Terlalu Cinta

Terlalu Cinta
21 # Dari Hal yang Sepele


__ADS_3

๐ŸŒบ Ujian Akhir semester telah usai, tak terasa waktu berjalan dengan cepatnya,, sekarang aku udah mau naik ke kelas sebelas saja. Dan untuk kakak, tinggal menunggu pengumuman kelulusan.


Sedari tadi aku dan kakak sudah siap-siap memakai baju olahraga untuk mengikuti perlombaan yang di selenggarakan di sekolah.


Hari ini karena aku akan ada lomba bulu tangkis aku membawa raket andalanku di punggungku.


Menunggu terlalu lama, kakak menyuruku memanggil alif yang masih di dalam


" ayok dek cepetan " panggil ku pada alif yang masih sarapan dalam rumah.


" ya.. ya " jawabnya dengan makanan yang masih penuh di mulut.


Sudah lengkap bertiga, kami langsung melaju ke sekolah SD alif kemudian ke sekolah aku dan kak adam ๐Ÿ˜Š.


Di parkiran aku bertemu raka, Raka berjalan sangat lambat seperti menungguku untuk jalan sama-sama.


" semoga menang " ucapnya pertama kali saat bertemu denganku.


" ya, Terima kasih " jawabku malu-malu dengan senyum bahagia. ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† senang sekali rasanya di semangatin sama seseorang yang kita suka.


Kami berjalan bersama-sama ke lapangan, di belakang ada kakak yang masih mengawasi ku.


Kumpul di lapangan, sebagai penyambutan kepala sekolah memberikan beberapa patah kata untuk menyemangati kami dan memberikan beberapa nasihat lainnya.


Hari pertama,, beberapa lomba dilakukan secara bersamaan. Kami sekelas berpisah untuk mengikuti lomba yang lainnya dan untuk teman-teman yang lain yang tidak mengikuti lomba bertugas sebagai sporter.


Mengambil no undian dalam pertandingan bulu tangkis. Sedari tadi kami yang berdoa untuk mendapatkan no tengah-tengah tapi ternyata malah dapat no 1. Dinda yang mengambil no. undian dan membukanya hanya menghela nafas panjang.


Dengan jantung yang berdegup kencang dug.. dug.. dug.. aku maju ke lapangan bulu tangkis bersama dinda, dinda di samping kiri dan aku samping kanan.


Menunggu lawan, aku dan dinda kaget ketika melihat lawan kami yang lebih tinggi dari kami berdua.


Aku dan dinda saling tatap cengengesan seperti saling bertanya beneran nih?. Sebelum mulai wasit memberikan informasi mengenai peraturan permainan. Samping kiri aku melihat Raka yang tersenyum padaku seolah mengatakan semangat.. semangat.. dengan siku yang dilipat dan gepalan tangannya yang turun naik depan dada. Aku yang melihatnya hanya mengangguk.


Mulai pertandingan pertama, aku dan dinda kewalahan,, sesekali raket kami saling bertemu dan menimbulkan suara keras. Babak pertama kami kalah.


Aku dan dinda benar-benar putus asa.


" hemmm kalah " ucap dinda


" nggak apa-apa masih ada babak kedua" ucapku menyemangati dinda, padahal aku sendiri juga merasa putus asa. istirahat sebentar Raka dan putri menghampiri kami.


" nggak apa-apa, nanti pasti menang " ucap raka


" ya, ayo semangat..... " sahut putri.


Babak 2 dimulai, aku dan dinda bermain seperti biasanya, dari sisi lawan aku mulai memperhatikan pergerakan mereka yang terlihat mulai lemah,, tubuh besar mereka mungkin membuat mereka cepat lelah, keuntungan bagi kami berdua yang bertubuh kecil jadi kecepatan kami lebih lincah dari mereka. Babak kedua kami menang,, Aku dan dinda sampai teriak-teriak berpelukan gak nyangka. Rasanya seperti bermain di asean games.

__ADS_1


Babak ketiga suasana menjadi semakin tegang, beberapa kali mereka memprotes karena bola yang keluar di anggapnya masuk, aku dan dinda hanya diam karena semuanya adalah keputusan wasit. Wasit yang memutuskan bola keluar membuat poin kami bertambah tapi mereka tak terima. aku dan dinda diam saja tapi para sporter kami pada ribut. Semakin emosi, mereka menjadi tak fokus dan lagi-lagi itu keuntungan buat kami berdua untuk menang.


Yah akhirnya bulu tangkis pasangan ganda putri dimenangkan oleh kami dan kami sudah bisa langsung lolos ke semifinal . Saking senangnya aku hampir saja kelepasan memegang tangannya . Sadar akan hal itu aku langsung diam tidak jadi memegang tangannya, anehnya dia juga diam mungkin sadar juga. Saling sadar kami hanya bisa saling senyum .


Selesai bermain bulu tangkis aku lanjut ke tempat lomba catur, aku adalah satu-satunya perwakilan dari kelasku untuk lomba catur putri. Sendiri tak ada yang menemani aku duduk di tempatku karena giliranku bermain. Di kelasku aku adalah satu-satunya perempuan yang bisa main catur. Di mulai dengan dia gadis berwajah pucat, dia memajukan pionnya.


Berpikir beberapa strategi, aku juga memajukan pionku.


" Bagus " aku mendengar suaranya, aku langsung menoleh ke sisi kananku dia ada di sampingku lagi-lagi memberiku semangat di saat teman-teman yang lain melihat pertandingan tarik tambang putri yang lebih menarik.


Bisa di hitung anak-anak yang tertarik akan catur itu terbukti dari banyaknya penonton yang bisa dihitung jari. Saat si anak tadi sudah memajukan kudanya dan saat ada celah aku hendak ingin memakan perdananya dia malah balik ke tempat asal padahal itu ga boleh. Karena dia sudah meletakkan nya tapi jurinya bilang gak apa-apa. Aku diam saja yah gak apa-apa tapi saat aku melakukan yang sama dengan gadis itu. aku malah tidak diperbolehkan, dasarnya aku , aku hanya diam saja tak bisa membela diri tapi raka yang malah ngoceh-ngoceh untukku. Aku yang kesal jadi gak kesal lagi malah ketawa melihat dia ke aslinya yang seperti dulu. Dia kalau marah lucu...caranya ngomel itu yang buatnya lucu.


Maju sana maju sini aku kalah, kecewa sekali rasanya tapi raka terus mendukung ku


" gak apa-apa kei " ucapnya


" curang itu " dia lanjut ngomel lagi. Aku tertawa melihatnya


" kenapa ketawa? "


" lucu"


" apa? "


" gak ada, yuk lihat lomba tarik tambang " ajakku mengalihkan pembicaraan kami. Aku berjalan lebih dulu meninggalkan dia yang tampak masih bertanya-tanya๐Ÿค” dengan apa yang ku katakan tadi.


" udah lombanya? " tanyaku


" kita menang" jawab dinda senang.


" alhamdulillah "


Giliran anak-anak cowok, Raka berada di paling tengah. di sisi lawan anak-anak cowoknya terlihat tegap besar dan kuat. Di tim kami cowok-cowoknya banyak yang kecil, yang besar ada tapi pada lesu semua. Benar saja seperti yang aku bayangkan sekali tarik tim cowok dari kelas kami langsung terseret sampai ada yang tersungkur ke tanah.


Babak kedua kali ini anak-anak cowok kelas kami bisa bertahan agak lama tapi akhirnya kalah juga. Aku khawatir melihat raka yang hampir tersungkur tapi alhamdulillah nya gak jadi. Ia melihat kedua tangannya aku yang memperhatikan nya dari kejauhan melihat tangannya memerah. Ingin rasanya aku menggenggam tangannya. Tapi aku hanya bisa melihat tanpa bisa berbuat apa-apa.


Rika yang juga menjadi sporter menghampiri raka. Aku yang melihat dari kejauhan hanya bisa memperhatikan, entah apa yang dibicarakan, mereka terlihat saling tertawa.


Mereka berdua berjalan ke arahku bergabung bersama teman-teman yang lain. Berbalik ke kelas juri memanggil nama kelas kami lagi untuk semifinal putri lomba tarik tambang


" kelas 10 D "


" lagi???" tanyaku pada putri dan dinda.


" ayok... " ajak yang lain


Anak-anak cewek yang lain sudah berbaris kurang satu dari tim kami aku hendak ingin maju tapi raka mencegahku

__ADS_1


" jangan ikut, kamu kecil sekali tarik langsung jatuh " mendengar komentarnya aku sedikit kesel menilai fisik ku yang kecil


" kecil.. kecil.. gini aku kuat " balas ku.


" jangan ikut " ucapnya kali ini serius dan malah menyuruh Rika untuk ikut.


" gak ah tanganku nanti merah " jawab Rika


" kamu badanmu besar " ucap raka lagi tapi Rika tetap gak mau. Aku tetap maju karena aku merasa tak setia kawan, tangan merah??? gimana dengan dinda, putri dan iki pasti dia juga tangannya merah.


Aku maju walaupun raka sudah menyuruhku untuk tidak ikut.


Benar-benar bukan hanya laki-laki nya saja yang besar tegap di kelas mereka anak-anak perempuan di kelas itu juga memiliki badan yang besar dan kuat dari kami. sekali tarik kami langsung kalah monik sampai terjatuh menahan talinya aku yang merasa tertarik langsung melepas talinya. Karena teringat ketika aku masih kelas 5 SD, saat itu ada adek kelasku laki-laki yang juga keponakan guru olahraga ku ikut lomba tarik tambang saat melawan kelas 6 dan saat itu mereka baru kelas 3 SD, saat tali di tarik jempolnya keikut ketarik sampai putus tangannya aku yang berdiri di dekatnya benar-benar kaget melihatnya, semua terlihat jelas hatinya masih kesangkut di talinya


Aku sempat bingung kenapa bisa sampai begitu ternyata dia saat mau siap-siap menarik talinya dia melilitkan talinya ke ibu jarinya jadi saat di tarik kencang, jarinya malah ke ikutan.


Hal itu yang membuatku takut untuk ikut lomba tapi aku juga gak enak dengan teman- teman yang lain yang berjuang.


Babak ke 2 kali ini aku mencoba menahan talinya dengan baik tapi memang kekuatan kami kalah besar dari mereka, akhirnya kami kalah aku dan yang lain ikut terjatuh. Tanganku tergores bebatuan kecil-kecil yang masuk juga ke dalam kulit.


" sudah ku bilang" ucap raka yang ada di sampingku melihat tanganku kemudian pergi begitu saja. Buru-buru aku menepuk-nepuk nya agar pasir-pasirnya hilang. Aku mengikuti dinda, putri, iki dan teman yang lain untuk mencuci tangan.


Saat air mulai membasahi telapak tanganku, rasa perih mulai terasa. Melihat ke adaan monik aku sedikit bersyukur dengan keadaanku.


" monik gak apa-apa? " tanyaku dan yang lain.


" gak apa-apa " jawabnya senyum-senyum. tapi entah kenapa aku merasakan dia tidak apa-apa. Celananya sampai robek untung nya lututnya hanya tergores.


Istirahat sejenak kami kembali ke kelas dengan membawa makanan dan minuman. Mengingat kakak yang tadi melihat kami semua terjatuh mereka malah ketawa. Kesel sekali rasanya.


Raka dan putra ikut gabung dengan kami.


" monik gak apa-apa? " tanya putra


" kok bisa kalah nik, padahal besar " canda raka.


" ya nih" jawab monik ketawa.


Raka melihatku aku juga melihatnya kemudian menunduk, ku pikir dia marah padaku.


" udah tahu kecil masih ikut " ucapnya sambil melihatku


" yah.. gak apa-apa dong ,,, raka ini.." omel dinda .


" cie.... yang khawatir, khawatir dia tuh" goda putri, di ikuti dengan anak-anak yang lain yang ikut gabung bersama kami.


" cie... cie... " Aku hanya senyum kecil berusaha menahan rasa maluku dan rasa senangku yang saat ini rasanya jantungku ingin loncat-loncat.

__ADS_1


๐Ÿ“ketika menyukai seseorang, hal sedikit saja yang dia lakukan untukmu kamu langsung bahagia., kenapa??? karena kamu benar-benar menyukainya dan kamu tulus padanya. ๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€ Dan itulah yang kurasakan saat ini.


__ADS_2