Ternyata Hanya Dia

Ternyata Hanya Dia
Kepergian Akas2


__ADS_3

assalamu alaikum


semoga kalian suka dengan karya ku yaa guys


*****


Hadi memeluk erat sang istri dan sekilas menatap ke arah April dan kedua sahabat nya.


yaa April ada di sana saat mendengar kabar dari sang dokter, dia hanya tidak berani mendekat ke arah kedua orang tua Akas, dia langsung terkulai lemas saat mendengar kabar kematian Akas,


dia bahkan tidak bisa berdiri dengan benar.


Hadi memperhatikan ketiga gadis itu, dan pandangan nya tertuju kepada April yang terduduk di lantai sambil sesegukan, Hadi berpikir apa hubungan gadis itu dengan Akas putra nya dia memperhatikan April yang sama shock nya dengan sang istri, Hadi pun hanya berlalu saja membawa sang istri ke ruang pasien karna sang istri belum sdarkan diri, Hadi kembali ke ruangan di mana Akas berada di sana dia menghubungi Ayas, yaa dia belum sempat mengabari Ayas karna terkejut mendapat kabar kecelakaan Akas yang mendadak itu.


menghubungi Ayas


drrt..drrrt


"hallo Ayah apa kabar apa semua baik baik saja kan, gimana kabar bunda" (memberikan pertanyaan beruntun kepada Ayah nya karna bunda nya lah yang selalu menelfon nya ini pertama kali nya ayah nya menghubungi nya)


"hallo Yas emm kamu segera pulang ke Indo secepat nya..." pinta Hadi dengan nada lemah dia tak sanggup mengatakan nya di telfon


"ada apa ayah apa semua baik baik saja? apa sesuatu terjadi kepada bunda? apa Akas membuat masalah lagi? pertanyaan Ayas


"yaa Akas mengalami kecelakaan...." kata Hadi

__ADS_1


"APA...! apa Akas baik baik saja...?


tak ada jawaban dari ayah nya


"oke aku akan segera pulang...


tut tut tut...


saat panggilan terputus Ayas langsung menuju bandara dan tak lupa mengambil cuti kuliah...


"kenapa Yas kok lo tiba tiba pulang emang ada apa..." tanya Dion


"Akas kecelakaan..."


"iyaa makasih ya Di aku berangkat dulu bye..." Ayas bergegas pergi ke bandara menggunakan pesawat pribadi nya


******


April telah berhenti menangis tapi... dia seperti seseorang yang kehilangan arah pandangan nya kosong, bagaimana tidak. Akas mengalami kecelakaan di depan matanya dan itu pun setelah pertengkaran mereka, Dian dan Ayu yang merasa sedih melihat sahabatnya hanya bisa memberikan suport kepada April.


"Pril... kita pulang yaa kan sudah ada orang tua Akas di sini lagi pula mereka tidak tau siapa kamu dan kayak nya kamu tidak sehat Pril..." kata Dian


"iya Pril kita antar pulang yaa lagian ini sudah jam 7 Pril ayah kamu pasti sudah nyariin!!! yaa.. kita pulang ya" ajak Ayu


April tidak bergeming dia hanya terdiam seperti patung tatapan nya masih kosong entah apa yang dia pikirkan sekarang, April berpikir andai saja dia memaafkan Akas, andai saja dia tidak mengatakan putus April ber andai andai dalam pikiran nya ini semua karna dia kalau bukan karna dia Akas tidak mengalami kecelakaan, itulah yang di pikirkan April semua salah nya.

__ADS_1


Dian dan Ayu membopong tubuh april yang sangat lemah dia bahkan tidak bisa melangkah kan kaki nya Dian dan Ayu sangat sedih melihat April yang seperti ini...


setibanya di rumah April...


kedua orang tua April sangat terkejut melihat keadaan April... yang berantakan Ardiansyah memang sengaja tidak menghubungi April karna dia tau hari ini hari kelulusan April dia tau sang putri pasti sedang bersama ke dua sahabat nya untuk merayakan kelulusan mereka, tapi dia tidak menyangka sang putri kembali dengan keadaan hancur dia berpikir keras apa yang terjadi kepada putri nya...


"ASTAGA!!!! April ada apa ini? Dian Ayu ada apa ini apa yang terjadi dan apa ini pakaian apa yang kalian kenakan..." tanya Sabi panik


Dian dan Ayu bingung apa harus berkata jujur atau apa!! karna April masih saja mematung...


"April apa yang terjadi..." tanya Ardi


April sama sekali tidak bisa mendengar apa pun dia mengabaikan pertanyaan sang ayah, Ardiansyah terkejut tidak biasa nya putri nya seperti ini padahal biasanya April selalu saja menjawab pertanyaan nya apapun itu. dia pun kembali bertanya kepada Dian dan Ayu pertanyaan yang sama yang di tanyakan sang istri....


"Dian katakan yang sebenarnya....." pinya Ardi pada Dian


Dian pun menceritakan segalanya kepada ayah dan bunda nya April, kedua orang tua April sangat terkejut mendengar ternyata selama ini April sudah melanggar perintah sang ayah...


"om Dian mohon jangan marah sama April dia masih sangat terkejut om, mungkin dia belum bisa menerima kematian Akas bahkan dia belum bicara sejak kecelakaan itu om...." kata Dian yang merasa ayah Ardi sangat marah sekarang


✌✌✌✌✌


happy reading ya guys


jangan lupa like vote n komen nya ya

__ADS_1


__ADS_2