Terlalu Cinta

Terlalu Cinta
TERAKHIR BERSAMAMU


__ADS_3

Tak terasa, waktu selalu tak bisa di duga, berjalan dengan cepatnya tanpa adanya peringatan, beberapa bulan yang lalu baru saja rasanya kami melakukan pengayaan datang pagi pulang sore, sorenya lagi kami belajar kelompok malamnya pulang ke rumah. Rasanya rumah seperti tempat peristirahatan sementara bagiku beberapa bulan ini.


Belajar tak henti-hentinya membuat keadaanku semakin memburuk. Membuatku mau tak mau harus tetap masuk sekolah, karena aku harus mengikuti ujian Matematika hari ini.


Melihatku terus bersin-bersin dengan hidung yang terus berair seorang pengawas ujian bertanya padaku


" Lagi sakit??? " tanyanya kepadaku sambil membagikan soal padaku.


" ya pak " jawabku dengan suara sengal sambil menarik ingusku yang rasanya ingin ke luar saja.


" kuat?? "


" ya pak " jawabku cepat, yang kemudian sosok itu pergi setelah membagikan lembar soal padaku. Raka menoleh ke arahku, melihatnya aku tersenyum padanya namun sayang dia tak melihatku karena di saat yang sama pengawas mengajaknya bicara.


Melihat pengawas hendak menoleh padaku, aku dengan cepat mengalihkan pandanganku . Aku melihat soal yang ada di depanku, mencoba menerka nerka kemungkinan soal yang akan ke luar. Sambil terus membersihkan ingusku yang terus turun dengan tissu.


Hingga tiba waktunya, aku secara cepat membuka soal dan mengerjakan soal-soalnya,, melihat soal-soalnya senyumku mulai merekah. Rasanya seperti menjawab ulang soal yang sudah di kerjakan.


Waktu mengerjakan soal belum usai tapi aku sudah selesai mengerjakannya, Biasanya aku walaupun sudah selesai selalu mengumpulkan paling akhir karena aku takut dikatakan sombong. Tapi karena keadaan mendesak panggilan alam yang sudah tak tertahankan aku segera berlari ke depan mengumpulkan lembar jawabanku.


" sudah di cek? "


" sudah pak " jawabku cepat kemudian lari keluar menuruni tangga dengan cepat menuju kamar mandi bawah tangga.


Balik ke kelas aku melihat Raka juga sudah ke luar, akupun berjalan mendekatinya.


"Bagaimana ujiannya ? " tanyaku


" sulit " jawabnya


" Masa??? menurutku gak kok " jawabku sambil melihatnya, tak selang beberapa detik raut wajahnya berubah kesal apa aku salah ngomong?? tanyaku dalam hati. Tak ada jawaban setelah mendengar kata-kataku itu dia pergi meninggalkan ku.


Esoknya,, aku bertemu dengan dia tapi dia tak berbicara sepatah katapun padaku. Membuat ku bertanya-tanya apa salahku. Sampai liburan setelah ujian Akhirpun dia masih tak berbicara padaku. Bingung tak jelas aku mencoba menghubunginya untuk mengetahui apa salahku.


Handphone sudah ditangan, aku membuka pesan, mengetik beberapa pesan, namun saat membacanya ulang aku mengurungkan niat dan menghapusnya kembali


masa aku duluan yang harus sms pikirku. Aku kemudian menaruh handphone ku.


Hari demi hari terus berlalu, aku terus saja mencoba melihat pesan , mungkin ada pesan yang terlewat darinya. Namun setiap hari pula aku kecewa.


Sampai Hari kelulusan, aku mendapat kabar kami semua lulus dari ayahku. Sampai hari itu pula tak ada kabar darimu.


Kali ini dengan niat penuh keberanian aku mengirim pesan padanya.


" Selamat ya!!! kita Lulus semua "


" ya kamu juga "

__ADS_1


" kamu marah? "


" sama siapa? "


" saya "


" enggak kok" jawabnya, kalau gak marah terus apa namanya??? jawabku dalam hati.


" tak kirain marah "


" enggak kok, ya dah saya mau pergi dulu "


" ya hati-hati "


****


Di hari perpisahan, kami semua diharuskan menggunakan baju adat daerah. Ketika masuk aku merasa semua mata tertuju padaku, Malu-malu aku berjalan tempat duduk yang sudah di sediakan bersama widia dengan terus menggandeng tangan widia. Sepatu hak tinggi yang ku gunakan membuatku tak bisa berjalan leluasa. Padahal aku tak ingin memakainya tapi mamak terus memaksaku.


Lirik sana lirik sini, akhirnya aku melihat putri dan dinda di sebrang sana sedang berbicara dengan guru-guru.


Melihatku mereka melambaikan tangan padaku, akupun menyambut lambaiannya dengan senyum sambil melambai. Tak sadar seseorang menepuk pundakku,


" Kei.... " panggilnya membuatku sedikit kaget, aku kemudian menoleh ke belakang


" Cekrek " dara tiba-tiba mengambil fotoku dengan tersenyum.


Bergaya imut dengan 2 jari aku dekatkan di pipiku dara mengambil gambarku.


Satu demi satu teman -teman seangkatan mulai berdatangan tapi aku tak melihat dia di antara mereka yang ku lihat.


" assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,,, Selamat pagi....,, Semangat pagi.." ucap pembawa acara memulai acara.


Setelah di buka dengan acara pembuka, dan sambutan, sampailah acara inti pemberian hadiah pada siswa berprestasi.


" Juara 1 umum di raih oleh siswi kita atas nama....... " ucap pembawa acara.


melihat yang lain memejamkan mata dengan mulut komat kamit aku hanya diam saja mencari sosok yang belum ku temukan karena aku merasa aku tak akan disebut namanya, yang benar saja ternyata benar dugaanku Putri mendapat juara 1 umum.


" alhamdulillah " ucap putri senang


" Selamat put... " ucap beberapa orang yang kenal dengan putri.


" Selamat sayang " ucapku pelan.


Setelahnya kemudian di panggil untuk Juara 2 umum,,


" kei.... kei... "

__ADS_1


" ya " jawabku ke widia


" Kamu di panggil tuh!!! "


" sama siapa? " tanyaku ke widia, sambil menoleh kesana kemari


" kamu juara 2 "


"agh..... " aku menganga tak menyangka sampai pembawa acara memanggil namaku untuk ketiga kalinya, aku langsung berdiri dan berjalan menuju panggung.


Naik ke panggung, aku hampir terjatuh karena sepatu hakku miring untung saja putri langsung sigap memeganggku, namun di saat bersamaan beberapa orang terdengar mengetawakanku, aku menoleh ke depan,, melihat ada orang-orang yang tertawa aku mengalihkan pandanganku.


Mengalihkan pandanganku aku sadar, di depanku ada Raka dengan membawa kamera dia mengambil gambarku sambil tersenyum padaku


" Selamat " ucapnya menggerakkan bibirnya tanpa suara.


aku menganggukkan kepala dan bangkit kembali, aku tertawa senyum begitu saja tanpa memikirkan yang lain mungkin akan melihatku.


Usai acara beberapa teman yang berfoto dengan guru-guru dan yang lainnya. Namun aku hanya diam saja, Aku malu untuk memulainya meminta berfoto bersama


" kei... ayokkk" Tiba-tiba dinda menepuk pundakku dari belakang mengajakku berfoto


" ayoookkk " putri menggenggam tanganku dan menarikku berfoto dengan yang lain.


Aku tak pernah tahu bagaimana nasibku di sekolah jika tidak ada mereka berdua, mereka yang selalu mengenggam tanganku meraih tanganku membawaku keluar dari rasa tak percaya diriku, memberikanku kebahagiaan arti teman sesungguhnya,, Terima kasih Ya Allah ucapku dalam hati tanpa sadar menitikkan air mata mengingat hari ini mungkin hari terakhir ku bersama mereka berdua sahabatku. Karena ada jalan masing-masing yang harus kami tempuh.


Kami berfoto bersama aku berada ditengah mereka dengan saling berpelukan.


" ayokkk yang lain juga " ajak putri.


Kami berfoto dengan teman sekelas,, usai berfoto anak-anak yang lain kembali mengundurkan diri lebih dulu.


" ayook wid " ajakku pada widia untuk pulang.


" Tunggu dulu " cegah dinda, memintaku untuk mengambil gambar mereka berdua bersama Raka.


" nih.. " aku mengembalikan kamera mereka.


" nah sekarang giliran kamu " ucap dinda


" nggak usah " jawabku cepat, melihat Raka sekejap jantungku lagi-lagi berlari maraton pipiku terasa memanas.


" masihan terakhir " sahut putri. Mendengar kata terakhir hatiku tiba-tiba seolah berhenti bekerja Terakhir????ya benar terakhir, bahkan saat -saat terkahir aku dan kamu tak bisa mengungkapkan perasaan kita masing-masing.


Tanpa pikir panjang aku berjalan menuju dia, Tanpa sedikit pun berani menoleh ke arahnya, Hatiku mulai berdetak kembali merasakan dia yang semakin dekat berada di sampingku.


📝aku selalu merasa hanya aku yang menginginkanmu, mengharuskan aku selalu bertindak lebih dulu berjalan ke arahmu dan kau hanya terus diam di sana.

__ADS_1


__ADS_2