Ternyata Hanya Dia

Ternyata Hanya Dia
Masalah..


__ADS_3

2 Minggu setelah pertunangan Dian, April di sibukkan dengan fashion show nya yang akan di gelar beberapa hari lagi, hingga membuat pertemuan nya dengan Ayas sudah sangat jarang karna Ayas yang juga sibuk dengan urusan kantor nya, hanya melalui whatsapp ataupun komunikasi telfon lah yang menghubungkan mereka selama 2 minggu ini...


dan hari ini Ayas ada pertemuan di kantor Dion sahabat sekaligus rekan kerjanya itu...


Ayas telah sampai di gedung kantor milik Dion..


Tapi sepasang mata menatap nya penuh kagum dan mulai mendekati nya..


saat Ayas ingin melangkah masuk ke dalam Lift tiba tiba saja ada gadis yang menyapa nya, yaa Ayas memang di kenal ramah sejak SMA dan tak sungkan menyapa siapa saja


"Ayas.." panggil gadis itu


Ayas menoleh ke arah gadis itu dan menatap bingung karna di tak pernah ingat sejak kapan dia mengenal gadis lain selain April..


"maaf anda siapa??


"astaga Ayas kamu tak mengenal ku"


"maaf sekali lagi saya merasa tidak mengenal anda"


"aku Mona teman sekelas mu dulu di SMA, sungguh kamu tidak mengenal ku"


"ooh si peringkat 2, maaf aku tidak mengenali mu"


Hari itu ternyata Dian berkunjung ke kantor Dion dan melihat Ayas yang sedang asik berbincang dia melihat Ayas biasa saja tapi tidak dengan Gadis di depan Ayas, gadis itu menatap Ayas penuh arti dian sangat tidak menyukai tatapan gadis itu pada Ayas, Dian pun segera menghampiri mereka


"Ayas...," (Ayas menoleh ke arah suara Dian) kenapa kamu di sini bukan nya sebentar lagi ada meeting.


Dian menatap ke arah Mona dengan wajah bengis nya, Mona pun menatap malas padanya.


"maaf nona anda siapa" tanya Mona kepada Dian


"oh ya apa kamu bertanya padaku, lalu kamu siapa" tanya balik Dian


"saya menejer keuangan di kantor ini"


"sudah berapa lama kamu kerja di sini"


"3 bulan"


"hemmm, oh Ayas pergilah Dion pasti sudah menunggu mu"


"oh oke Dian jangan galak galak" bisik Ayas, dan beranjak pergi meninggal kan kedua gadis itu


sialan ni cewe dia pikir dia siapa, menyuruh ayas pergi seenaknya batin Mona

__ADS_1


"hey nona jangan berharap pada nya dia sudah memiliki tunangan, jika kamu sadar diri jauhi dia" jelas Dian


"maaf sekali lagi saya tanya anda siapa, dan apa hak anda mencampuri urusan ku"


"tentu saya punya hak, tunangan nya adalah saudari ku juga sahabatku, dan pemilik kantor ini adalah tunangan ku dan sahabat baik Ayas, aku tidak akan membiar kan seekor tikus merusak hubungan kami, mengerti nona sebaik nya kamu kembali bekerja" kata Dian sambil berlalu pergi meninggalkan Mona yang masih terdiam di sana


Mona menatap kepergian Dian, dan menyunggingkan senyum licik nya..


kamu pikir ancaman mu berguna padaku, aku menyukai nya sejak SMA, dan kali ini aku tidak akan melepaskan nya kalian tunggu saja permainan ku batin Mona


Dion dan Ayas sedang membicarakan perkembangan bisnis mereka yang semakin hari semakin meningkat berkat kerja sama mereka,


dan tiba tiba saja Dian masuk dengan raut wajah yang emosi sunggu dia bisa melihat tujuan licik Mona dari tatapan nya dan cara nya bicara, Dion sangat terkejut melihat wanita nya yang sedang emosi memasuki ruangan nya entah apa yang membuat nya emosi pikir Dion, sedangkan Ayas hanya tersenyum simpul melihat mereka berdua..


"haiis sudahlah Dion aku permisi dulu kamu selesaikan saja masalah mu ini" kata Ayas dengan menunjuk Dian yang masih berdiri di Pintu


"Ayas tunggu ini masalah kamu dan kamu juga sayang aku meminta penjelasan dari mu nanti, tunggu saja" katanya sambil menatap Dion


"Ayas jauhi gadis itu aku melihat niat buruk dari mata nya dan lagi bicaranya sangat angkuh sungguh aku tidak menyukainya" kata Dian yang masih emosi


Ayas hanya menaikkan sebelah kening nya tak mengerti dengan semua ucapan Dian


Dion segera mendekati Dian ingin menenangkan wanitanya tersebut..


"kamu kenapa sih sayang gadis mana sih, Yas apa sih" tanya Dion bingung


"iyalah siapa lagi memang nya ada gadis lain lagi"


"Dian kamu apa apaan sih, aku kenal Ayas dengan baik dan selama ini tidak ada gadis lain selain April di hatinya bahkan seumur hidupnya"


"oke maaf, aku yang salah terlalu khawatir ,aku permisi" kata Dian meninggalkan Ayas dan Dion


"astaga, sayang kamu kan baru sampai, kenapa sudah balik sih" kata Dion sambil mengejar Dian yang sudah pergi dengan amarah nya


Dion masih mengejar nya dan


Greep.. Dion menarik tangan Dian


"Sayang kamu kenapa sih, oke oke aku minta maaf sudah membentak tadi, aku hanya tidak suka mendengar pertanyaan mu pada Ayas, aku sangat mengenalnya jangan berburuk sangka lagi ya" kata Dion dan memeluk wanita dengan erat sunggu Dion sangat takut jika Dian sunggu meninggalkan nya


"aku juga minta maaf aku marah karna gadis itu, aku juga sama seperti mu aku sangat menyayangi April dan tidak ingin siapa pun melukai nya lagi cukup sekali dia di sakiti"


"ada apa dengan Mona, hm kenapa kamu membencinya"


"entahlah tapi aku melihat nya memandangi Ayas berbeda seakan sedang menatap mangsanya,"

__ADS_1


"itu hanya pikiran mu saja, setau ku saat SMA dulu anak nya tidak pernah macam macam dia selalu menjadi peringkat ke 2 setelah Ayas,dan kami hanya mengenalnya karna peringkat nya yang selalu di berada di bawah Ayas dan tidak lebih, sebaik nya kamu hilangkan pikiran buruk mu"


"okey aku percaya, tapi aku akan terus mengawasi nya, ingat itu"


"bagaimana sudah selesai," tanya Ayas


"Ayas aku minta maaf atas perkataan ku tadi, aku hanya terlalu emosi" kata Dian


"kamu sudah seperti adik ku, tentu saja aku akan memaaf kan mu gadis bodoh"


"hey dia wanitaku" kata Dion


"iya iya sana bawa pulang saja wanita mu itu"


Dian terkekeh mendengar nya..


"ya sudah aku pergi dulu" pamit Ayas


******


Ayas memikirkan perkataan Dian tentang Mona yaa memang dia tidak pernah akrab dengan Mona, tapi kenapa gadis itu menghampiri nya seakan sudah sangat akrab saja pikir Ayas


Saat sampai di lobi Ayas memperhatikan arloji di tangan nya dan sudah waktu nya jam makan siang dia ada janji dengan April untuk makan siang bersama tapi tiba tiba saja..


Bruuuk... Ayas menabrak seseorang siapa lagi kalau bukan Mona


"astaga berkasku, ya ampun.." panik Mona


gadis ini lagi... batin Ayas


"maaf aku terburu buru dan tidak melihat mu, kamu di sana (memanggil OB yang sedang lewat) bantu dia memunguti lembaran ini yang tercecer ini" perintah Ayas


"baik pak" kata OB


sial dia mengabaikan ku kamu tunggu saja Ayas aku masih punya banyak trik hem batin Mona


Ayas pergi meninggalkan Mona dan segera menemui April di tempat mereka janjian


******


butik April..


sebelum ke butik Ayas sempat membeli makan siang untuk nya dan April ya mumpung sekalian di jalan dari pada pesan di apalikasi terus nunggu kan lama pikir Ayas


***hay hay semoga kalian tidak bosan ya mungkin di awal nya membosankan tapi maklum lah aku baru belajar setelah membaca banyak novel para seniorku aku belajar cara menyusun kata cara menulis dan lain sebagai nya makanya mungkin ada banyak perubahan kata dan penulisan nya ya..

__ADS_1


jangan lupa like vote and komen ya


mampir juga di novel baru ku CEO CANTIK NYASAR JADI OFFICE***


__ADS_2