
assalamu alaikum
happy reding ya guys
πππ
*****
Masih di resto...
Ayas terduduk lemas perasaan nya sangat sakit melihat gadis yang sangat dia cintai menangis di hadapan nya di tambah lagi dia tidak bisa melakukan apa pun.
hatinya hancur karna kata yang keluar dari bibir April adalah Akas dan hanya Akas dia terluka tanpa terasa dia meneteskan air mata nya tapi tentu saja dia segera menghapus nya.
"Yas lo nggak apa apa kan..."tanya Adi
"eng tidak apa apa kok, santai bro" kata Ayas
"kenapa Yas lo kok nggak bicara secara pribadi ke April lo jelasin semua nya.. gimana dia bisa jatuh cinta sama lo kalau lo aja kayak gini..." kata Dion yang merasa sahabat nya itu terluka saat April memanggil nama orang lain dalam pelukan nya
"bagai mana cara nya Di... aku tidak tau harus apa aku takut kalau dia tau segala dia pasti akan membenci aku Di, aku tidak mau itu terjadi, aku akan mendekati nya perlahan" kata Ayas
"dari mana lo tau lo belum coba setidak nya lo coba dulu Yas" kata Dion
"iya nih!! ini mah menyerah sebelum berperang.." kata Adi
Pletak (pala Adi di jitak sama Dion)
aduuh sakit e o (ringis Adi)
"memang nya lo pikir mau perang apa" kata Dion
"yee pri bahasa kali, nah elo juga di kacangin haha (ledek Adi ke Dion)
__ADS_1
pletaak (sekali lagi)
"Aduh buset lo pikir pala gue apa sih main jitak aja gue sumpahin lo nggak bakalan bisa tau namanya tu cewe haha (kembali tertawa tapi dia sudah menutup jidat nya dengan tangan nya takut kalau dia bakal kena jitak lagi)
Ayas pun terhibur dengan candaan sahabat nya.
"sudah becanda nya, ya sudah aku balik ke kantor duluan ya! Di aku duluan
Adi aku pergi dulu masih banyak kerjaan" pamit Ayas
"iya hati hati" kata Adi
"ya sudah gue juga mau balik ke kantor deh bye Adi" pamit Dion juga kepada Adi
" okey bye" kata Adi
******
Dian mengantar April ke rumah nya dan Dian pun langsung menuju ke rumah sakit di mana dia bekerja.
tok tok tok
"sayang kamu kenapa,kamu baik baik saja kan sayang," Sabi menghampiri sang putri ke dalam kamar nya
"hiks hiks bunda... hiks hiks April memeluk bunda nya
"tidak apa apa sayang cerita ke bunda, kamu kenapa apa ada masalah di butik kamu hm..."tanya Sabi
April hanya menggeleng dan memeluk bunda nya
"ya sudah kalau kamu belum mau cerita tidak apa " Sabi terdiam tidak mau memaksa sang anak untuk bercerita
"bunda terimakasih yaa karna selalu ada buat April, April sayang sama bunda" April memeluk erat bunda nya
"bunda juga sayang sama April ya sudah senyum dong, kamu sudah makan siang.."tanya Sabi
__ADS_1
"sudah kok bun sama Dian tadi di restoran" kata April dan tersenyum pada Bunda nya
"kalau begitu kamu istirahat gih bunda ada di bawah kalau kamu butuh sesuatu okey" kata Sabi
"iya bunda makasih yaa" kata April
Sabiyah tersenyum dan pergi ke bawah melanjutkan kegiatan nya.
sementara April sudah mulai tenang dan berpikir kenapa ada seseorang yang sangat mirip di dunia ini...
April berpikir dengan keras...
dia memang orang asing tapi kenapa pelukan itu begitu akrab sama seperti saat dia memeluk Akas nya dulu pikir nya lagi
"apa perasaan aku saja atau aku yang terlalu merindukan Akas (menepuk jidad nya sendiri) sadar Pril Akas udah tenang di sana kamu hanya boleh mengenang tidak boleh lagi menangis untuk Akas agar dia tenang di sana okey
cukup april cukup semoga saja aku tidak pernah ketemu sama orang itu lagi hah.
April masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri karna tubuh nya yang sudah lengket.
******
di tempat lain, di kantor Ayas,
Ayas masih mengingat wajah sedih April yang menangis di pelukan nya ingin rasa nya dia membalas pelukan itu tapi terhenti ketika April hanya menyebut nama Akas
Ayas berpikir sangat keras apa yang hrus dia lakukan.
πππππ
dor dor dor
jangan lupa like vote n komen nya ya guys
aku tuh nggak pernah lupa buat ngingetin heheπππ
__ADS_1