Ternyata Hanya Dia

Ternyata Hanya Dia
Sekolah


__ADS_3

kriing kriing.....


suara jam weker April tidak berhasil membangun kan April sampai akhirnya sang bunda turun tangan.


"Apriiiiiil__ bangun sudah jam 7 pagi kamu tidak sekolah ya (padahal masih jam 6 sengaja bunda Sabi supaya si April bangun saja haha)


sontak teriakan sang bunda membuat April loncat dari tempat tidur tanpa melirik ke arah jam weker nya, menuju kamar mandi


setelah mandi April bergegas keluar dan tak sengaja melihat jam dinding nya, sadar di kerjain sama bundanya sontak April balas teriakan bundanya


"bundaaaaaa____


dan kegiatan ini menjadi hiburan tersendiri buat Ardiansya dia tersenyum bahagia melihat anak dan istri nya seperti alaram di pagi hari.


April telah selesai dengan ritual mandinya dan sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah, April sekarang sudah kelas 3 SMA dan tidak lama lagi akan lulus.


April tiba di ruang makan untuk sarapan sebelum berangkat sekolah di sana sudah ada ayah dan bunda


"sayang ayo srapan dulu" kata Sabi


"iya bunda (dengan senyum nya)


Ardi tersenyum menyambut putri semata wayangnya yang tidak lama lagi akan lulus dari SMA


"kamu berangkat sama ayah saja" pinta Ardi


"iya ayah"


setelah sampai di sekolah SMA TUNAS BANGSA April mengucap salam pada ayahnya dan masuk ke halaman sekolah di dalam sana dia sudah di sambut sang sahabat siapa lagi kalau bukan Dian dan Ayu

__ADS_1


"gimana kemarin telat lagi dia" tanya Dian


"hem seperti biasa Di telat tapi aku sayang sama dia" kata April


"halah dasar bucin" kata Ayu


"memang nya kamu tidak punya gebetan dasar jomblo akut" ejek April


"idih gue bukan jomblo gue ngga mau sembarangan milih" elak Ayu


"alah mengaku saja tidak ada yang nembak lo haha" ejek Dian pula


dan di sambut gelak tawa pula oleh April


"yah jomblo teriak jomblo emang lo punya gebetan Di" tanya Ayu ke Dian


seketika tawa Dian terhenti tapi tidak dengan April yg semakin tertawa puas melihat sahabatnya yang pada jomblo


di tengah obrolan mereka ada yg menghampiri mereka siapa lagi kalau bukan Akas and the geng nya


"pagi sayang" sapa Akas dengan mengecup puncuk kepala April


"pagii "jawab April dengan senyumnya


"ciee pamer nih di sekolah kali" kata Ayu dengan wajah usilnya


"ekhem (Dian berdehem)


Dian memang tidak suka sama Akas karna dia tau kebiasaan Akas yang suka mabuk mabukan, bukan nya dia tidak pernah memperingati si April,April nya saja yang tidak percaya, kan Akas selalu baik di mata nya.

__ADS_1


walaupun pada dasarnya itu adalah Ayas yang lagi nyamar buat nyelamatin reputasi Akas di mata April


"Pril kita ke kelas yuk udah mau bel nih" ajak Dian


Ayu diam saja melihat tingkah Dian yang menatap Akas tidak suka


"entar dulu dong kalau lo mau ke kelas ya ke kelas aja duluan gue mau ngobrol sama April dulu, sana"usir Akas ke Dian dan Ayu


"sudah... Di Yu kalian di luan saja dulu ya" pinta April dengan senyuman


Dian dan Ayu pun pergi terlabih dahulu ke kelas meninggalkan April dengan Akas


"ya sudah hati hati ya Pril jangan ketipu terus (timpal Dian)


sontak membuat Akas kesal dan melirik Dian sinis dan di balas tatapan sinis dari Dian


"ada apa Kas..." tanya April


" tidak cuma kangen doang kok" kata Akas


"kita kan baru kencan kemarin Kas, gombal terus deh kamu"


April dan Akas tersenyum dan saling menatap


💗💗💗💗💗


happy reading ya guys


jangan lupa like komen n vote ya

__ADS_1


👍👍👍


__ADS_2