Terlalu Cinta

Terlalu Cinta
HADIAH


__ADS_3

Paginya aku tak lupa membawa bola kaca yang akan ku berikan pada Raka. Jalan sendiri menuju kelas aku bertemu seseorang yang rasanya ku kenal di tangga,


Melihatnya menaiki tangga dengan membawa boneka besar. Aku memanggilnya


" Dara???? ", panggilku memastikan kalau itu benar-benar Dara.


" ah... ya... " jawabnya sambil menoleh ke belakang. Tahu itu dara aku mempercepat langkahku menaiki tangga untuk menghampirinya.


" Mau bawa kemana? " tanyaku penasaran melihat boneka beruang berwarna merah muda yang di bawanya.


" ini buat kamu!!! " terangnya.


" aku...????? " tanyaku memastikan sampai menunjuk diriku karena tak menyangka sama sekali.


" nih... " ucapnya langsung memberikan padaku " ah... berat " keluh nya sambil mengibaskan kedua tangannya.


" Terima kasih, maaf. " ucapku dengan nada biasa, bukannya tak senang hanya saja masih tak menyangka di berikan boneka besar oleh Dara.


" apa gak mahal Dar...?? " tanyaku, takutnya waktu dia ulang tahun nanti aku tak bisa membalasnya.


" nggak...!!! " jawabnya singkat.


" Terima kasih ya.. "


" ya... ya... "


Kali ini aku senyum senang sambil memeluk boneka beruangnya, bolak sana bolak sini aku merasa pernah melihat boneka ini. Aku teringat boneka beruang yang ada di Kota B waktu itu. Sama persis dalam benakku.


Aku melihat Dara sambil memikirkan alasan kenapa Dara bisa membelikan ku boneka yang ingin aku beli waktu di Kota B. Semakin kupikirkan semakin ku tak bisa berpikir. Terserah dah....


" Kenapa??? " tanya Dara tahu aku memperhatikannya.


" Gak ada, Terima kasih ya sayangkuh... " ucapku lagi sambil tersenyum senang.


Menuju kelas, tak banyak orang melihatku karena boneka ini banyak mencuri perhatian beberapa orang.


" ihhh.... mau... "


" bagus.. ya.. " aku mendengar beberapa anak-anak yang melihat mengatakan seperti itu.


Sampai Kelas, teman yang lain juga pada ribut.


" Besar sekali bonekanya!!!"

__ADS_1


" ya " jawabku.


" Coba lihat kei...!!!!" Rika maju ke depan langsung mengambil bonekanya dariku.


" Dari siapa? " tanya putri.


" Dara " jawabku langsung. Saat anak-anak pada bertanya perhatianku tertuju ke kursi belakang.


Ada Raka di sana,, Syukurlah ucapku dalam hati.


" Kei.... kei.... " panggil Rika


" ah... ya " jawabku menghadapnya.


" ini " Rika mengembalikan bonekaku. Dara yang memberikanku terlihat biasa saja wajahnya masam tak terlihat senang. apa cuma pikiranku saja? pikirku. ~


Saat istirahat anak-anak yang tak tahu itu dari Dara mengira boneka yang ku dapat dari pacarku


" bukan.... " jawabku cepat takut jika Raka salah paham, tapi saat aku melihat Raka dia sepertinya biasa saja. Tak ada raut wajah cemburu.


Aku duduk kembali dan tak menanggapi ucapan anak-anak yang lain yang mengatakan hadiahnya dari pacarku. Namun hatiku berkata lain saat mengetahui reaksi raka yang biasa saja


Seharusnya kamu bersyukur itu tandanya dia percaya sama kamu πŸ˜‡


positif thinking πŸ˜‡


kamu hanya melarikan diri dari kenyataan 😈


"ha........a....... " aku menghela nafas. memikirkan perdebatan 2 sisi dariku. Aku menaruh kepalaku di atas meja sembunyi di balik lipatan tanganku.


Melihat ke kolong meja, aku melihat bola kacanya sambil memikirkan bagaimana caranya aku memberikannya.


Yang tadinya semangat malah jadi tak bersemangat.


***


" teettt.... teeettt.... " Bel pulang berbunyi, aku sengaja pelan-pelan merapikan bukuku agar anak-anak yang lain pada pulang.


" ayokkk Kei!! " ajak dinda


" kalian duluan aja! " balas ku.


" ya udah kita duluan ya " jawab dinda lagi kemudian pergi, sebelum pergi Putri melihatku dengan tatapan menyelidiki aku langsung menunduk agar tak tahu.

__ADS_1


Syukurnya aku kemarin sudah mengirim pesan ke Raka agar menungguku saat pulang sekolah karena ada yang ingin ku berikan. Sudah sepi aku langsung memberikan bola kacangan yang sudah ku masukkan dalam tas kecil.


" ini " ucapku malu-malu kemudian langsung pergi meninggalkan dia, lupa....aku kembali lagi mengambil boneka ku kemudian lari ke luar. Ke luar kelas aku menarik nafas panjang dan membuangnya. Jantungku rasanya ingin meledak. Sambil membawa boneka Aku memegang dadaku dan menepuk nepuk nya agar berdetak normal.


" Terima kasih " ucap Raka yang tiba-tiba sudah ada di sampingku. Kaget... jantungku yang mulai normal kembali berdetak kencang.


" ah.... kaget aku " keluhku.


" Butuh bantuan " tawarnya saat melihatku kesusahan membawa boneka beruang yang besarnya lebih besar dari tubuhku.


" nggak usah " jawabku cepat.


" Oh... ya ini dari Dara " jelasku agar dia tak salah paham padaku.


" Sudah tahu " jawabnya senyum.


" Raka..... " terdengar suara seseorang yang tak asing, yah itu suara Ahmad. Raka kemudian mencari sumber suaranya, Ahmad memanggil Raka dari bawah kelas.


" Kei.. aku duluan ya? " ucapnya kemudian meninggalkanku sendiri.


Berjalan sendir saat berbelok kelas, aku benar-benar kaget saat melihat putri dan dinda yang ada di balik tembok. Boneka yang ku bawa sampai jatuh ke lantai saking terkejutnya.


Aku merasa kepergok berbuat salah lagi.


" Kamu ini... " omel Putri, ia mengambilkan boneka ku yang jatuh dan mengembalikannya padaku.


Merasa bersalah aku gak berani menatap mereka berdua.


" Jangan pasang muka sedih " ucap Putri


" hahahaha... Hadiah spesial untuk orang spesial " sahut dinda.


" maaf... " jawabku memasang muka sedih.


" ya gak apa-apa lain kali cerita-cerita caranya " jawab Putri langsung senyum.


" Tadi kasih apa " selidik dinda


" Bola kaca " jawabku pelan.


" Oh.... so sweet " ucap Dinda dan Putri serempak dengan gaya kiyuttnya.


πŸ“Aku menunggu hari di mana kamu akan cemburu padaku. Haruskah untuk itu aku membuat rencana agar kamu cemburu padaku???

__ADS_1


__ADS_2