Terlalu Cinta

Terlalu Cinta
4 # Alasan Di Balik PERSAINGAN


__ADS_3

🍁 Pelajaran Kewarganegaraan


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat siang, Semangat pagi" Salam laki-laki paruh baya itu dengan semangat.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat siang, Semangat pagi" jawab kami serentak. Namun sayang tak semua terlihat semangat paginya karena waktu sudah siang,, gak pagi lagi πŸ˜…


Setelah ucapan salam, pak guru memperkenalkan dirinya. Pak Zul namanya mengajar kewarganegaraan, usianya 27 tahun,,, Kulit putih dengan tinggi badan kurang lebih 175 cm.😁😁😁


Menyampaikan materi pelajaran, kami semua di bagi menjadi 2 kelompok untuk adu argumen pro dan kontra membahas tentang GAYUS TAMBUNAN.


Kami ber empat yang duduk dibarisan 1 dan 2 menjadi kelompok Kontra. Sedangkan barisan 3 dan 4 menjadi kelompok Pro. kelompok pro isinya putra, monik, dara, dan si raka.


Awal diskusipun di mulai dari kelompok kami. putri mengajukan pertanyaan pertama kali dan di balas putra sebagai kelompok pro. terus berlanjut saling sambung antara kelompok pro dan kontra,, awalnya yang hanya diskusi untuk bahan belajar menjadi perdebatan serius di antara kami. 😌


sampai-sampai, beberapa kali pak zul harus menenangkan kami untuk berhenti sejenak.


Tiba giliranku,, aku mulai mengeluarkan pendapatku dan kali ini yang menjawab pertanyaan ku adalah si raka. Entahlah mendengar pernyataan nya membuatku naik pitam terlebih teringat masalah lalu mengenai gambarku. Akupun balik membalas pernyataannya dengan pertanyaan, dia pun begitu membalik perkataanku kembali dengan pernyataan.


Dan jadilah perdebatan di antara kami berdua..,, Aku sampai tarik nafas menahan emosi di buatnya.


"Sudah.. sudah.. sudah" pak guru melerai kami.


fix aku gak suka dia ucapku dalam hati karena apa yang ku katakan selalu bisa ia kembalikan. 😠


Diskusi pun dilanjutkan, dan kali ini aku hanya menyimak. Tapi dia terus aja ikut melontarkan opininya. memaksakan kehendak ucapku dalam hati lagi sambil melirik nya.


Dan benar saja ia melirik kembali ke arahku, tapi aku langsung buang muka( bukan di buang kayak buang sampah ya 😁) karena sebal aja,, padahal dia gak salah sih,, tapi kan dia cowok masa dia gak mau kalah juga. πŸ˜‘


Tak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, akhirnya di tengah perdebatan sengit antara kelompok pro dan kontra harus terhenti waktu. Di akhiri dengan pesan kesan pak guru selesailah pelajaran pertama.


Pelajaran kedua adalah pelajaran kesukaannku MATEMATIKA ☺☺


Seorang ibu-ibu dengan busana yang menurutku sedikit heboh masuk ke kelas kami. beliau memperkenalkan dirinya Bu Hesti namanya usianya 48 tahun. Dengan gayanya yang nyentrik, membuatku tambah semangat dalam belajar.


Mulai menjelaskan, saat menulis di papan tulispun ia menulis dengan pelan-pelan, memegang spidol hanya dengan ibu jari dan telunjuk seolah olah memperlihatkan jari-jarinya yang dipenuhi aksesoris πŸ˜‚


" ibu kenapa nulisnya kayak gitu? sakit tangan ya bu? " tanya salah satu temanku, Rafael namanya.


"Sengaja ...., biar kalian lihat cincin ibu" sambil memperlihatkan jari-jarinya yang dipenuhi cincin. Sontak anak-anak ketawa mendengarnya.


Menurutku beliau orang yang asyikk, kupikir mungkin beliau sengaja biar kami semua tidak bosan belajar Matematika, karena sebagian orang ga suka belajar matematika. Katanya banyak angka bikin ribet, pusing lihatnya.


Padahal kalau lihat nominal yang banyak di uang pada seger semua. hihihi itu aku ya 😁😁😁


Usai mencatat, ibu memberikan kami tantangan, siapa yang cepat jawab di berikan keluar istirahat terlebih dahulu.


dengan Semangat berapi-api, aku cepat-cepat menyelesaikannya,,

__ADS_1


beberapa menit soal di tulis, putra sudah maju saja ke depan, di susul Belinda dan Dara. Jujur aku merasa iri, karena mereka lebih dulu dariku.


Kelas menjadi riuh, karena teman-teman saling dahulu mendahului karena ingin keluar istirahat lebih dulu.. Ada yang bertanya-tanya ini bagaimana caranya? ada juga yang sudah tahu caranya bilang sebentar-sebentar dulu. Kerasa sekali semua mau jadi yang pertama.


akupun selesai mengerjakannya,, mereka yang maju di suruh perbaiki ulang termasuk aku.


yang mana yang salah sih? , ucapku dalam hati melihat teman-teman yang lain yang silih berganti maju ke depan.


Dan lagi-lagi putra maju, merasa tersaingi akupun maju lagi. Dan alhasil kami berdualah yang lebih dulu jadi dari yang lain. karena perjanjian sejak awal kami berduapun dibolehkan untuk istirahat terlebih dahulu.


Namun kami berdua memilih diam di kelas dan membantu teman-teman yang masih kesulitan.


Sampai akhirnya isoma, aku turun berempat menuju kantin. Aku, dinda, iki dan putri.


Di belakangku ada dia juga di sana bersama teman yang lain, teman sekelasku tapi aku tak mengenalnya.


Ia menyapa kami tapi aku hanya diam saja. Berjalan bersamaan, sampai kantin aku menoleh ke belakang ternyata dia tidak mengikuti kami.


"kenapa? " tanya putri


"gak kenapa-napa" sambil geleng-geleng kepala.


"minum apa? " tanya iki


" air putih aja" jawab ku serentak dengan putri.


"putri nyalon aja"


" gak ah din"


" iki mana? " tanyaku pada dinda


" nih aku " jawab iki dari belakang membawakanku minuman.


" Terima kasih iki cantik" aku memasang senyum lebar untuknya.


Dari kejauhan aku melihat putra, dara, dan monik berjalan bertiga. Putra sangat unggul di matematika dan semua mata pelajaran. Sepertinya untuk mendapatkan peringkat 1 menjadi sangat sulit untukku.


Banyak sainganku yang lebih bisa dariku. Putri jago di semua pelajaran tapi kurang di sains. Dara dan putra kemungkinan jago semua bidang. Sedangkan aku hanya bisa di sains saja. Aku harus belajar lebih giat lagi ucapku dalam hati membulatkan tekad untuk belajar lebih keras lagi agar bisa menjadi yang pertama.


Aku tak mau sendiri lagi dan menjadi bahan bully. Yah aku ingat ketika aku masih SD karena tubuhku paling kecil dan belum bisa apa-apa, aku menjadi target bully beberapa teman laki-laki ku.


FLASH BACK


Aku baru duduk di bangku 1 sekolah dasar. Saat itu aku melihat seorang teman sekelasku di bully. Tak tega aku maju ke depan untuk membantunya. Alhasil karena sikap berani ku aku menjadi target mereka. Sedihnya anak yang ku bantu, saat melihatku di bully beberapa teman laki-laki ia hanya diam saja. padahal dia laki-laki seharusnya ia lebih berani.


Karena selalu di bully, tak ada anak perempuan yang berani mendekatiku.

__ADS_1


Tak jarang karena itu aku selalu menangis. Tapi karena takut mama dan ayah marah. Aku selalu bersikap tidak terjadi apa-apa jika sudah sampai rumah. Aku gak mau buat mama dan ayah khawatir karena ku. Karena saat itu mama dan ayah jarang di rumah harus bekerja, jadi aku dititip di rumah mbahku. ~


jika di tanya kenapa gak di lapor ke guru?


saat itu aku benar-benar minder, karena aku bertubuh kecil, kulit hitam dekil, tak bisa apa-apa tak jarang guru menegurku karena tidak bisa. aku hanya tinggal dengan mbahku. Aku tak punya keberanian.


FLASH BACK LAGI


Karena lelah, akhirnya aku belajar sangat giat agar mereka tak membully ku lagi dan akhirnya benar saat aku mulai dapat peringkat di kelas 3 SD,, aku punya banyak teman bermain, yang dulunya hanya sendiri.


Sayangnya semua itu aku bayar dengan harga mahal. Aku terkena penyakit hemoroid derajat 3 hal ini karena aku tak pernah mau lepas dari tempat duduk belajarku,, penyakit ini membuatku tak boleh makan apa-apa selain telur yang di bakar. Gak boleh makan pedas, Gak boleh makan yang berminyak, Gak boleh lari-lari terlalu sering. kurang lebih setengah tahun sampai akhirnya aku sembuh. ~


Sebenarnya kalau di ingat sedih juga lihat perjuangan orang tua kesana kemari mencari obat untukku agar bisa sembuh.


Punya teman yang banyak gak membuatku berhenti jadi target anak kelas lain. Setiap pelajaran olahraga, pertandingan kasti,, tak jarang saat giliranku aku menjadi bahan target mereka anak-anak yang memiliki tubuh lebih besar dariku dan wajah cantik dariku.


Punggungku selalu menjadi target empuk bagi mereka. aku merasakan saat bola dengan kerasnya mendarat di pundakku. Aku tahu kenapa aku menjadi target mereka karena sama seperti kelas 1 dulu. Karena keberanianku yang berani melawan mereka.


Teman-teman yang lain tak berani melawan, hanya bilang sabar saja. Terkadang aku kesal dengan mereka kenapa bilang gitu? Kenapa harus takut? kita hanya melindungi diri kita sendiri.


Kerap kali aku kesakitan sampai menangis tapi aku tahan. Saat tiba giliran mereka jaga , tak jarang juga aku membalas perbuatannya bukan dengan cara sengaja melemparkan bola keras ke punggung mereka seperti yang mereka lakukan padaku.


Tapi dengan cara,,saat tiba giliranku memukul bola, aku memukulnya dengan keras dan mencetak skor lebih tinggi dari mereka.


Tak ingin terulang lagi kejadian SD, aku lagi-lagi belajar lebih giat agar mendapatkan teman. Benar saja saat SMP aku punya banyak teman. Sayangnya terkadang aku berpikir yang mereka butuhkan bukan aku tapi jawabanku. Aku tetap saja merasa sendiri walaupun di kelilingi banyak teman. Sampai di mana aku mendengar sendiri perkataan temanku pada teman yang lain.


" wahh.. deket ya kamu sama kaila"


" yaiyalah kalau ndak gitu gak dapat jawaban"


aku yang hendak menuruni tangga saat itu diam sejenak mendengarkan apa yang di katakannya. Ia melihatku dan mungkin tahu aku mendengarnya. Dengan santai aku menuruni tangga pura-pura tak terjadi apa-apa.


Dalam hatiku semoga kamu kena batunya biar Allah yang balas 😑


Semenjak kejadian aku selalu punya perasaan was-was, apakah ia berteman denganku dengan tulus atau hanya butuh jawabanku saja. pikiran itu bahkan ku tujukan pada teman yang ku anggap selalu berada di dekatku.


Yah benar saja itu kejadian, saat aku tak memberikan jawaban mereka menghindariku. 😭😭😭 karena tak ingin kesepian aku mencoba pura-pura tak pernah terjadi apa-apa. Aku selalu memberi tanpa menerima. Yang kupikirkan saat itu adalah daripada ku sendiri. Selama aku tetap bisa dan menjadi pertama aku tak akan kesepian lagi.


"Cepetan makan, keburu ashar" tegur iki tiba-tiba membuat lamunanku buyar sekejap.


aku tidak ingin sendiri, aku ingin di akui, diperhatikan, aku hanya ingin berteman tanpa iming-iming apapun 😭 bisikku dalam hati,,tanpa sadar aku meneteskan air mata berharap semoga pertemananku saat ini benar-benar tulus. Aku melihat putri, dinda, dan iki secara bergiliran.


"ayo cepetan, tuh kan udah adzan" ucap iki.


"Tunggu dulu " Tahanku,,menahan tangan iki yang memegangku. Dan kali ini aku tak bisa apa-apa karena iki, dinda dan putri menarikku secara bersamaan.


" ah bakso ku.... " aku melirik bakso ku yang belum habis. Namun tetap saja mereka terus menarikku.

__ADS_1


Terima kasih ya Allah aku bahagia saat ini bersama teman-teman ku ini. Aku hanya perlu mengerti setiap orang memiliki alasannya sendiri di balik perbuatannya sama sepertiku yang saat ini.


__ADS_2