Terlalu Cinta

Terlalu Cinta
26 #Sweet Eighteen


__ADS_3

Mentari sore menembus melewati kaca jendela mengenai mataku yang sedang terlelap membuatku terbangun akan silaunya.


Terlebih karena suara kak adam yang sedari tadi terus memanggilku membuatku yang masih dalam keadaan mengantuk terbangun terpaksa


" kei... bangun dek..... " panggil kakak sambil menggedor pintu kamarku.


" hmmmmm " jawabku masih dalam keadaan setengah sadar. aku meraba sana sini mencari handphone di samping tempat tidur untuk melihat jam.


ketemu, aku menekan tombol power


" enam belas..." ucapku segera langsung bangun, aku melempar handphone ku kemudian mengambil handuk yang ku gantung di belakang pintu.


Ku buka pintu kakak sudah berdiri di sana dengan raut wajah marah


" maaf kak aku lupa " ucapku, aku lupa menjemput kakakku dari kampus, motor yang biasanya di pakai buat kuliah tiba-tiba gak bisa hidup.


" sana ambil motornya "


" ya kak, kei mandi sholat dulu " ucapku, langsung kabur dari tatapan tajam kakak.


Usai mandi dan sholat, aku bergegas pergi ke bengkel paman,, tak lupa sebelum pergi aku mengambil handphone ku.


Tekan power,, sebuah notifikasi pesan masuk tertera depan layar, tertulis nama Raka, buru-buru aku membukanya


Aku senyum-senyum sendiri di buatnya jika bisa di lihat mungkin sekarang bunga-bunga di kepalaku sudah tumbuh dengan mekar.


" Selamat Ulang Tahun "


" Ulang tahunku besok " balas ku mengingat sekarang baru tanggal 30 Agustus sedangkan tanggal lahirku 31 Agustus.


" Biar jadi yang pertama " balasnya lagi. Kali ini aku sambil Jingkrak-jingkrak di buatnya, pipiku terasa memanas.


" Terima kasih "


" ada yang mau tak kasih, tapi harganya tak seberapa"


" ga usah, di ucapin aja udah seneng " balas ku merasa tak enak hati, takutnya aku tak bisa membalas kebaikannya.


" Gak apa-apa "


" Terima kasih " balas ku lagi masih merasa tak enak.


" jangan lihat harganya ya !"


" ya....., hadiah bukan di lihat dari harganya tapi dari niatnya " balas ku, sebenarnya yang ku lihat orang yang ngasihnya juga ucapku hanya dalam batin 😁


" ya udah, besok waktu kita piket ya! " piket yang dimaksud adalah jadwal kami bersih-bersih kelas.


" ya 😊" balas ku mengakhiri obrolan kami.


***


Paginya di rumah,,


Aku sedari tadi duduk di sofa menunggu kakak yang belum selesai mandi.


" kakak cepetan mandinya "


" ya.. ya.. ni udah selesai, ini masih pagi sekali " sahut kakak masih dalam kamar mandi. Yah hari ini aku ingin berangkat ke sekolah lebih pagi dari biasanya. Mengingat obrolanku kemarin bersama raka membuatku penasaran dan terbayang terus apa kira-kira yang dia mau berikan padaku.


" masih jam 6 kurang dek " jawab kakak dengan handuk masih melekat di pinggangnya dan dada yang masih telanjang.


" adek piket hari ini jadi harus lebih pagi datengnya " alasanku, yah walaupun tak sepenuhnya aku berbohong karena memang hari ini aku piket tapi alasanku datang lebih pagi karena dia bilang akan kasih hadiah nanti waktu kita piket.


Berdebat dengan kakak tiba-tiba ada suara seseorang dari balik pintu memberi salam


" assalamu'alaikum " suara seseorang di balik pintu sambil mengetuk pintu.


" wa'alaikumsalam " jawabku segera membuka pintu,,, saat ku buka pintu ternyata dinda dan putri datang dengan sebuah kue bertuliskan HBD keila


" Siapa? " tanya mamaku,, aku hanya diam sejenak tak tahu mau berekspresi bagaimana saking senengnya aku malah menangis


" kenapa???? " tanya kakakku mendengar suara tangisanku .


kakakku keburu keluar dengan celana boxernya bertuliskan liverpool.


Aku yang awalnya menangis sontak ketawa ketika melihat putri dan dinda langsung memalingkan wajahnya dan kakak keburu masuk kamar kembali dan alif yang baru selesai mandi juga langsung ikut masuk kamar bersama kakak.


" Selamat ulang tahun ya sayang... " ucap dinda dan putri secara bersamaan,, sambil memelukku yang akhirnya kami bertiga saling berpelukan.


" Terima kasih " ucapku senyum dengan air mata bergelinang. ~


Berangkat ke sekolah, putri dan dinda seperti biasanya berboncengan dan aku seperti biasanya di antar kakak.


Sampai gerbang aku jalan sendiri.

__ADS_1


" ayo bonceng tiga " ajak dinda


" gak apa-apa kalian duluan aja "


" ya udah ntar tak tunggu depan parkiran ya "


" ya " balas ku senyum. Dinda dan putri duluan dengan sepeda motor ke tempat parkir. Aku jalan sendiri sambil senyum-senyum mengingat ucapan selamat ulang tahun raka padaku yang ingin jadi yang pertama mengucapkannya untukku.


Berjalan sendiri tiba-tiba raka dengan sepeda motornya melintas. Aku yang tahu itu hanya melihat punggungnya dari belakang. Aku tahu kalau di sekolah kami seperti biasa tak terlalu banyak mengobrol tapi entah kenapa aku kesal dengan sikap cueknya itu.


Aku menghela nafas " hmmmmm haaaaaaa " ingettt.. dia mungkin gak lihat kamu tadi πŸ˜‡ ucapku dalam batin.


Aku berjalan lagi di depan dinda dan putri sudah menunggu, aku berlari kecil menghampiri mereka.


" raka udah ngucapin belum? " tanya putri tiba-tiba sambil cengengesan


" agh...... " di berikan pertanyaan seperti itu dengan tiba-tiba aku hanya menganga tak bisa menjawab.


" udah pasti " sahut dinda tertawa melihat ekspresiku. Membuatku semakin malu ketika mengingat dia bahkan akan memeberikanku sebuah hadiah.


Sampai Kelas, aku diam sejenak melihat anak-anak yang sudah ramai padahal biasanya jam segini belum ada yang datang.


Aku melihat ke arah raka yang sudah mulai bersih-bersih. akupun segera menaruh tasku dan membantunya.


hmmmmm sepertinya gak akan jadi ucapku dalam hati.


Aku lanjut membersihkan kelas di lorong 2 dan teman yang lain membersihkan lorong-lorong yang lain, sebagian anak masih diam di kelas tak mau keluar kelas padahal putri sudah menyuruh untuk yang tidak piket ke luar kelas.


" nanti pulangnya ya! " ucap raka yang secara tiba-tiba ada di belakangku, sontak saja membuatku kaget.


" astagfirullah " ucapku sambil mengelus dadaku, rasanya jantungku copot untuk ke dua kalinya. Deg.. degan karena kaget dan deg.. deg.. an karena dia yang terlalu dekat denganku.


Melihatku yang kaget dia ketawa " maaf... maaf... " ucapnya yang kemudian menjauh dan aku hanya diam melongo. Setelah ia jauh baru aku tersenyum mengingat dia ketawa dengan lepasnya apalagi suara ketawa khasnya yang lucu buatku.


Kembali menyapu aku baru menyadari sebagian anak yang masih di kelas melihatku. aku langsung membungkam mulutku dan lanjut menyapu. ~


***


Jam ketiga pelajaran,,


" Untuk anak-anak yang sudah terpilih mewakili sekolah untuk mengikuti Olimpiade segera berkumpul di lab sains " terdengar suara himbauan dari loudspeaker.


Aku yang sedang mengobrol dengan teman- teman yang lain mau tak mau harus mengakhiri obrolan kami


" semangat ya.... " ucap putri dan dinda


Aku segera ke lab sains beberapa teman dari kelas yang lain sudah berkumpul. Sebenarnya hanya kami berdua isinya. Lia namanya anak kelas 12 B yang beberapa hari lalu kita mulai nyambung ngobrolnya.


Mengikuti pelatihan praktek sains untuk persiapan Olimpiade yang besok paginya kami sudah berangkat ke kota B.


Memakai baju lab aku dan lia memperhatikan pak guru yang mengulangi pelajaran kemarin.


" teettt... tettttt " suara bel pulang berbunyi. Aku yang juga mendengar mulai agak gelisah karena prakteknya belum kelar juga padahal aku sudah janjian dengan raka selesai pulang Sekolah.


" pak... bel " ucapku mengingatkan pak guru.


" ya kita lanjut lagi, nanti pulangnya agak sore " ucap pak guru


" kamu kenapa? " bisik lia yang melihat tingkahku yang tak tenang lihat sana sini.


" Gak kenapa- napa " balas ku, kemudian lanjut untuk fokus memperhatikan pak guru.


Tak terasa akhirnya kelas selesai


buru-buru aku menggantung baju lab dan segera berlari ke ruang kelas berharap raka masih menungguku.


" inget besok pagi "


" ya pak " ucapku langsung diam berhenti,, aku balik lagi ke pak guru untuk saliman


" buru-buru sekali, janjian?? "


" nggak pak, jemputan udah dateng " jawabku cepat dan lari kembali ke kelas.


"hmmmmmm" Lagi-lagi aku menghela nafas melihat sudah tak ada orang di kelas yang tersisa hanya tasku


Dengan berat hati aku mengambil tasku, aku berjalan lesu menuruni tangga.


jika dia memang berniat memberikanku hadiah dia pasti menungguku ucapku dalam hati.


Aku berjalan lebih cepat mengingat sudah hampir sore bapak pasti menjemputku.


Benar saja bapak sudah menungguku.


sampai di rumah bapak menyuruhku merapikan apa yang perlu di bawa besok.

__ADS_1


Habis sholat aku langsung menyiapkan barang-barang yang akan di bawa di bantu mamak.


" obat-obatannya udah di masukin belum? " tanya mamak


" jaketnya mana? di sana dingin " sahut mamak lagi.


" baju,,, baju kamu mau pakai yang mana? " tanya mamak lagi


Seperti biasanya mamak selalu heboh dan rempong padahal perginya cuma 1 minggu tapi bawaannya seperti berbulan- bulan.


" Gak usah banyak- banyak cuma seminggu " tegur bapak.


" ya mak gimana keila mau bawa semuanya " ucapku sedikit kesal melihat 2 koper yang sudah tersedia.


" terserah dah..." ucap mamak marah kemudian keluar sambil melempar baju yang sudah di rapikan.


" mamakmu ini " ucap bapak agak kesal.


Aku sedikit tak bersemangat untuk pergi mendengar mamak yang ngomel-ngomel dan raka yang tak jadi.


Aku menutup pintu kamar setelah bapak juga pergi


" haaaa...... " aku melepas bajuku yang baru setengah ku rapikan, ku lemparkan tubuhku di atas kasur berhenti sejenak untuk berpikir, menangkan hati.


Mataku tertuju pada jam dinding jam 5 sore,


" aku harus selesaikan semua " ucapku kemudian bangkit lagi.


" kei.... di cari temen-temenmu " panggil mamak dari luar dengan nada masih marah. Aku mengambil jilbab ku di balik pintu kemudian keluar rumah.


Ternyata di depan ada iki, Kristin, dara dan monik dengan mbawa sebuah kue sambil menyanyi lagu selamat ulang tahun untukku.


" Terima kasih " ucapku sambil menitikan air mata, mengingat aku merasa hari ini hari yang kurang beruntung untukku tapi ternyata tidak. Aku memeluk mereke ber empat.


" Terima kasih semuanya " ucapku senang kemudian melepaskan pelukanku


" tadi aku udah ajak raka, tapi dia tak bisa " ucap Kristin.


" oh... ya " jawabku senyum tipis sayang sekali .


Kristin kemudian memanggil mamak ku , mau tak mau mamak yang tadi marah padaku sedikit tersenyum ketika ku suapi potongan kue pertama.


Setelah mereka pulang, aku lanjut merapikan bawaanku,, Tiba-tiba saja mamak datang dan langsung membantuku merapikan.


" kamu rapiin buku yang mau di bawa aja sana " perintah mama


" ya " jawabku senang sambil tersenyum.


Membuka tas, aku menemukan sebuah buku yang ku rasa itu bukan bukuku. Bingung aku bertanya pada mamak


" mamak ini buku siapa? "


" mana mamak tahu, itu tasmu " jawab mamak ketus.


" Buku siapa ya???? " aku mengambil handphone ku untuk bertanya mungkin ada teman yang sengaja atau ada orang yang sengaja menyembunyikan bukunya di tas ku.


kalau kakak gak mungkin karena tadi terakhir jam ketiga ga ada nih buku, kalau sengaja di sembunyikan tapi masih baru???? tanyaku dalam hati.


" Daripada pusing " ucapku kemudian menyalakan handphone ku, ada 3 pesan notifikasi dan 3 panggilan tak terjawab.


3 panggilan tak terjawab ternyata dari bapak . Buka pesan, ada pesan dari iki yang mengatakan akan ke rumah.


satu pesan dari kakak


" **kamu mau apa? "


" boneka yang besar biar bisa di peluk**" balasku.


Satu lagi dari no yang tak ku kenal


" kamu suka hadiahnya? " pikiranku sudah kemana mana melihat buku komik yang ku pegang sekarang, siapa? mencoba memikirkan kemungkinan orangnya. dadaku berdetak kencang ada rasa takut,, siapa sebenarnya orang yang memberikanku buku ini


"siapa? "


" ini aku raka, aku ganti no di save ya " aku sedikit lega setelah tahu ternyata dari raka.


" hmmmm ya sukaaa ☺" balasku, senyum-senyum sepertinya jantungku lagi-lagi ingin loncat. Tak kuasa menahan rasa senang aku sampai mencium cium bukunya.


" kamu kenapa? " tanya mamak.


" Gak ada " jawabku kaget, aku lupa masih ada mamak. aku buru- buru melepaskan bukunya dan lanjut merapikan bukuku,, dengan mata masih tertuju pada handphone.


Mendengar ringtone HP aku langsung membuka handphone


" **syukurlah kalau kamu suka, Ganbatte "

__ADS_1


" ya, terima kasih** " balasku cepat.


πŸ“Di hari ulang tahunku yang ke 18 menjadi hari ulang tahun teristimewa untukku mendapatkan beberapa kejutan dari keluarga dan teman-teman dan bahkan dari orang yang kusuka. Hal yang membuatku bahagia bukan dari nilai nominal sebuah hadiah tapi dari niat yang ia tujukan padaku yang berarti ada aku di hatinya. 😍


__ADS_2