
🍁Tak seperti hari biasanya, hari ini benar-benar sangat berbeda. Dengan mata yang masih setengah terbuka aku melihat ke arah jam dinding yang ada di atas pintu, jarum pendeknya menunjuk angka antara 2 dan 3, sedangkan jarum panjangnya menunjukkan angka 10.
Dari luar kamar aku mendengar suara mamak yang teriak-teriak membangunkan kakak.
Karena mata sudah terbuka,, setengah ngantuk aku bangun dari tempat tidur.
Tak terencanakan secara bersamaan kakak juga keluar dari kamar. Masih keadaan ngantuk aku mengambil air wudhu.
" cepetan dek " suruh kakak yang tepat berada di belakangku yang juga beberapa kali menguap.
Selesai sholat tahajud aku tidur di samping sofa sambil memainkan Handphone kakak karena tak bisa tidur lagi.
Di bawah sofa, masih menggunakan sarung dan baju koko kakak belajar untuk mempersiapkan ujian nasional yang di mulai hari ini. Kepalaku pas di belakang punggungnya beberapa kali aku mengintip kakak belajar.
" kakak ujian apa hari ini? "
" Bahasa Indonesia " jawab kakak lanjut belajar. Mamak keluar dari dapur dengan sebuah gelas susu dan jajan.
" Buat aku mana mak? "
" kamu kan ga bisa minum susu "
" ya udah sama-sama aja " jawab kakak tanpa melihatku,, tatapannya terus ke buku dan tangannya tetap memegang pulpen.
Sedang bermain game farm mania, Tiba-tiba notifikasi pesan chat masuk dari ahok teman kakak.
" kak ada chat dari kak ahok "
" apa dia bilang? " setelah kakak bilang begitu aku langsung membuka pesan chat yang dikirim kak ahok untuk kakak.
Di pesannya dia memberitahukan kunci jawaban dari setiap paket dengan 50 jawaban tapi ada beberapa no juga yang tak ada jawabannya.
" kak ini beneran kunci jawaban untuk ujian nanti? " tanyaku penasaran,, ku tunjukkan pesan chat yang masuk dengan memperlihatkan handphone ke kakak.
" nggak tahu" jawab kakak
" kakak gak salin kunci jawabannya "
" nggak " jawab kakak yang tatapannya terus saja ke bukunya.
" terus nanti gimana kalau nilai kakak lebih kecil dari temen-temen kakak? pasti temen-temen kakak yang lain juga pakai kunci jawaban! "
" ckck.. cerewet, itu jawaban gak tahu asalnya dari mana, ga jelas asalnya belum tentu benar juga..la..."
" kalau benar gimana? " tanyaku memotong omongan kakak
" ya sudah, menurut kakak benar tidaknya kunci jawaban itu ga penting buat kakak, yang penting kita sudah belajar kalau sudah belajar pasti bisa jawabnya, masalah nilainya lebih kecil atau besar dari teman yang lain berarti cuma sebatas itulah kemampuan kakak " ceramah kakak padaku yang kali ini bicara dengan menatapku.
__ADS_1
" ya sudah kamu diam deh, jangan ganggu" ucap kakak dengan pukulan yang mendarat ke dahiku, tak sakit tapi terasa. Akhirnya aku diam dan lanjut bermain farm mania.
" srettttt.. " terdengar suara pintu terbuka, ku lihat alif dengan setengah sadar adam dia berdiri di samping pintu, sambil mengucek ucek matanya ia melihat ke arahku.
" kenapa? " tanyaku,, tapi dia diam saja, lalu berjalan ke arahku,, dengan polosnya dia merebahkan tubuhnya ke sampingku sambil memelukku, mau tak mau kami berdua tidur berdesakan di atas sofa.
" takut dia tidur sendiri " ucap kak adam tertawa,, aku yang melihat tingkahnya juga ikut tertawa mengingat dia benar-benar penakut.
" pasti tadi dia nyariin kakak" balas ku.
" hoammmm " sambil garuk- garuk kepala alif membuka mata " bau susu " ucapnya
mendengarnya kakak dan aku tertawa lagi, nih anak benar-benar penciumannya gak bisa di bohongi.
" tuh susu punya kak adam " ucapku menunjuk ke arah segelas susu di atas meja. Alif berbalik arah dan menatap ke arah yang ku tunjukkan.
" kamu mau? " tanya kak adam.
" maulah " jawabnya yang kali ini dengan suara yang benar-benar sadar. Dia langsung bangkit dan tanpa basa basi meminum susu yang di buatkan mamak untuk kak adam.
" kenapa di habisin? " tanyaku kaget ketika melihat gelas yang tadi setengah penuh sekarang sudah kosong, karena aku belum sedikitpun meminumnya.
" daripada mubadzir " jawabnya kemudian tidur lagi kali ini menguasai penuh daerah tempat tidurku. ~
Mentari sudah mulai menunjukkan diri dengan malu-malu terlihat cahaya orange di balik dedaunan dan pepohonan. Aku duduk samping teras kakak sudah siap-siap untuk jalan
" wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh " jawabku. alif dan kak adam melesat tak terlihat lagi, aku menutup gerbang lagi, hendak menutup pintu ibu datang mencari mamak.
aku membukakan gerbang lagi agar motor ibu bisa masuk.
" masuk bu " anakku ke dalam, aku mempersilahkan ibu untuk duduk, ku panggilkan mamak yang masih di dapur.
" mak di cari ibu" ucapku pelan. tergesa-gesa mamak lalu menaruh cuciannya dan menyuruhku melanjutkannya.
Terbesit dalam pikiranku ada apa ya?
Jiwa ke ingin tahuan ku melonjak, selesai mencuci piring aku balik ke kamar karena aku tahu aku gak boleh ikut campur urusan orang tua.
Buka pintu kamarku, ibu memanggilku dan menyuruhku untuk duduk di sofa bergabung dengan emak-emak.
Terdengar sedih ibu berpesan padaku untuk tetap menemani gani.
" emang ibu mau kemana? " tanyaku.
Bapak yang baru selesai rapi-rapi hendak ke kantor ikut duduk.
" Saya minta tolong titip gani pak bu " ucapnya dengan nada sedih, air matanya bergelinang membasahi pipinya.
__ADS_1
" kamu emangnya mau kemana? " tanya bapak.
" hari ini saya mau balik ke kota kelahiran saya "
" gani gak ikut? " tanya mamak
" Gak, kan bentar lagi dia mau ujian "
Menceritakan maksud dan tujuannya kemari, ibu kemudian berpamitan pada kami untuk pergi. Sebelum ibu pergi aku memeluknya dan ikut menangis,, sedih rasanya membayangkan posisi gani saat ini.
" Hati-hati bu "
" yang akrab-akrab ya sama gani" pesan ibu
" ya " jawabku pelan tak bersemangat mengingat aku dan gani tak lagi bicara satu sama lain. ~
Pulang kakak dari sekolah aku menceritakan kedatangan ibu tadi pagi termasuk dengan tujuannya datang ke rumah, intinya aku menceritakan sedetail detailnya pada kakak.
" Gimana mau akrab, ngomong aja gak pernah "
" kalian berantem " aku hanya mengangguk dan menceritakan awal mulai tragedi perceraian persahabatan di antara kami.
" kamu sihhhh "
" tapi kan kak, itu kan karena adek khawatir sama dia " ucapku " lagipula kalau memang ga suka ga sampai ngomong gitu juga sampai bentak-bentak lagi" lanjut ku mengingat ketika dia membentak ku agar aku tak ikut campur dalam urusannya. mengingatnya lagi aku jadi kesal tapi di sisi lain aku juga sedih.
" mungkin dia cemburu " ucap kakak sambil ketawa geli.
" hiksss kakak ini ngomong apa sih" aku benar-benar kesal saat aku bercerita serius kakak malah ketawa ketiwi ga jelas.
" gani cemburu tuh " ucap kakak lagi sambil menahan tawa.
" cemburu kenapa? " tanyaku penasaran.
" kalian ini..hahahaha " ucap kakak yang lagi lagi ketawa.
" tahu ah..., kakak mau sholat dulu " ucap kakak mengakhiri obrolan kami, aku benar-benar bingung apa maksud dari perkataan kakak.
Karena sudah mau waktu sholat dzuhur aku juga ikut ke musholla bersama kak adam berjalan beriringan dengannya.
Di jalan aku berpapasan dengan teman- teman kakak yang lain akhirnya aku memisahkan diri dan berjalan lebih pelan di belakang kakak.
Tak ingin menguping pembicaraan mereka, tapi karena kupingku masih berfungsi jadi mau tak mau apa yang mereka bicarakan ikut terdengar. Mereka membicarakan tentang kunci jawaban ujian nasional, salah satu dari mereka bercerita kunci jawaban yang dia dapatkan, dia dapat dari hasil membeli dari salah satu temannya. Yang satunya lagi dengan bangganya bercerita kunci jawaban dia dapat dari gurunya.
Aku yang menguping sangat kaget, dalam benakku emang ada guru yang begitu ? Yang ku pikirkan adalah padahal yang ku tahu dari TV dan koran di informasikan bahwa kertas ujiannya di kawal oleh petugas keamanan yakni polisi dan masih tersegel, anehnya darimana kemudian datangnya kunci jawaban ini???
📝Orang-orang yang melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya adalah orang-orang yang tak percaya pada kemampuannya sendiri. Percayalah apapun yang ingin di capai tak bisa di dapatkan dengan cara yang instan, mie yang instanpun ada langkah-langkah cara memasaknya 😅
__ADS_1