Terlalu Cinta

Terlalu Cinta
15 # Jangan Salahkan C I N T A


__ADS_3

🍁 Aku menceritakan kejadian kemarin ke kak adam,, saat aku dicegat farhat bersama teman-teman nya. Kak adam menyuruhku untuk pulang bersamanya hari ini dan jika bisa gani juga di suruh diam menunggu kak adam. Aku tak mengerti,, tapi dari lagat bicara kak adam seperti akan terjadi apa-apa dengan gani. Jujur akupun merasakan hal itu.


Hari ini kelas benar-benar ribut, tak ada guru yang mengajar sejak tadi,, atin dan farhat di panggil lagi ke ruang guru,, dan yang ku dengar... dengar,,, lagi-lagi orang tua mereka di panggil.


kami berempat tak banyak berkomentar,, dinda dan putri memilih diam dan membicarakan hal lain.


" jadi besok ya minggu ke rumah " ajak putri


" in sya Allah " jawabku


" ya " jawab dinda dan iki.


Walaupun membicarakan hal lain pikiranku masih memikirkannya,, hal-hal yang mungkin terjadi pada gani yang kenyataannya gani ikut bersama dara melaporkan hal tersebut.


Kami masih mengobrol hal yang sama, rencana hari minggu di rumah putri, aku menyimak namun mataku kesana kemari mencari gani yang sedari tadi batang hidungnya pun tak tampak. Sedangkan di sana dara sedang asyik mengobrol bersama monik dan putra seperti tak terjadi apa -apa. Jujur ada sedikit kesal pada dara,,, kenapa harus melakukan hal itu??


" Kei.. " panggil putri


" cari siapa sih?? " goda dinda, menyadari mataku yang kesana kemari mencari seseorang.


" raka ya... " goda putri dengan cengengesan khasnya.


" raka apa???" bantah ku,,


" iki mana? " tanyaku sadar iki menghilang di dekatku.


" Tuh sama Diki" jawab dinda.


Aku baru ngehhhh dari kemarin aku merasa tak melihat Raka..


Semenjak terakhir kami mengirim pesan waktu itu kami jadi agak sering saling mengirim pesan,, yah walaupun di sekolah seperti orang yang tak tegur sapa 😁.


" tetttttt.... teetttttt... teeettttt" suara Bel tanda masuk kelas.


Mataku tertuju terus ke depan pintu, satu demi satu teman-teman yang lain masuk,,, mataku tertuju pada satu orang di antara mereka, kulit tidak hitam tidak putih, tidak tinggi tidak pendek tapi menurut orang untuk ukuran laki-laki itu dikatakan pendek,, tingginya lebih tinggi sedikit dariku. tak gemuk dan tak kurus.


Dia dengan santai berjalan melewatiku,, padahal dari tadi aku pusing mencarinya.


" Gan.. " panggil ku,,, yang mana di saat yang sama raka juga ikut menoleh karena ia berada di belakang gani yang juga hendak berjalan ke tempat duduknya. Menoleh sebentar raka lanjut berjalan melewati gani.


" ada apa? "


" sini bentar " panggilku, melambaikan tangan menyuruhnya lebih dekat.


" ada apa? "


" nanti kita pulangnya,, tunggu kak adam dulu ya!!! "


" maaf kei, kayaknya aku gak bisa anterin kamu pulang nanti "

__ADS_1


" kenapa??? " tanyaku penasaran


" aku ada urusan sama temen"


Mengobrol dengan gani tiba-tiba terdengar suara kaki seseorang berjalan dengan kuat hingga hentakkannya menimbulkan suara besar. Entah dari mana datangnya dan kapan,, farhat berjalan menuju meja dara penuh emosi,, mukanya merah padam.


Di gepraknya meja dara,, ia meraih kerah baju dara dan di angkat ke atas. Sontak dara bediri,, terlihat jelas dara gemeteran anak-anak yang lain ikut berdiri dan ribut tapi tak berani maju.


Putra yang di sana menggenggam tangan farhat. menyuruh farhat untuk lepasin dara


" diemmm kamu yaaa.. " tunjuk farhat ke putra dengan nada tinggi,, gani segera ke sana,, putri, dinda dan aku ikut ke meja dara.


" inget farhat dara itu cewek... " nasihat putra dengan pelan.


" yang sabar farhat " nasihat putri,, Anak-anak yang lain juga ikut menasehati tapi tak satupun kata-kata kami yang di hiraukan.


" kamu ya.... , jahat kamu " ucap farhat menunjuk nunjuk dara dengan emosi.


" siapa yang jahat? kamu yang jahat,, lepasin " jawab dara dengan nada tinggi.


" kamu kan yang ngelapor?"


" kalau ya, memang kenapa !" jawab dara,, mendengarnya Farhat tambah emosi hampir saja gempalan tangan Farhat mendarat di wajah dara namun dengan sigap gani menahan gempalan tangan farhat.


Entah dari mana atin datang dengan menangis memegang tangan farhat.


Akhirnya farhat melepaskan kerah dara dan atin masih menangis. Jujur aku merasa kasihan,, kami masih bingung apa yang terjadi.


" Jahat kamu ya dara, aku tahu kami salah,,, tapi kok kamu gitu,,, seneng sekarang ya kamu lihat kami di keluarin " ucap atin dengan isak tangis.


" untung kamu cewek, kalau cowok,, bener dahh " lanjut atin ,, atin menarik farhat dari kerumunan.


Namun farhat masih diam,, menatap gani.


" Terima kasih ya kalian berdua udah laporin kami " tekan farhat penuh emosi tapi terdengar sedih.


" Dan kamu gann.. " tunjuk farhat ke gani.


" Semoga kamu ngerasain gimana sakitnya lihat orang tua kamu di sakitin "


" orang tuamu sakit karena kelakuanmu " sahut dara.


" dara... " bentak kami bersamaan,, menyuruh nya berhenti bicara.


Mendengarnya farhat hendak kembali namun atin menahannya.


Mereka mengambil tas nya dan berjalan ke luar,, di depan pintu farhat diam sebentar dan menoleh ke arah kami


" Kalian semua.....***** ( menyebut nama binatang berkaki 4 peliharaan setia manusia) "

__ADS_1


Setelah kepergian atin dan farhat kelas kembali riuh karena umpatan-umpatan sahabat atin dan farhat yang tertuju pada dara. Dara yang awalnya tegar akhirnya menangis juga mendengar upatan mereka. Monik sebagai sahabat dara tak Terima dara di perlakukan seperti itu. Lagi-lagi kelas jadi tambah ribut dengan suara adu mulut antara pihak farhat atin dan pihak dara.


Bukan tak di lerai, semakin di lerai suasana menjadi semakin tegang. Benar-benar seperti kompor meleduk tak terkontrol dah emosinya. Jadi ada beberapa teman yang lain malah memilih diam dan tak ingin ikut campur.


Syukur Alhamdulillah, akhirnya pak guru datang,, Jadi anak-anak pada diam dan kembali duduk di tempat masing-masing.


" aku ikut kamu ketemu temenmu" bisikku pelan kemudain duduk di tempat duduk,, aku lihat gani langsung menoleh ke belakang tapi aku tak hiraukan jelas dari wajahnya ia terlihat heran. ~


Sampai tibalah waktu pulang,, aku masih siap- siap membereskan buku-buku yang ada dalam kolong meja. Berdiri dari kursi ingin memanggil gani. Si gani udah ada di meja dara saja. Mereka berjalan berdua ke luar kelas. Aku ingin memanggilnya..., tapi aku urungkan ,,, dalam pikiriku mungkin gani mengkhawatirkan dara karena itu mungkin gani dan dara pulang bersama. Tapi karena penasaran aku memastikannya.


" aku duluan ya " pamit ku pada 3 sahabatku.


Aku berjalan lebih cepat tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari mereka berdua, karena keramaian jadi mungkin mereka tidak merasakan keberadaan ku.


Di parkiran, dugaannku ternyata benar mereka berboncengan keluar dari tempat parkir.


gimana pulangnya sekarang? pikirku. Tak mau menunggu sampai ubanan hehehehe ga sampai ubanan juga sihhhhh tapi gak mau kelamaan nunggu aku pergi ke kelas kakak,, Sampai kelas pelajaran sudah di mulai dengan do'a dan keberanian yang sedikit aku memberanikan diri mengetuk pintu kelas.


" permisi bu mau cari kak adam " ijin ku


" mau ngapain?? " tanya guru itu dengan tegas,, aku menelan ludah ku sebelum menjawab


" mau ambil kunci motor bu " jawabku pelan.


Aku tahu di sana kak adam memperhatikan ku juga dari tempat duduknya,, setelah di ijinin kak adam ke luar kelas dan memberikanku kunci motor.


" mana gani?? "


" udah pulang duluan bareng pujaan hatinya "


" yaudah, Hati-hati pakainya "


" ya " jawabku, kemudian berjalan menuju parkiran. Di depanku dari cara berjalan annya dan postur tubuhnya aku tanda itu dia.


" baru pulang? " untuk pertama kalinya akun bicara duluan padanya.


" ya, kamu pulang sama siapa? gani tadi pulang duluan!! "tanyanya.


" sendiri " ucapku menunjukkan kunci motor di tangan kananku.


" ohhhh " kami berjalan beriringan tidak berdua karena ada anak-anak yang lain juga menuju parkiran. Sebenarnya aku masih merasakan deg.. deg.. an yang tak karuan,, mungkin terlihat jelas di wajahku,, aku yang salah tingkah saat mengobrol dengannya 😡


" aku duluan ya " ucapnya


" hati-hati " jawabku singkat. Setelah dia pergi aku senyum-senyum tertawa sendiri. benar... benar... deh udah gila aku... πŸ˜…πŸ˜„πŸ˜‚.


Sampai rumah mamak bertanya kenapa tidak pulang bersama gani,, yah aku jawab saja dengan kenyataan yang ada. Sampai kamar aku baru ngehhh,,, kepikiran kata raka yang bertanya aku pulang sama siapa ? darimana dia tahu aku sering pulang bersama gani. Apa dia perhatiin aku atau... pikirku. tidak.... tidak... mungkin dia lihat kami di parkiran mencoba membantah apa yang ada di hatiku dengan logikaku.


πŸ“ katanya Jangan salahkan CINTA karena CINTA tak pernah salah. Yang salah adalah ketika kamu mencintai dengan hati tanpa logika. πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


__ADS_2