafku.
" hussttttt " ucapku pada dinda dan putri takut raka mendengar pembicaraan kita. Aku akhirnya ikut juga tertawa bersama mereka.
" aduh... aduh... sakit perutku " ucap putri.
" jadi udah sampai mana? " tanya putri
Aku kemudian menceritakan kepada mereka yang tak jarang aku dan raka saling berbalas pesan. Sekedar bercerita tentang hobby kita yang sama, membahas baca-bacaan yang pernah di baca, membahas anime-anime yang pernah di tonton.
" cuma itu aja? " tanya putri
" ya " jawabku tersenyum mengingat setiap akhir obrolan kami dia selalu mengatakan oyasumi nasai. ~
Jam istirahat ke dua,, aku sedang datang bulan jadi aku tak sholat dzuhur berjamaah. Rika yang juga tak sholat duduk bersamaku.
" nggak sholat? " tanya Rika
Raka berjalan melewati kami, aku hanya memperhatikannya ketika dia berjalan melewati kami tapi tidak untuk Rika.
" sayang.... " panggil Rika ke raka. Raka berbalik melihat ke kami, dia diam pipinya merah senyum malu-malu dia berbalik jalan kembali.
Melihatnya untuk pertama kalinya malu- malu seperti itu aku tertawa kencang, Rika yang di sampingku juga ikut tertawa. Sampai dia hilang di balik pintu, Rika mengajakku mengobrol
" aku cuma seneng gangguin dia " beritahu Rika, membuatku berhenti ketawa
" kenapa? "
" ya karena itu,,tadi kamu lihat sendiri wajahnya "
" oh.. ya.. ya "
" lucu.. kan,,dia itu banyak temen ceweknya tapi kalau di godain langsung ciut nyalinya " Aku diam sejenak sedikit terkejut karena sepertinya Rika tahu banyak tentang raka.
" kamu tahu banyak ya tentang raka " tanyaku sambil tersenyum
__ADS_1
" ya.., kami kan temen SMP "
" Oh.... , ja..... " ucapanku masih menggantung Rika langsung bicara
" Dulu SMP raka pernah pacaran sama ika "
" ika??? " tanyaku memastikan. perasaanku mulai aneh lagi.
" ya temen SMP kita "
" pernah.., jadi maksudnya sekarang udah putus? "
" ya "
" kenapa? " tanyaku ingin lebih tahu.
" nggak tahu juga alasannya, aku cuma dengar mereka tiba-tiba putus gitu aja " jelas Rika.
Mengobrol banyak dengan Rika membuatku sedikit tahu tentang dirinya yang dulu. Namun, Mengetahui raka yang sudah pernah berpacaran membuatku tak percaya diri, aku jadi ingin memilih untuk tidak tahu daripada harus tahu. Di sisi lain aku merasa aku belum sepenuhnya mengenalnya. ~
Di rumah
Hari sudah petang, aku duduk bersandar di samping teras rumah. Suasana begitu gelap hanya terlihat lampu-lampu dari setiap rumah tetangga.
Menatap langit dipenuhi cahaya bintang aku terkagum-kagum ketika melihat kelap kelip nya sungguh sangat Indah Ciptaan Allah SWT. Di tambah sinar rembulan yang malu-malu sembunyi di balik awan.
Duduk di teras, aku sedikit kaget ketika angin malam menyapa tubuh. Malam ini terasa lebih dingin dari malam - malam sebelumnya.
Dinginnya malam seperti menambah rasa sepi yang ku rasakan. Padahal ada kakak, alif, mamak dan bapak. Tapi aku merasa sepi.
Pikirku melayang memikirkan ucapan Rika tadi siang padaku. Karena terus terpikirkan aku mencoba mencari tahu tentang ika mantan pacar raka.
Mencari tahu di pertemanan raka, ternyata mereka berdua masih berteman. Dan yang lebih membuatku terpikirkan Beberapa komentar yang mengkait-kaitkan raka dengan ika.
mungkin mereka masih saling suka? ucapku dalam hati.
"hmmmmm" aku menghela nafas panjang.
Aku teringat biasanya aku dan raka saling berbalas pesan, tapi hari ini setelah mencari tahu tentang ika aku menaruh handphone ku dan tak memeganya lagi. Aku takut memegang handphone karena jika nanti dia mengirim ku sebuah pesan aku tak tahu harus menjawab apa.
Malam terasa semakin dingin, dinginnya sampai ke tulang. jika lama-lama di sini aku bisa beku pikirku. Aku kemudian masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
πTerkadang aku lebih memilih untuk tidak tahu daripada harus tahu karena ketika aku tahu aku semakin ingin tahu, semakin ingin tahu terkadang apa yang ingin kita tahu itu akan menyakiti kita. πππ