
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, bapak belum juga pulang dari sekolah mengambil hasil kelulusan. Aku, kakak dan mamak duduk di sofa sambil menonton TV.
Asyik menonton kartun yang biasanya di tayangkan saat liburan, mamak ngomel-ngomel karena volume suara TV yang besar,, trusss suara HP kakak yang sedang main game juga terdengar besar. Jadi gak fokus dengerin suara bapak yang di sebrang sana.
" kecilin suaranya mamak gak denger apa kata bapakmu "
" kenapa lama sekali ? " ucap mamak mengobrol dengan bapak. Terlihat jelas dari raut wajah mamak, mamak bener-bener kepikiran dengan hasil ujian kakak. Sedari tadi mamak ngomong ini itu, ngomel ga jelas,, berdo'a semoga kakak lulus.
Sedangkan yang di do'akan sama sekali tidak terlihat khawatir, tegang dan sebagainya malah sebaliknya kakak terlihat santai dan tenang main game.
Tiba-tiba berdiri, kakak meminta ijin ke mamak
" mak adam ijin keluar sebentar "
" kamu mau kemana? " tanyak mamak curiga, Karena hari ini hari kelulusan, kemungkinan besar anak-anak SMA kelas 3 merayakan hari kelulusan mereka dengan berkompoi, coret-coret baju. Padahal menurutku lebih baik bajunya di sumbangkan daripada di coret-coret.
" kakak mau ikut kompoi ya? " ejek ku.
" ck... nggak mak, adam mau top up game di sini, bentar kok mak " cepat-cepat klarifikasi.
" aku ikut " mengajukan diri dengan senang hati sebagai pengawas kakak. Senyum-senyum manja ke mamak akhirnya mamak memberikan ijin.
Di ijinkan keluar ternyata mamak juga nitip di belikan keperluan dapur seperti minyak goreng, gula dan sebagainya.
" kenapa kamu ikut? "
" kalau adek gak ikut pasti mamak gak ngizinin kakak keluar"
" agh... akalmu itu,,pasti minta di beliin yupi kan?? kakak lagi gak ada uang ya dek!!"
" hmmmm... nih uangku" ucapku mengeluarkan beberapa lembar uang di dalam saku celanaku.Yah..., mungkin karena kebiasaan ku ketika di ajak pergi kakak ke supermarket aku selalu minta di belikan yupi baby bears sebagai upah ku. Pantas saja kakak kalau ke supermarket gak pernah ngajak-ngajak aku lagi.
Kakak dan aku kemudian pergi ke supermarket yang lumayan jauh letaknya dari rumah. Setelah berbelanja keperluan mamak, kakak dan aku pastinya π, kami langsung pulang. Di tengah jalan kami melihat beberapa anak-anak SMA berkendara berpasang-pasangan dengan seragam corat coret warna warni, banyak tulisan pulpennya, rambut yang warna warni seperti pelangi.
Mereka kebut-kebutan melewati kami. Melihat ada anak perempuan yang juga ikut berkompoi sambil teriak-teriak aku merasa kok bisa ya...??π
" kok gitu ya ? π, roknya pendek lagi" komentar ku ketika melihat anak gadis yang ikut kompoi dengan rok pendek melewati kami.
" hust.. gak boleh gitu"
" daripada di coret-coret bajunya lebih baik di sumbangin " komentar ku lagi tapi kakak kali ini hanya diam mendengarkan tak berkomentar. Lampu lalu lintas terlihat orange, aku menyuruh kakak untuk pelan-pelan saja jangan menyalip lampu lalu lalu lintas.
Entah dari mana datangnya pasangan cewek- cewek dengan seragam SMA penuh coretan, melaju dengan cepatnya dari belakang melewati kami mengejar lampu orange, namun sayang tidak lama lampu lalu lintas berubah jadi merah.
Mereka pun mengerem mendadak hal itu terdengar jelas di telingaku suara gesekan antara ban motornya dengan aspal. Tak bisa menyeimbangkan diri, motornya lenggak lenggok ke kiri ke kanan yang akhirnya jatuh membuat mereka terseret jauh melewati batas lampu lalu lintas.
Melihatnya aku benar-benar kaget, Buru-buru kakak menghampiri mereka.
Tak banyak motor yang melintasi jalan diam di tengah untuk membantu dan tak banyak pula mereka-mereka yang lewat begitu saja saat melihat kejadiannya.
Kakak menepi di pinggir jalan,
" tunggu di sini " pesan kakak.
Aku hanya mengangguk masih kaget kepalaku belum sepenuhnya berjalan normal. Kakak sudah jauh dariku menghampiri tempat kejadian.
Ingin tahu, aku menaruh barangku dan menyusul kakak. Melihatnya, kakiku gemeteran padahal yang kulihat cuma helmnya yang sudah penyok pecah. Ku lihat aliran darahnya yang terlihat mengental. Aku menyusup ke depan untuk melihat lebih jelas.
__ADS_1
" ayo.. tolong.. tolong.. " terdengar riuh menyuruh satu sama lain untuk menolongnya tapi tak banyak dari mereka yang hanya diam tidak melakukan apa-apa hanya diam menonton.
Aku tak berani menyalahkan aku yang melihatnya juga takut, sepertinya kepalanya pecah karena banyak darah yang keluar dari kepalanya.
Dan satunya lagi terlihat masih sadar, dia menangis melihat temannya , tapi dia juga terlihat pucat,, darah keluar dari kepala kirinya.
Aku mencari-cari kakakku, ternyata dia ada di samping perempuan yang tak sadarkan diri itu, dia mengangkatnya dan kepalanya yang berdarah di sandarkan ke bahunya.
Takut aku pelan-pelan mundur ke belakang, samar-samar aku mendengar beberapa orang yang mengumpat dan mensyukuri.
Mendengarnya aku langsung menoleh ke sumber suara, seorang ibu-ibu gemuk memakai pakaian mewah
" ini dah ini, siapa suruh kebut-kebutan "
" ya...ckk..dia ngebut dari sana , subhanallah...." di susul yang lain juga.
Tak lama ada mobil pick up yang lewat, bapak-bapak yang di sana mencoba menghentikannya. Syukurnya si bapak mau berhenti, setelah berhenti pick up nya malah tak ada yang berani mengangkat , akhirnya si pemilik mobil turun dan membantu kakak mengangkat mereka.
Kakak ikut naik ke atas, aku melihat kakakku dan bertanya dengan bahasa isyarat bagaimana denganku?
Hendak jalan kakak meminta tolong untuk berhenti sebentar
" tunggu sebentar pak "
" kei...." buru-buru aku menghampiri kakak yang memanggilku, memberikanku kunci motor kakak menyuruhku mengikutinya dengan pelan -pelan dari belakang.
Akupun langsung menyetujuinya padahal aku sendiri masih kaget dan takut untuk membawa motor.
Dari belakang aku pelan-pelan mengikuti mobil pick up, sampai di depan puskesmas beberapa perawat keluar dan membantu memindahkan perempuan yang tak sadarkan diri yang bersandar di bahu kakak. Di angkat,, di pindahkan ke tempat tidur dorong,, Kakak ikut turun.
Temannya yang satu masih nangis gemeteran tak mau turun
" gak ada gunanya kamu nangis " ucap kakak dengan nada datar,, bukan hanya aku, si bapak pemilik pick up juga kaget mendengar kata -kata yang keluar dari mulut kakak.
" ka...ka.....k" panggilku pelan-pelan mencubit punggungnya.
Si perempuan yang tadinya nangis langsung diam, terlihat dari raut wajahnya ada kecewa .
" ayo cepetan turun, bapaknya juga lagi sibuk" ucap kakakku lagi-lagi seperti gak berperasaan. Tapi yang benar saja si perempuan itu kemudian langsung berdiri,, kakiknya gemeteran, ia melangkah pelan, hendak turun dia malah oleng,, buru-buru kakak membantunya dan memapahnya.
Dalam keadaan seperti itu aku malah senyum sendiri melihat kakak yang tadi gak berperasaan kata-katanya tapi perilakunya malah sebaliknya, aku merasa seperti menonton drama.
" Nak bapak balik duluan ya, masih ada barang yang mau di antarkan takutnya bosnya marah-marah " ucap si bapak
" nggeh pak, Terima kasih " balas ku, kemudian berlari mengejar kakak ke dalam puskesmas. Dari belakang berjalan pelan aku mengikuti kakak yang sedang memapah perempuan itu. Sampai ruangan UGD, seorang perawat menghampiri kami. Kami menunggu di luar.
" kak coba telpon mamak " suruh ku, takutnya mamak khawatir karena sampai sekarang kami belum pulang.
Mengeluarkan handphone kakak melihat berberapa panggilan masuk dari bapak dan mamak. Melihatnya kakak balik telpon ke mamak dan bapak, aku dengar dari suaranya mamak sempat kaget dipikrnya kami berdua yang kecelakaan setelah di jelaskan akhirnya mamak berhenti ngomel-ngomel. Ingin menyusul kami tapi kakak menolak .
" tunggu di sini " ucap kakak, kemudian masuk ke dalam ruangan lagu. Beberapa menit kemudian kakak keluar.
" ngapain kak? " tanyaku
" kakak telpon orang tuanya"
" sudah? "
__ADS_1
" ya,,, tunggu orang tuanya dateng terus kita pulang " beritahu kakak.
Bolak balik melihat handphone untuk melihat jam , orang tua mereka belum juga datang.
" hoammmmm,, lama ya kak.... " ucapku sambil menguap.
" tunggu bentar" panjang umur, dari pintu masuk kami melihat beberapa orang bapak-bapak, ibu-ibu, dan orang dewasa lainnya datang terburu- buru langsung bertanya di depan loket.
" kak sepertinya itu orang tuanya "
kakak kemudian menghampiri mereka aku masih stay di tempat duduk ku. Melihat kakak berbicara dengan mereka dari cara bicaranya dan ketika menyalami kakak sepertinya betul itu orang tuanya.
" ayo kita pulang " ajak kakak. Aku berdiri dan berjalan berdampingan dengan kakak
" itu orang tuanya kak? "
" ya "
Berjalan pulang belum ke luar ruangan, kami mendengar suara tangisan histeris,, suara tangisan ibu-ibu, aku menoleh ke belakang,, pikiranku sudah kemana-mana perasaanku mulai tak enak. aku menarik kakak untuk diam sejenak.
Melihat ruangan UGD beberapa orang ke luar dan bicara,, menyimak ,, aku mendengar
" kasihan baru lulus" salah satu perawat yang baru keluar dari ruangan.
" padahal hari kelulusannya " sambung rekan yang di sampingnya
" kenapa di dalam? " tanya seorang perawat satunya lagi yang bertugas di administrasi
" meninggal "
" anak SMA yang tadi masuk? "
" ya.. " jawab rekannya.
" ayokkk pulang " kakak menarik tanganku. padahal aku belum selesai mendengarkan.
aku mengikuti kakak berjalan pulang
" kak...... "
" mmmm... "
" meninggal dia "
" mau bagaimana lagi" jawab kakak, seolah kakak tahu kejadiannya pasti akan begini.
Teringat tadi kakak menopang salah satu perempuan yang tak sadar itu, aku buru-buru melihat baju kakak,,
" Banyak darah di baju kakak " tunjuk ku di bagian bahu kakak. Melihat darah di baju aku merasa ngeri
" ih.... "
" nanti kakak cuci"
saat aku membahas darah tangan kakak terasa gemeteran. Ingin bertanya kepada kakak apakah dia baik-baik saja? tapi melihat wajah kakak yang serius, aku beranggapan mungkin lebih baik aku diam, pasti kakak juga syok.
π*Memang kematian itu selalu datang tak di jemput,, Tapi apa salahnya jika kita tetap menghindari hal-hal yang membawa kita pada kematian.PATUHI PERATURAN KEMANAN,, Hal itu di larang semata-mata demi kebaikan bukan mengekang. Dan jangan lupa gunakan HELM ketika berkendara. Satu lagi...., ekspresikan rasa senangmu dengan syukur dan lakukan hal-hal baik bukan membahayakan untukmu maupun orang lain.
__ADS_1
ππ*